Perjodohan Yang Aneh

Perjodohan Yang Aneh
Episode 18


__ADS_3

"Maaf kek," ucap Harry.


"Sudah lah, aku terserah pada mu saja," kata Verrel.


"Daddy bukan seperti itu, mereka harus menikah dan hidup bersama sama, tidak boleh ada yang berpisah, aku tidak mau itu terjadi," ucap Kenzo sambil masuk ke dalam kamar itu.


"Jadi begitu, ya sudah lah terserah kalian semua," ucap Verrel.


"Aku yang bingung," kata Harry dengan wajah pias nya.


Menikahi satu wanita untuk bersama sama adalah yang sangat aneh, ia tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan mereka nanti ke depan nya, jika punya anak mereka pasti juga bingung itu anak dari siapa. Toh mereka berlima masuk ke dalam lubang yang sama.


"Audiya bagaimana mungkin bisa kau menikah dengan lima pria tampan itu, apalagi Harry dia sangat tampan, dia manusia yang sangat sempurna," kata Shella.


"Jika aku bisa memilih aku tidak mau menikah dengan mereka," ucap Audiya.


"Kenapa tidak Audiya, mereka itu sangat luar biasa, aku mau menggantikan mu," kata Shella.


"Hahaha kau tau enak nya saja, tapi nyata nya mah tidak, Harry memang tampan tapi dia super duper dingin sekali, aku lebih baik dekat dengan Justin."


"Dia memang seperti itu, kau tau aku sebagai sepupu nya saja tidak pernah di sapa nya. Aku tidak pernah melihat nya membawa wanita ke rumah, yang aku tau pacar nya seorang artis terkenal," kata Shella.


"Oh jadi dia sudah punya pacar?"


"Ya begitu lah, kemarin sempat meledek di berita. Mungkin sebelum kau membacanya berita itu sudah lenyap," kata Shella.


"Jika ingin bersama nya, ambil benih nya," ucap Shella.


"Aku tidak mau ah, aku tidak bisa membayangkan berhubungan dengan nya. Apa ekspresi nya akan berubah atau tetap seperti itu sepanjang masa."


"Hahaha kau memikirkan nya juga, aku juga tidak tau." Mereka berdua tertawa bersama. Saat sedang tertawa Harry datang untuk membawa Audiya pulang ke penhouse.

__ADS_1


"Ayo pulang," ucap Harry.


"Pulang," tanya Audiya.


"Iya pulang, kau mau di sini saja?"


"Aku pulang dulu, senang bisa berkenalan dengan mu," kata Audiya.


"Iya aku juga sangat senang bisa berkenalan dengan mu," ucap Shella.


Harry dan Audiya pergi meninggalkan rumah, seperti biasa nya di sepanjang perjalanan Harry hanya diam memikirkan apa yang daddy nya katakan tadi.


"Jika kau bisa memilih, kau ingin bersama dengan siapa di antara kami," tanya Harry.


"Aku tidak bisa memilih, aku tidak mencintai kalian," jawab Audiya.


"Oh jadi kau mau kami semua meniduri mu, ya sudah kalau itu mau mu," ucap Harry.


"Kau tanya saja pada ayah mu, hanya pihak kami yang di tekan untuk menghasilkan anak dari rahim mu," jawab Harry.


Di penhouse Justin yang lainnya juga sudah mendapatkan intruksi dari Kenzo. Mereka semua sangat bingung harus berbuat apa, siapa yang akan mencetak anak lebih dulu. Biasanya para pria akan sangat senang jika di minta untuk membuat anak, tetapi tidak untuk mereka berdua yang sangat pusing memikirkan hal itu.


"Kau saja Justin," kata Jack.


"Tidak mau, aku belum sehat," ucap Justin.


"Ya tetap bisa, burung mu sudah kuat kan," tanya Kevin.


"Kau tau cara membuat nya kan," tanya Andy.


"Burung ku sudah sangat kuat, tapi aku tidak tau cara membuatnya abang abang saja lah," jawab Justin.

__ADS_1


"Apa Harry saja ya, burung dia yang paling siap," kata Kevin .


"Hahaha emang punya mu belum," tanya Jack .


"Sudah si, tapi hanya untuk wanita ku, tidak untuk wanita itu," jawab Kevin.


Mereka semua diam seketika saat melihat Harry sudah kembali dengan Audiya, melihat mereka berdua jalan tidak berdampingan nya membuat mereka bukan seperti suami istri, melainkan seperti teman yang sedang bertengkar.


"Apa yang kalian bahas," tanya Harry.


"Siapa yang akan mencetak gol," jawab Kevin..


"Aku juga tidak tau, aku pikir Jack atau Kevin sudah cukup, dua orang saja lah," kata Harry.


"Tidak kami tidak mau," tolak Kevin


"Kau dengan Andy saja," kata Jack


"Ah itu akan sangat garing, mereka berdua sana sama pendiam," ucap Kevin.


"Kau dengan Justin saja Harry," ujar Andy.


"Aku masih belum sehat, aku tidak bisa," kata Justin.


"Oke proses diskusi kita tunda sampai Justin benar-benar sehat, agar tidak ada yang merasa teruntungkan," ucap Andy.


Audiya samar samar mendengar perbincangan mereka, ia sangat bingung dengan apa yang terjadi dengan hidup nya. Ia seperti perempuan murahan yang tidak sudi untuk di sentuh.


"Ah ini sangat menyebalkan, lebih baik aku langsung dengan mereka semua," batin Audiya.


(Hayo kalian tim mana, Salah satu dari mereka atau semua dengan Audiya. Jawaban kalian menentukan akhir cerita ini)

__ADS_1


__ADS_2