Perjodohan Yang Aneh

Perjodohan Yang Aneh
Episode 21


__ADS_3

"Dasar bocah," ucap Harry.


"Maaf Audiya, aku benar-benar tidak sengaja lah," kata Justin.


Audiya bingung harus marah tidak pada Justin, Justin suami nya mencium istri sendiri tidak lah sebuah kesalahan, bahkan Justin dapat melakukan hal lebih dari hanya sekedar berciuman saja.


"Lain kali jangan seperti itu," ucap Audiya.


"*Iya maaf," kata Justin.


"Anak itu bisa bisa nya mencium Audiya dengan semudah itu," batin Harry.


"Abang tidak papa kan," tanya Justin.


"Kenapa kau bertanya seperti itu, apa masalahnya pada ku."


"Tapi abang terlihat marah dan kesal, tadi abang menggunakan nada tinggi."


"Itu hanya perasaan mu saja." Harry kembali mengubah ekspresi nya menjadi datar.


Sesampainya di perusahaan, Harry dan Justin membawa Audiya masuk ke dalam ruangan utama, di sana mereka akan mengerjakan beberapa yang Kenzo berikan. Sebenarnya hanya Harry yang harus mengajarkan pekerjaan itu tetapi Harry tidak terlalu pintar yang membuat nya memerlukan bantuan orang lain.


"Kau kan wanita karir, pasti muda bagi mu," kata Justin.


"Setiap perusahaan tidak sama Justin, aku harus mempelajari nya sesaat," ucap Audiya.

__ADS_1


"Kalau tidak bisa bilang saja," kata Harry.


"Abang kata dia akan mempelajari nya, emang abang bisa, abang saja selalu menghubungi Niall," ujar Justin.


Harry memberikan tatapan tajam pada Justin, bukannya takut Justin malah menjulurkan lidah nya. Ia tau abang nya itu tidak mungkin berani melakukan apapun pada nya. Selagi kakak adik itu bertengkar, Audiya mempelajari berkas yang Harry kerjakan. Berkas itu tidak terlalu sulit untuk nya, ia hanya kagum dengan apa yang ada di dalam berkas itu.


"Aku sudah mengerti," kata Audiya.


"Nah kan dia memang pintar, tidak seperti mu. Audiya kerjakan lah, aku yakin kau pasti bisa," ucap Justin.


"Iya akan aku kerjakan semaksimal mungkin."


"Jika salah kau berurusan dengan ku," kata Harry.


Selagi Audiya mengerjakan berkas itu, Harry mengambil berkas yang lainnya untuk ia kerjakan. Karena otaknya yang memang tidak seencer yang lainnya. Harry kembali mengalami kesulitan, apalagi ada beberapa hal yang menganggu otak nya, seperti adegan saat Justin mencium Audiya dengan sangat mudah. Ia saja yang berciuman dengan tidak sengaja sudah membuat diri nya hampir meledak.


"Ah sulit sekali," ucap Harry.


Audiya mendengar hal itu, ia berjalan mendekati Harry untuk membantu Harry. Tanpa sepengetahuan Harry, Audiya membaca bekas itu.


"Ini begini, disini." Audiya menunjuk dan membantu Harry mengerjakan nya.


Harry belum sadar jika Audiya yang membantu nya, baru beberapa detik setelah itu baru lah ia sadar. Harry malah diam sambil menatap ke arah Audiya, ia cukup kagum dengan kepintaran yang Audiya miliki. Sesekali bola mata nya turun ke arah bibir Audiya, bagaimana Justin tidak langsung mencium nya, bibir itu terlihat sangat seksi dan menggoda nya.


"Doar." Justin mengejutkan Audiya dan Harry.

__ADS_1


"Justin," bentak Harry.


"Hahaha maaf, biasa saja memandang nya," kata Harry.


"Kau pergi, jangan menganggu pekerjaan ku," ucap Harry.


"Hahaha siap bos, aku ke tempat Zyan saja, di sana pasti ada berita baru tentang wanita," kata Justin sambil berjalan perlahan meninggalkan tempat itu. Saat ini hanya tinggal Harry dan Audiya berdua di dalam ruangan itu.


"Sudah mengerti," tanya Audiya.


"Belum," jawab Harry.


"Dia memang sangat tampan, tapi otak nya cukup lemot," batin Audiya.


Audiya mengambil kursi dan duduk di dekat Harry, ia kembali menjelaskan semuanya secara terperinci agar Harry mengerti. Secara perlahan Harry mulai bisa mengerti, ia cukup terbantu dengan ada nya Audiya disini. Selagi Harry mengerjakan apa yang ia jelaskan, Audiya juga melanjutkan tugas nya yang belum selesai.


Di tempat lain, Jack bertemu dengan seorang wanita, siapa lagi jika bukan kekasih nya. Ia sudah mendapatkan maaf dari kekasihnya karena memutuskan kekasihnya secara mendadak di telepon.


"Sayang, kamu kenapa, tidak senang bertemu dengan ku," tanya Jack.


Audrey melirik kearah Jack, ia ingin mengatakan sesuatu, tetapi ia takut sesuatu itu membuat Jack marah pada nya. Jack duduk di dekat Audrey, ia mendekati bibir Audrey dan mencium nya dengan lembut. Ia pikir Audrey seperti itu karena masih marah pada nya.


"Maafkan aku, aku terpaksa melakukan hal itu, aku akan menikahi mu setelah semua nya selesai."


"Aku ingin memberitahu mu suatu hal sayang."

__ADS_1


"Apa itu, apa ada hal penting yang membuat mu seperti ini?"


"Aku hamil."


__ADS_2