Perjodohan Yang Aneh

Perjodohan Yang Aneh
Episode 38


__ADS_3

"Audiya." Harry berlari mengejar Audiya.


Audiya masuk ke kamar mandi, ia sedang malas di ganggu oleh Harry. Harry yang sangat keras kepala. Memikirkan orang lain tentu boleh saja tetapi jika sampai mengorbankan perasaan orang lain, bukan nya itu hal yang salah?.


Harry masuk ke dalam ruang kerja Justin, sebenarnya ia ingin mengatakan perasaan yang sebenernya pada Justin. Harry hanya perlu mengumpulkan keberanian untuk mengatakan hal itu.


"Justin sedang sibuk sekali," tanya Harry.


"Iya bang, abang habis olahraga sampai berkeringat seperti itu," tanya Justin.


"Iya kau tau sendiri lah," jawab Harry.


"Kau sedang mengerjakan apa si, tumben kau ada pekerjaan?"


"Ya ada dong bang, aku kan akan menjadi kepala rumah tangga, aku ingin bekerja dengan ayah dan kakek agar aku menjadi kepala rumah tangga yang baik."


Harry langsung mengurungkan niat nya. Justin benar-benar sedang bekerja keras, sedangkan diri nya sibuk dengan urusan pribadi nya. Hal ini kadang membuat diri nya malu sendiri.


"Kau sangat luar biasa," kata Harry.

__ADS_1


"Abang kenapa di sini, temani Audiya," ucap Justin.


"Tidak mau, nanti kalau aku sering dengan nya, aku bisa jatuh cinta pada nya."


"Hahaha tidak papa bang, tapi aku mundur. Seperti yang abang katakan pasti kita ingin untuk memiliki."


"Hmmmm kau mundur?"


"Ya mau bagaimana lagi, tapi itu kan kalau. Abang tidak mempunyai perasaan pada Audiya kan?"


"Tidak, kau tenang saja, kau tau apa yang tidak ku berikan untuk mu," kata Harry.


"Hmmm sejak kapan kau bisa marah pada ku?"


"Hahaha iya juga, aku tidak pernah bisa, paling beberapa jam setelah nya aku sudah mendekati mu."


Bagaimana Harry bisa menyakiti perasaan Justin, mereka berdua benar-benar sangat dekat, kedekatan mereka berdua sudah terjalin dari kecil, Justin selalu ada untuk Harry dan begitu pun sebaliknya. Mengorbankan perasaan nya tidak buruk untuk saat ini.


Setelah berbicara dengan Justin. Harry masuk ke dalam ruang ganti, Ia melihat Audiya sudah tertidur di atas ranjang.

__ADS_1


"Dia masih marah pada ku," kata Harry.


Harry sudah berganti pakaian. Ia mendekati ranjang dan tidur di samping Audiya, rasa nya ada yang janggal di hati mereka berdua. Audiya sebenarnya belum tidur, ia tidak bisa tidur setelah bertengkar dengan Harry tadi.


Harry membalik tubuh nya dan memeluk Audiya. Ia sudah tidak bisa tidur tanpa memeluk seseorang.


"Maafkan aku," ucap Harry.


"Untuk apa meminta maaf, apa kamu merasa bersalah," tanya Audiya.


"Kamu belum tidur? aku sangat merasa bersalah pada mu, Justin dan juga diri ku sendiri."


"Lalu?"


"Jangan membahas nya, kamu percaya takdir kan, jika kita sudah berjodoh, mau bagaimana pun pasti kita akan bersatu, tetapi jika tidak. Kita tidak mungkin bisa bersatu," kata Harry.


"Aku ragu tapi aku berusaha untuk percaya itu," kata Audiya.


"Terimakasih sayang." Ini pertama kali nya Harry mengatakan kata sayang. Mereka berdua sama sama berharap apa yang mereka harapkan benar-benar terjadi. Sebesar apapun tembok yang menghalangi mereka berdua, akan rubuh jika mereka sudah di takdirkan bersama.

__ADS_1


Note :Maaf judul dan Cover di rubah. Ada beberapa masalah dari pihak Nt atau Mt. Jika masih tetap bermasalah akan author pindah kan ke lapak lain, terimakasih...


__ADS_2