Perjodohan Yang Aneh

Perjodohan Yang Aneh
Episode 37


__ADS_3

Malam hari nya, seperti biasa nya mereka memiliki kegiatan masing-masing. Harry pasti berada di ruang gym karena ia lebih senang berolahraga dari pada belajar. Justin berada di ruang kerja untuk mengerjakan beberapa tugas dari kakek nya sedangkan Audiya berada di ranjang, ia masih bingung siapa yang akan ia temani.


"Aku lihat Justin dulu lah, nanti kalau aku langsung ke Harry aku pasti di usir oleh nya."


Audiya berjalan masuk ke dalam ruang kerja. Ia membawa secangkir kopi dan makanan ringan untuk Justin.


"Sayang," ucap Audiya.


Justin menaikan alis nya, Audiya tidak pernah memanggilnya sayang sebelum nya. Justin benar-benar senang mendengar ucapan itu dari bibir istri nya.


"Kamu membawakan ku apa," tanya Justin sambil menarik Audiya ke pangkuan nya.


"Justin untung saja aku sudah meletakan minuman nya kalau tida pasti tumpah."


"Hahaha maaf sayang." Justin beberapa kali mengecup leher Audiya.


"Kamu jika ingin tidur, tidur dulu saja, aku masih banyak pekerjaan, kamu bisa tidur sambil memeluk abang, atau tidak pasti abang yang akan memeluk mu."


"Kami yakin? tidak perlu aku temani," tanya Audiya.

__ADS_1


"Tidak perlu sayang, sudah pergi lah."


Sebelum pergi meninggalkan Justin, Audiya meninggalkan kecupan manis agar Justin semakin semangat bekerja. Saat di luar ruangan Audiya membuang nafas nya dengan kasar, sandiwara nya sebagai istri yang baik telah selesai. Janji nya pada Harry yang membuat Audiya seperti itu. Saat masuk ke dalam ruang Gym mood Audiya langsung berubah sangat senang.


Diam diam Audiya memeluk Harry dari belakang yang sedang meregangkan otot-otot nya. Harry cukup terkejut mendapatkan pelukan dari Audiya.


"Audiya, jangan asal memeluk ku." Harry membalik tubuh nya."


"Hahaha kamu terlalu serius, kenapa setiap malam harus nge-gym, apa kamu tidak ingin rebahan sambil memeluk ku?"


"Aku bukan tipe pria yang seperti itu. Lihat wajah mu terkena keringat ku." Harry mengusap wajah Audiya dengan handuk nya.


"Sedang mengerjakan sesuatu di ruangan nya, aku sudah menemui nya, membawakan nya makanan dan minuman. Kata dia, jangan menunggu nya tidur, dia akan lama di dalam sana."


Harry berjalan ke arah sofa dan duduk sambil meminum air. Audiya yang sangat suka melihat suaminya bertelanjang dada terus saja lengket dengan Harry, padahal Harry sedang berkeringat.


"Harry aku tidak mau melakukan nya berdua lagi," ucap Audiya.


"Tidak akan, aku sudah tidak bisa menyentuh mu lagi. Tubuh mu hak Justin," kata Harry.

__ADS_1


"Aku hanya ingin melakukan nya dengan mu." Audiya memeluk Harry.


"Kau tau, semakin kau memeluk ku, semakin teriris hati ku. Jangan membuat perasaan ini semakin besar Audiya, cukup jangan buat aku semakin sadar jika aku mencintaimu." Harry melepas paksa pelukan itu.


"Kalau begitu jangan paksa aku untuk menikah dengan Justin saja. Kenapa aku tidak bisa memilih hidup dengan pria yang aku cintai."


"Akan aku katakan pada Justin kita saling mencintai." Audiya beranjak dari tempat nya.


Dengan cepat Harry menarik Audiya dan langsung mencium bibir Audiya. Ia membawa Audiya ke meja di ruangan itu.


"Jangan membuat hubungan kami rusak Audiya. Aku masih bisa menahan rasa sakit ini, tapi aku tidak bisa melihat rasa sakit yang adik ku rasakan, aku tidak bisa melihat nya meneteskan satu air mata pun karena ulah ku."


Harry kembali mencium Audiya, ntah sejak kapan tangan Harry bergerak melepaskan pakaian bawa milik Audiya. Ia juga menurun kan celana nyadan siap untuk melakukan penyerangan.


Lagi dan lagi mereka berdua menebar kasih tanpa sepengetahuan Justin. Harry melakukan nya dengan cepat hanya untuk membuat Audiya tenang, sebelum benih nya keluar, Harry sudah selesai melakukan nya, Audiya sudah mendapatkan pelepas nya sudah cukup membuat Audiya tenang.


"Harry!!!"


"Jika kau hamil anak ku, itu akan jauh lebih kacau," kata Harry.

__ADS_1


"Harry kamu tidak cemburu, Justin menyentuh ku, melakukan yang kau lakukan padaku. Bahkan bibir ini sudah pernah merasakan barang nya. Jika kamu tidak merasakan rasa itu sedikit pun. Kamu memang tidak memiliki perasaan kepada ku" Audiya mengambil pakaian nya dan pergi meninggalkan tempat itu.


__ADS_2