Perjodohan Yang Aneh

Perjodohan Yang Aneh
Episode 30


__ADS_3

Awalnya Audiya hanya diam, tetapi pesona Harry benar-benar tidak bisa terhindarkan. Perlahan Audiya meletakkan tangan nya di atas dada Harry, dan Harry mengalungkan tangan nya di tengkuk leher Audiya. Kegiatan itu berlangsung cukup lama, Harry sudah tidak memperdulikan lagi rasa malu nya, karena khayalan nya tadi Harry menjadi ganas seperti ini.


Justin ikut masuk ke dalam sana, ia tersenyum melihat mereka berdua sedang melakukan hal yang ia inginkan. Justin berjalan mendekat dan memeluk Audiya dari belakang. Ia melepaskan tangan Harry agar bisa menelusuri tengkuk leher Audiya. Audiya kebingungan saat mendapatkan serangan dari dua arah sekaligus.


Satu persatu apa yang kancing baju Audiya lepas dari tempat nya, tangan Justin benar-benar bergerak dengan lincah. Nafas Audiya naik turun dengan sangat cepat, ia sudah tidak bisa mengendalikan diri nya lagi.


Saat Harry melepaskan tautannya, Audiya menarik nafas nya dengan panjang, ia hampir kehabisan nafas karena Harry. Dari belakang ia di kekap oleh Justin dari depan ia di dempet oleh Harry, depan belakang ia merasakan benda keras yang siap menyerang nya.


"Kalian mau apa," tanya Audiya.


"Kamu masih bertanya sayang." Justin memberikan tanda merah di leher Audiya.


"A***h."


"Justin," ucap Harry.


"Kenapa bang, jangan tanggung," kata Justin.


"Kamu pilih aku atau abang Harry," tanya Justin.


"Aku...


"Katakan sekarang," ucap Harry.


"Aku pilih...

__ADS_1


"Tidak ada pilihan, kau harus melayani kami berdua." Justin melepaskan baju Audiya. Sedangkan Harry menarik celana yang Audiya kenakan. Saat ini Audiya hanya tinggal memakai d*laman saja.


"Bang jangan di sini," kata Justin.


"Di ranjang saja," ucap Harry.


Justin menarik Audiya ke gendongan nya, ia membawa Audiya keluar dari kamar mandi. Harry yang sudah hilang pikiran berjalan mengikuti Justin, kali ini ia seperti di kendalikan Justin begitu saja.


Justin melemparkan Audiya ke atas ranjang. Ia menunggu abang nya yang masih berjalan mendekati nya.


"Kalian ingin melakukan nya berdua," tanya Audiya


"Aku atas abang bawa," ucap Justin.


"Terlentang sayang," ucap Justin.


Audiya hanya bisa mengikuti kemauan mereka berdua. Seperti nya kesucian nya akan hilang malam ini juga.


Justin melepaskan kaca mata Audiya dan Harry menurunkan bagian pertahanan Audiya. Mereka berdua sama sama melihat benda sejarah yang harus segera di rasakan.


Tanpa malu malu dan ragu. Mereka berdua menyerang Audiya bersamaan. Balon kembar Audiya di babat habis oleh Justin, Justin seperti bayi yang sedang kehausan. Sedangkan Harry masih mencium sekitar p*ha Audiya, ia belum berani menyentuh bagian inti sana. Harry sangat senang Audiya membersihkan bagian intinya dari hutan karena memang milik nya juga bebas dari hutan.


"Harry." Audiya tersentak kaget saat Harry mulai melahap bagian intinya. Dua tempat sensitif nya sedang dinikmati dua orang sekaligus.


"Hnmmm." Suara Audiya memenuhi ruangan itu.

__ADS_1


"Hnmm Justin Harry, perlahan hmmmm." Badan nya seperti cacing kepanasan yang tidak bisa berhenti bergerak, merasakan rasa nikmat yang sangat luar biasa. Baru beberapa menit tubuh Audiya bergetar dan ia mendapatkan pelepasan pertama nya.


"Abang dulu," kata Justin sambil melepaskan celana d*lam nya. Ia juga sudah siap dengan sosis yang berdiri tegak. Begitu juga dengan Harry.


Mata Audiya terbelalak saat melihat dia benda besar itu, rasa nya Audiya seperti ingin di serang dua rudal yang sangat besar. Kemungkinan besar milik Harry sepanjang 25 cm berbeda tipis dengan Justin yang mungkin 23 cm. Sama sama mampu mengoyak bagian intinya.


"Kau yakin," tanya Harry.


"Iya bang, kalau punya abang sudah masuk punya ku juga akan lebih mudah masuk, lagi pula bagian atas juga ada," jawab Justin.


Harry salah besar tentang adik nya itu, ternyata Justin tidak sepolos yang ia pikirkan.


Harry menekuk kaki Audiya, ia memposisikan posisi yang tepat, begitu juga dengan Justin yang mengarahkan tangan Audiya ke ** nya. Audiya tidak bisa berkonsentrasi, bagian bawa ia sedang akan di coblos dan bagian atas ia harus memuaskan Justin.


"Sakit, jangan Harry, Harry....." Teriak Audiya, tangan nya melepaskan sosis Justin. Ia tidak bisa melakukan nya karena merasakan rasa sakit yang luar biasa. Tetapi belum sempat ia berteriak mulut nya sudah tersumpal benda besar Justin.


Sekali dorongan kuat membuat Harry mengoyak bagian bawa sana, ia berhasil melakukan nya dengan baik. Suara mereka bertiga memenuhi ruangan ini.


"Aku ingin bang," ucap Justin.


"Tunggu sebentar." Setelah kurang lebih 1 jam menggempur di bawa sana akhirnya Harry memuntahkan benih nya. Ia langsung menyingkirkan dan memberikan Justin melakukan nya. Mereka belum menemukan cara untuk melakukan nya sekaligus.


Hahaha bagaimana suka tidak? kalau lolos kalian beruntung, kalau tidak akan di hapus dan di revisiπŸ₯²πŸ˜—πŸ˜—πŸ˜˜πŸ˜˜


Sudah dalam beberapa kali editan kalau tak. lolos ya sudah lahh..

__ADS_1


__ADS_2