Perjodohan Yang Aneh

Perjodohan Yang Aneh
Episode 20


__ADS_3

"Iya dan kami di dalam, kami baik baik saja," jawab Justin.


"Justin kau ikutan, kau masih kecil biarkan abang abang mu saja, ya sudah daddy makan dulu, di meja makan terlihat banyak makanan," ucap Kenzo sambil menahan tawa nya.


Di dalam kamar mandi mereka menatap Audiya bersama sama. Hal itu membuat Audiya takut dan malu pada mereka berlima. Sebenarnya Audiya tidak terlalu salah, mereka berlima saja yang terlalu ceroboh tidak mengunci pintu kamar mandi, padahal saat ini mereka bukan hidup berlima lagi seperti biasanya. Sudah ada Audiya istri mereka berlima.


"Keluar lah secara perlahan Audiya, hmmm buat seolah-olah tidak terjadi apa apa," kata Justin.


"Iya, maaf ya." Audiya pergi memungkinkan kamar mandi.


Ia keluar dari kamar mandi dengan aman dan selamat, ada satu harimau yang sangat baik pada nya. Audiya berjalan mendekati Kenzo yang sedang makanan masakan buatannya.


"Selamat pagi pah," ucap Audiya.


"Pagi lah sudah selesai, mana suami mu?"


"Mereka masih mandi pah, bagaimana masakan ku enak tidak?


"Oh masih mandi, enak sekali sayang, papah sangat suka. Maaf ya makan tanpa seizin mu," kata Kenzo.


"Tidak papa, aku sangat suka jika ada yang memakan masakan ku," ucap Audiya.


Audiya duduk bersama dengan papah mertua nya, ternyata Kenzo jauh lebih menyenangkan di bandingkan dengan anak anak nya. Hanya Justin yang memiliki sikap seperti Kenzo, jika kelima suami nya seperti ini, alangkah bahagia nya kehidupan nya nanti.


Tak lama kelima pria perkasa keluar dari kamar mandi, mereka berlima hanya memakai jubah kamar mandi, tanpa memakai pakaian lebih dulu mereka berjalan mendekati meja makan.


"Selamat pagi dad." Satu persatu dari mereka mencium tangan Kenzo.


"Kau sudah sembuh," tanya Kenzo.


"Sudah dong dad,aku harus sering berjalan," jawab Justin.

__ADS_1


"Bagus sayang, tapi jangan lupa ikat ini, burung kecil mu kelihatan." Kenzo mengikat jubah mandi itu yang memang belum terikat dengan kencang.


"Ah abang kenapa tidak memberitahu ku," rengek Justin.


"Hahaha mana kami tau, kau hanya bisa merengek seperti bayi," ucap Jack.


"Hahaha kalian itu saudara jangan bertengkar," kata Kenzo.


"Oh iya, Audiya kau kan pintar bekerja di perusahaan, kau bosa membantu Harry di perusahaan kan?"


"Membantu apa pah?"


"Kau tau Harry memang sangat tampan, jago bela diri tetapi dia itu tidak sepintar yang lainnya. Kau bisa membantu nya mengurus perusahaan selagi aku bercuti."


"Iya pah, Audiya bisa."


"Kenapa tidak Kevin saja dad, Kevin kan pintar," ujar Harry.


"Dia sedang melakukan riset dan proyek besar untuk masa depan perusahaan kita. Jadi kau jangan banyak membantah. Kau tau ketampanan mu tidak membuat mu kaya," ucap Kenzo.


"Daddy, abang bisa jadi artis," saut Justin.


"Diam anak daddy, kamu mau daddy hukum seperti abang mu ini," ucap Kenzo.


"Hehehe tidak," kata Justin.


Setelah selesai makan, satu persatu dari mereka meninggalkan meja makan, mereka harus pergi ke pekerjaan masing-masing. Saat ini hanya ada Justin, Harry dan Audiya yang tersisa. Justin belum bisa kemana mana karena ia belum sembuh 100 persen.


"Kau di rumah saja," tanya Harry,


"Ya mau kemana lagi, nanti aku meminta pacar ku datang," jawab Justin.

__ADS_1


"Tidak bisa di tempat ini ada CCTV. Jadi kau tidak bisa membawa sembarangan orang masuk ke dalam. Dari pada kau diam di rumah lebih baik kau ikut aku ke perusahaan, di sana juga ada Zyan," ucap Harry.


"Ya sudah lah." Justin memutuskan untuk pergi dengan abang nya, ia juga pasti akan merasa bosan jika harus di tempat ini sendiri.


Di dalam mobil. Harry memilih menyetir di depan sedangkan Audiya dan Justin di bangku belakang. Mereka berdua sudah kenal yang membuat mereka tidak canggung memulai pembicaraan.


"Kau masih berhubungan dengan nya," tanya Audiya.


"Masih lah, aku kan setia. Lalu bagaimana dengan mu, oh iya kau kan tidak punya pacar," jawab Justin.


"Iya aku memang jomblo kau puas," kata Audiya.


"Kau marah," tanya Justin.


"Tidak," jawab Audiya.


"Jangan marah, aku becanda."


"Ih siapa yang marah," kata Audiya sambil menjulur kan lidah nya.


"Hahaha kau seperti ular, Audiya ular."


"Justin." Audiya mencubit perut Justin.


"Ah sakit, hahaha kau ganas sekali." Justin mendekati perut Audiya dan mulai menggelitiki Audiya.


"Ahh hahahah Justin geli ahhkk jangan." Audiya berusaha menyingkirkan tangan Justin tetapi Justin tidak menyingkir juga.


Sampai tiba mereka berdua saling menatap. Ntah apa yang Justin pikir kan, ia mendekati bibir Audiya dan mengecup nya. Hal itu membuat mereka bertiga terkejut. Termasuk Harry yang memperhatikan mereka berdua sejak tadi.


"Justin," ucap Audiya.

__ADS_1


"Maaf aku tidak sengaja, aku tidak bermaksud, aku kebiasaan mencium pacar ku," kata Justin.


__ADS_2