Perjodohan Yang Aneh

Perjodohan Yang Aneh
Episode 14


__ADS_3

"Ah sial." Harry membasuh wajahnya dengan air mengalir, ia benar-benar sangat malu dengan apa yang terjadi. Harry yakin kembaran nya pasti akan mengolok-olok nya, apalagi mereka melihat langsung bibir nya bertemu langsung dengan bibir Audiya.


Germicik air mengalir terdengar dengan jelas, air itu membawa beban pikiran yang Harry lepaskan. Di balik diam nya Harry banyak hal yang ia khawatir, pernikahan ini juga termasuk beban pikiran dalam hidup nya, ia yakin sesuatu bisa terjadi jika tidak ia antisipasi dengan baik.


"Abang," ucap Justin.


"Hmmm aku sedang mandi," kata Harry yang masih membiarkan air mengalir membasahi diri nya.


"Kau pasti khawatir tentang tadi kan, jangan khawatir abang, itu bukan ciuman itu hanya kecupan. Kalau ciuman pakai lidah aku sudah sering melakukan nya."


"Bocah ini." Harry mematikan air dah menarik handuk untuk menutupi tubuh nya.


"Kenapa kau pikir aku mengkhawatirkan ciuman itu," tanya Harry.


"Hahaha kau kan belum pernah melakukan nya," kata Justin.


"Kata siapa belum pernah, kau jangan mengejek ku ya," ucap Harry.


"Lah kalau sudah tidak perlu marah, aku sudah berusaha berjalan ke dalam kamar mandi, kau malah marah ya sudah aku kembali keluar."


"Hey aku tidak marah," ucap Harry.


"Tidak marah seperti itu, kau itu marah," kata Justin.


"Tidak aku mana mungkin bisa marah pada mu," ucap Harry.


"Kalau begitu malam ini kau tidur dengan Audiya." Justin memberikan kesempatan agar Harry dan Audiya menjalan kedekatan. Ntah kenapa Justin merasa Harry lebih cocok bersama dengan Audiya.


"Tidak," tolak Harry.

__ADS_1


"Kenapa tidak, ayo lah," ucap Justin.


"Malas."


"Ya sudah kalau tidak mau, kau tidak bisa bergantian pada adik mu, padahal adik mu sedang sakit."


"Ya ya ya, aku yang akan tidur dengan nya," ucap Harry dengan wajah yang sangat kesal.


"Hahaha kau tampan bang kalau seperti itu," kata Justin.


Harry dan Justin keluar kamar mandi dengan bersamaan. Yang lainnya juga baru selesai mandi, mereka bertiga kompak melihat ke arah Harry. Rasa kesal yang Harry rasakan dapat mereka bertiga rasakan.


"Kau kenapa lagi, rasa kesal mu itu terasa," tanya Kevin.


"Jangan pura-pura tidak tau Kevin, kau lupa apa yang sudah terjadi tadi," saut Jack.


"Siap bang." Justin duduk kembali ke kursi roda nya dan langsung menemui Audiya. Seharusnya Justin sudah tidak perlu memakai kursi roda lagi, ada tongkat yang bisa mempermudah nya berjalan tetapi Justin sudah terlalu nyaman di kursi roda yang membuat nya malas memakai tongkat.


"Audiya," ucap Justin.


"Eh kau, ya ada apa?"


"Ayo keluar ada yang ingin kami katakan," ucap Justin.


"Oh iya aku juga," kata Audiya.


Mereka semua berkumpul di depan televisi. Banyak yang ingin mereka sampai kan pada Audiya begitu juga dengan Audiya, banyak hal yang ingin ia tanyakan. Tetapi saat baru berkumpul Kenzo masuk ke dalam kamar secara tiba-tiba, hal ini mengejutkan mereka semua.


"Daddy kalau masuk ketuk dulu," ucap Kevin.

__ADS_1


"Maaf, daddy lupa jika kalian sudah menikah," ucap Kenzo.


"Bagus kalian semua berkumpul ada banyak hal yang ingin daddy katakan," kata Kenzo.


Kenzo duduk di antara mereka semua.


"Kalian akan daddy pindah kan ke sebuah penhoese besar, karena rumah ini akan daddy renovasi," ucap Kenzo.


"Tapi dad, kenapa tiba-tiba, kenapa juga di renovasi?"


"Apa aku ada mengatakan kalian boleh bertanya?" Kenzo menaikkan satu alis nya.


"Gila daddy mereka seperti nya sangat tegas dan galak," batin Audiya.


"Di sana hanya ada satu kamar besar, seperti kamar ini yang memiliki perlengkapan yang sangat lengkap Tidak ada kamar di dalam kamar, ada dapur untuk memasak, dan perlengkapan kalian di sini tidak akan hilang di sana, semua nya sudah sangat lengkap."


"Hanya ada satu ranjang besar, satu lemari besar, satu kamar mandi besar tetapi semua nya sudah si atur untuk mempermudahkan kalian semua."


"Jika kami mau ke kamar mandi bagaimana," tanya Justin.


"Jangan khawatir semuanya berjumlah enam dari shower, badhup, kolset semua nya lah," jawab Kenzo.


"Seperti nya daddy sudah merencanakan hal ini dengan matang, aku curiga perjodohan ini sudah cukup lama di atur," batin Kevin


"Dan kalian harus pindah hari ini, bawa hal yang penting saja, untuk pakaian dan perlengkapan lainnya sudah tersedia dengan sangat lengkap," ucap Kenzo.


"Hari ini dad?"


"Batas waktu jam 12, jika kalian belum pindah juga, tau sendiri kan hukuman nya apa," ucap Kenzo.

__ADS_1


__ADS_2