Perjodohan Yang Aneh

Perjodohan Yang Aneh
Episode 24


__ADS_3

"Dimana abang mu," tanya Prilly.


"Di kamar, Prilly kau artis besar, abang ku orang ternama, kau tau bagaimana impact kalian terhadap publik. Aku tidak melarang kalian bertemu atau dekat, itu hak kalian berdua. Tetapi jangan di sini, ini perusahaan yang pasti banyak keluarga ku. Atau pun di rumah, jika ingin bertemu pergi lah ke tempat hanya kalian berdua yang tau."


"Ya sudah aku pergi dulu." Dengan wajah yang kesal Prilly pergi meninggalkan tempat itu.


Tak lama Harry keluar kembali dari ruangan itu, ia cukup kebingungan saat tidak melihat Prilly di dalam sana.


"Dimana dia," tanya Harry.


"Sudah aku minta untuk pulang," jawab Justin.


"Apa! kau Justin meminta nya untuk pulang."


"Iya bang, kau tu sungguh tidak adil, aku dilarang membawa pacar ku ke rumah tetapi kau sendiri membawa nya," kata Justin.


"Ini bukan rumah ini kantor."


"Abang ku tersayang, ini juga rumah kedua kita. Abang tau di sini lebih banyak keluarga kita. Jika sampai orang tau si Prilly itu datang pasti akan heboh." Justin menaikan satu alis nya.


"Hmmm ya aku salah, aku juga tidak memintanya datang ke sini, dia saja yang datang sendiri," kata Harry.


"Sebagai hukuman nya, apa yang di lakukan Prilly tadi harus Audiya lakukan juga, kalau tidak aku akan mengadukan nya."


"Kau gila aku tidak mau, lagi pulak emang kau tau apa yang aku lakukan tadi."


"Oh ya sudah." Justin menghubungi seseorang untuk mengirimkan rekaman CCTV di ruangan ini.


Tak butuh waktu lama, Justin mendapatkan rekaman itu, ia tersenyum lebar membayangkan bagaimana Audiya melakukan apa yang Prilly lakukan.


"Abang lihat ini," Justin menunjukan rekaman itu pada Harry.

__ADS_1


"Hapus tidak," kata Harry.


"Tidak," ucap Justin.


"Justin!!!"


"Abang... Kalau aku hapus pun, di sana mereka tetap menyimpan nya," kata Justin.


"Ya kau minta mereka untuk menghapus nya."


"Lakukan dulu." Justin benar-benar memberikan ancaman pada Harry.


"Ya aku mau, ayo Audiya kau jangan menolak nya. Kalau kau menolak nya ayah mu juga akan tau."


"Iya," ucap Audiya.


"Harry bagaimana bisa aku menolak nya, ntah kenapa aku menginginkan nya," batin Audiya.


"Besar sekali, kenapa saat aku memeluk Prilly tidak berasa, tapi dengan nya terasa sekali," batin Harry.


Setelah berpelukan Harry duduk kembali dan secara perlahan Audiya naik ke atas pangkuan Harry, tubuh Audiya kembali bergetar dan jantung nya terus berdetak dengan kencang.


"Jangan bangun tolong kau jangan bangun." Harry hanya bisa berharap adik nya tidak bangun. Bokong Audiya lebih terasa di bandingkan milik Prilly.


"Cium," ucap Justin.


"Tidak jangan itu," kata Audiya.


"Lakukan saja," ucap Harry.


Beberapa kecupan mendarat di wajah Harry. Audiya tidak tau ntah dari mana nasib baik datang. Ia antara suka dan malu mencium wajah tampan Harry. Wajah Harry benar-benar terasa sangat lembut. Beberapa kecupan di wajah Harry benar-benar membuat Audiya terasa ingin meledak. Berbeda dengan Audiya, Harry malah santai saja mendapatkan kecupan itu, ia hanya takut adik bangun.

__ADS_1


Justin berjalan mendekati mereka berdua, otak nya kali ini sedang terkait dengan hal kotor. Sebenarnya saat tidur tadi Justin sedang dalam mimpi basah pertama nya tetapi karena keributan Audiya dan Harry mimpi itu belum terselesaikan. Yang ia lihat sekarang seperti apa yang ada di dalam mimpi nya, Justin dan Harry melakukan hal itu bersama sama dengan Audiya.


Tanpa dugaan, Justin menarik wajah Audiya dan mencium bibir Audiya, kali ini Justin benar-benar menciumnya. Audiya gelagapan sekaligus bingung harus berbuat apa, marah suami sendiri mencium nya itu tidak mungkin.


"Justin." Harry mendorong Justin.


"Abang," ucap Justin.


"Kau gila," kata Harry.


"Tidak, aku hanya mencium istri ku sendiri, tadi aku bermimpi seperti itu."


"Ya kalau mau mencium nya jangan di depan ku juga."


Audiya turun dari atas pangkuan Harry, ia kembali berada di situasi yang aneh.


"Abang tadi aku bermimpi aneh, kita mau melakukan hal itu dengan Audiya, tapi saat belum selesai aku terbangun."


"Sial, kenapa dia mengatakan nya dengan gamblang," batin Harry.


"Ayo bang," kata Justin.


"Ayo ngapain, jangan gila," kata Harry.


"Jadi apa yang di mimpi itu tidak boleh kita lakukan?"


"Boleh eh tidak, ah aku tidak tau," kata Harry.


Justin mendekati Audiya dan memeluk nya dari belakang Audiya.


"Kau istri ku kan, bukan nya kau harus melayani suami mu, dan seperti nya aku mulai tertarik dengan mu."

__ADS_1


Hayo bagaimana ini, siapa yang bersama Audiya, Harry atau Justin. Atau mereka berdua.. .


__ADS_2