Perjodohan Yang Aneh

Perjodohan Yang Aneh
Episode 31


__ADS_3

Sekarang giliran Justin, yang sudah siap di posisinya. Audiya hanya menggelengkan wajah nya melihat Justin yang sudah bersiap siap. Ia baru mengalami pelepasan dasyat yang membuat bagian intinya masih berdenyut.


"Justin." Audiya mencengkram punggung Justin. Meskipun sudah di buka dengan Harry, tetap saja Audiya merasakan sakit saat benda baru kembali masuk ke dalam. Bentuk mereka berdua memang juga sedikit berbeda, dengan milik Justin lebih bengkok ke atas.


"Enak bang, aku suka." Justin menggempur Audiya dengan sepenuh tenaga nya. Harry hanya tersenyum melihat kegilaan Justin. Suara tangisan Audiya berserta suara enak terdengar bersautan.


Justin juga banyak berganti gaya. Ia membalik tubuh Audiya dan melakukan nya dari belakang. Berbeda dengan Harry yang hanya satu gaya saja.


Setelah beberapa jam setelah pertempuran itu, mereka bertiga berpelukan dengan Audiya di tengah mereka. Kekalahan satu kata yang mereka rasakan saat ini. Terutama Audiya yang harus merasakan gempuran yang berbeda, ia juga harus melayani dua pria berbeda dengan cara bermain yang berbeda pula.


"Abang, besok kita bersama sama ya, kalau sendiri sendiri seperti tadi lama, aku tidak tahan," kata Justin.


"Iya ya ya."


Mereka bertiga istirahat beberapa saat. Sebelum yang lainnya pulang ke rumah, Justin dan Harry kembali membersihkan diri mereka berdua. Harry baru sadar apa yang ia lakukan tadi. Semua nya benar-benar gila, tapii ntah kenapa ia sangat suka dengan kegilaan ini.


"Audiya belum bangun," tanya Justin.


"Belum, mungkin dia sangat kelelahan," jawab Harry.

__ADS_1


"Bang tadi ada darah di sprei," kata Justin.


"Itu darah kesucian nya, kita yang mendapatkannya," ucap Harry,


"Tadi kau pakai mulutnya, bagaimana rasa nya," tanya Harry.


"Jangan di tanya, aku sangat suka. Tapi aku lebih suka di bagian intinya, ah aku ingin lagi, benar-benar enak....." Justin benar-benar seperti ketagihan.


Sebenarnya Harry juga seperti itu terapi ia hanga malu saja.


Audiya bangun dari tidur nya. Tubuh nya seperti remuk se remuk nya. Mulut nya keram, bagian intinya perih dan masih berdenyut, seperti nya ia tidak bisa berjalan kali ini.


"Ah aku gila, kenapa tadi aku tidak berdaya di hadapan mereka," batin Audiya.


Justin dan Harry keluar dari kamar mandi. Mereka mendekati Audiya yang masih berbaring di atas kasur.


"Kamu sudah bisa bangun," tanya Justin.


"Seperti nya tidak," jawab Audiya.

__ADS_1


"Aku bantu ya ke kamar mandi, sprei nya mau di ganti abang," kata Justin.


"Iya."


Justin menggendong Audiya ke kamar mandi, tubuh polos Audiya kembali terlihat dengan jelas oleh mereka berdua. Di dalam kamar mandi. Mereka berdua masuk ke dalam badhup bersama. Awal hanya ingin memberikan Audiya berendam tetapi ia berpikir seperti nya berendam berdua lebih menyenangkan.


"Apa tadi menyenangkan," tanya Justin.


"Bagaimana aku menjawab nya," kata Audiya.


"Ini mu besar sekali." Justin kembali meremas nya


Di luar Harry telah mengganti sprei yang baru, ia bingung kenapa adik nya tidak kunjung keluar dari kamar mandi. Harry kembali masuk ke dalam kamar mandi, ia menggelengkan kepalanya melihat Justin memeluk Audiya di badhup.


"Abang sini gabung," kata Justin.


"Tidak, aku keluar saja."


"Abang tidak boleh, sini tidak." Justin memaksa Harry bergabung dengan nya, ntah kenapa jika bersama sama Justin merasakan rasa kesenangan yang berlipat-lipat rasa nya. Karena paksaan itu Harry ikut masuk ke dalam badhup yang ukurannya sudah di sesuaikan untuk mereka berenam.

__ADS_1


__ADS_2