
Harry terdiam melihat itu, ia merasa bodoh telah melakukan hal yang sama sekali tidak terduga. Tetapi saat melihat bagaimana Justin b*rciuman, sesuatu yang Harry pendam kembali muncul. Justin benar-benar melakukan dengan sangat baik, tidak seperti diri nya. Bahkan waktu nya juga jauh lebih lama dari nya.
Setelah beberapa saat mereka berdua melepaskan tautan itu, Audiya hampir kehabisan nafas karena Justin, Justin benar-benar membuat nya sulit mengambil nafas. Apa yang di lakukan tadi Justin lebih ganas dan berpengalaman, berbeda dengan Harry yang memang masih pertama kali.
"Abang." Justin menarik Audiya dan memeluk nya dari belakang. Bibir nya menelusuri lengkuk leher Audiya.
"A***hhhh." D*sahan kembali lepas dari bibir manis Audiya.
"Ingin bergabung," tanya Justin.
Harry terdiam sejenak, ia tidak tau ingin melakukan apa. Ada sesuatu yang harus ia tuntaskan, tetapi ada rasa gengsi dan malu yang besar dari dalam diri nya.
Tangan Justin kelepasan kancing baju Audiya, apa yang ia lakukan sangat mirip dengan apa yang ia mimpikan kemarin. Baju telah lepas dari tempat nya, terlihat dengan jelas kulit bersih dan putih milik Audiya. Gunung kembar juga terlihat dengan jelas, karena ukuran nya yang memang besar membuat gunung itu memperlihatkan belahan nya.
"Tidak mau tidak papa." Tangan Justin mer*mas gunung itu.
"A**hh Justin," dasahan Audiya kembali keluar, hal itu membuat Harry semakin tercengang, rasa malu dan gengsi Harry sudah hilang. Ia mendekati mereka untuk bergabung bersama. Harry kembali menc*um bibir Audiya kali ini c*uman nya lebih ganas dari sebelumnya.
Audiya gelagapan di serang dari dua arah dari belakang dan depan. D*sahan ingin muncul dari mulut nya tetapi tidak bisa karena terhalang oleh c*uman Harry.
"Saat Harry ingin membuka kaca mata Audiya Tiba-tiba.
__ADS_1
"Abang." Justin membuyarkan khayalan Harry.
"Kau mengejutkan ku," kata Harry.
"Hahaha kau kenapa bang, wah burung gagah mu bangun, besar ya bang aku rasa lebih besar sikit di bandingkan milik ku."
"Ah apa yang aku pikirkan," ucap Harry.
"Itu tadi kau bertanya bekas gigitan di dada mu, itu hanya bekas gigitan semut," kata Justin.
"Kenapa aku bisa berkhayal sampai sana," batin Harry.
"Di sana," jawab Justin.
"Apa mungkin itu semua hanya khayalan ku," ucap Harry.
Harry dan Justin keluar dari ruangan itu dengan bertelanjang dada, Harry sengaja melakukan hal itu untuk memancing Audiya tetapi Audiya tidak ada di sana.
"Aku ingin mandi," kata Harry.
"Tapi kau tadi sudah mandi dan di dalam ad Audiya," ucap Justin.
__ADS_1
"Jika ada dia kita tidak bisa mandi," kata Harry.
"Ah aku tau maksud mu, bang selagi tidak ada orang gas kuy, aku ingin melakukan apa yang aku impikan waktu itu."
"Hmmm," gumam Harry.
"Ayo." Justin menarik Harry ke arah kamar mandi.
Di dalam sana Audiya baru selesai membuang air besar, ia ingin mandi dan mulai membuka kancing baju nya, Tiba-tiba Harry masuk ke dalam ruangan itu.
"Ahkkkk," teriak Audiya.
Seperti yang di intruksikan Justin, Harry langsung mendekati Audiya, komporan dari Justin berhasil menggugurkan rasa gengsi dari Harry, Harry juga sudah berada di puncak g*irah nya karena Khayalan gila nya tadi.
"Harry mau apa," tanya Audiya.
Harry mendekati bibir Audiya dan m*ncium nya dengan lembut, kali ini ciuman itu nyata tanpa khayalan siapapun.
Maag gak lolos lolos
Bagaimana mau lanjut??? 🤣🤣
__ADS_1