
"Ini pertama kali nya aku jatuh cinta, tapi kenapa begitu menyakitkan, kenapa semua nya seperti tidak adil." Audiya mencium dada bidang Harry. Ia ingin selalu mengingat wangi dan kokoh nya dada bidang ini sebelum semua nya pergi untuk selama nya.
"Kau semakin membuat ku sulit untuk melupakan mu. Kata orang cinta pertama itu menyenangkan tetapi kenapa sangat menyakitkan." Harry memejamkan mata nya sambil mencium rambut Audiya.
Mereka berdua keluar dari ruang ganti untuk makan malam. Tidak ada yang romantis pada makan malam kali ini, mereka berdua fokus dengan pikiran masing-masing. Untuk mengunyah satu makanan saja membutuhkan waktu yang cukup lama.
"Harry," ucap Audiya.
"Hmmm iya, ada apa?"
"Kamu kerja dimana," tanya Audiya.
"Aku memiliki proyek di sebuah pulau," jawab Harry.
"Pulau, dimana itu kami bisa kesana untuk mengunjungi mu."
"Untuk apa? memperlihatkan kemesraan mu dengan Justin? aku pergi juga untuk menghindari kalian berdua," kata Harry.
"Kenapa apa yang aku lakukan serba salah di mata mu, jika kamu tidak ingin melihat hal itu cukup terima ku sebagai istri mu. Biarkan aku memilih mu."
"Audiya sudah aku sangat lelah, aku sudah malas membicarakan masalah ini, yang akan terjadi biarlah terjadi Audiya."
__ADS_1
Mereka berdua kembali diam, Audiya dan Harry sama sama lelah dengan semua permasalahan yang mereka berdua hadapi.
Hari yang paling di tunggu datang juga. Semua orang sudah berkumpul kembali dalam satu atap yang sama. Audiya kembali bertemu dengan kelima suami nya, tidak ada yang berubah di antara mereka berlima. Harry dan Andy yang tetap tidak banyak berbicara. Jack dan Kevin yang sangat aktif serta Justin yang selalu menjadi korban kejahilan abang abang nya. Audiya benar-benar sangat takut merusak persaudaraan yang sangat kuat ini.
"Seperti nya aku tau siapa yang akan di pilih Audiya," kata Kevin.
"Harry," tanya Andy.
"Ya benar Harry," saut Jack.
"Tidak, Justin dan Audiya sudah saling mencintai," ujar Harry.
"Hanya abang Harry yang mengerti aku, kalian bertiga tidak ada yang mengerti aku."
"Hahaha kami bercanda, sudah jangan ngambek seperti itu. Kau yang paling muda di sini tetapi kau yang cepat mendapatkan jodoh," ujar Jack.
Tak lama Kenzo datang ke tempat itu, mereka berenam langsung berkumpul untuk mendengar jawaban dari Audiya meskipun mereka tau sudah tau siapa yang akan Audiya pilih.
"Sudah makan saja dulu," kata Kenzo.
"Kami sudah makan dad," ucap Kevin
__ADS_1
"Oh begitu, sebelum nya aku ingin membahas masalah Jack, Jack pacar mu hamil?"
"Iy.. iya dad tapi itu bukan anak ku," jawab Jack.
"Kau yakin itu bukan anak mu?"
"Sangat yakin dad, jangan kan membuat nya hamil aku saja masih perjaka," kata Jack.
"Oh jadi yang sudah hilang keperjakaan nya hanya Harry dan Justin," ucap Kenzo.
"Apa!!!."
"Hahaha maaf bang, aku bergerak lebih cepat," ucap Justin.
"Harry, kau sudah melakukan nya, hahaha awal nya saja kau menolak," kata Kevin.
"Sudah sudah Audiya siapa yang kamu pilih, sudah ada jawaban nya kan," tanya Kenzo.
"Hahaha kalian semua sudah tau jawabannya, kenapa bertanya lagi," ujar Kevin..
"Harry."
__ADS_1