Perjodohan Yang Aneh

Perjodohan Yang Aneh
Episode 9


__ADS_3

"Daddy," ucap Justin.


"Kenapa dengan mu, daddy yang punya anak kau yang sibuk," tanya Kenzo.


"Bukan begitu, tapi kasihan mommy, melahirkan lagi melahirkan lagi. Lagi pula si twins juga masih kecil," jawab Justin.


"Mereka sudah besar, malahan mereka senang mendengar kabar ini, sudah jangan ikut campur dengan hal pribadi daddy," kata Kenzo.


"Hadeh, ya sudah lah terserah ayah, kalau aku mah sudah bosan memiliki adik, dan aku belum mau mempunyai anak," ucap Justin.


"Kenapa tidak mau, jika kau sudah merasakan nya pasti kau akan ketagihan," kata Kenzo.


"Aku sudah merasakan nya, biasa saja," ucap Justin.


"Apa!! kau sudah tidak perjaka lagi." Kenzo memberikan tatapan tajam pada Justin, ia tidak pernah mengajarkan anak anak nya untuk *** di luar pernikahan, jika sudah ingin lebih baik menikah saja. Toh tidak ada yang perlu di pikirkan lagi, tidak perlu takut memikirkan masa depan karena mereka berasal dari keluarga kaya raya.


"Tidak dad, aku bercanda, jangankan untuk melakukan hal itu, untuk izin ke luar rumah saja susah sekali," kata Justin.


Saat sedang asik berbincang. Harry datang mendekati mereka, hari ini jadwal Harry menjaga Justin, ia memilih hari ini karena Harry selanjutnya ia tidak bisa menjaga Justin.


"Abang," ucap Justin.


"Kau sudah makan," tanya Harry.


"Sudah tadi dengan Zayn," jawab Justin.


"Ya sudah abang mu sudah datang, ada Zayn juga aku pergi dulu, Zayn aku akan berbicara dengan ayah mu, semoga saja dia dapat mengerti," kata Kenzo.


"Iya paman terimakasih," ucap Zayn.

__ADS_1


Kenzo pergi meninggalkan tempat itu, dengan cepat Justin langsung bertanya tentang calon istri mereka nanti, Justin sangat penasaran bagaimana calon istri nya nanti.


"Jadi bagaimana bang, tipe mu bukan?"


"Hmmmmm.... tidak," kata Harry.


"Ah kau aneh, kenapa tidak bang. Apa dada nya besar?"


"Iya," ucap Harry.


"Putih, cantik dan seksi," tanya Justin.


"Iya, aku rasa dia tipe mu," jawab Harry.


"Kalau aku yang enak enak dengan nya bagaimana? hahaha itu sangat lucu."


"Ya tidak papa, silakan saja, tapi apa burung mu sudah kuat?"


"Kau diam, kau tidak tau apa apa," ucap Harry.


"Hahaha maaf maaf, jangan marah begitu Justin, tapi aku benarkan, pasti kencing mu belum lurus," kata Zayn.


"Ada benar nya juga, apa kau sudah mimpi basah?"


"Belum," jawab Justin.


"Justin, usia mu sudah 19 tahun dan kau belum pernah mimpi basah," ucap Harry.


"Kau tau Justin, aku malah hampir setiap bulan mimpi basah," kata Zayn.

__ADS_1


"Itu karena otak mu kotor, bagaimana mimpi basah bang?"


"Sudah tidak perlu aku jelaskan, nanti juga kau akan tau. Zayn jangan mempengaruhi otak nya," ucap Harry.


Audiya kembali pulang ke rumah dengan tubuh yang terasa lemas. Ia tidak tau apa yang terjadi kedelapan pada diri nya. Mungkin kah ia akan di gilir oleh pria pria itu, jika terus memikirkan semua nya memang terasa sangat pusing.


"Ah kenapa hidup ku terasa sangat mengenaskan," kata Audiya.


Audiya membayangkan wajah Harry yang sedari tadi menghiasi otak nya. Harry benar-benar seperti pria yang selam ini ia idamkan. Tetapi saat di ingat ingat Audiya menjadi ingat seseorang yang pernah ia temui beberapa hari lalu. Ia berusaha mengingat siapa seseorang itu.


"Justin," ucap Audiya.


"Ya ya ya itu mirip dengan nya. Ketampanan mereka berdua memang terasa di atas rata rata. Aku rasa pria itu saudara nya Justin."


Beberapa minggu telah berlalu pernikahan semakin dekat saja. Semua nya sudah di persiapkan dengan sangat matang. Justin juga sudah kembali pulang ke rumah dengan di bantu dengan kursi roda. Ia merasa seperti seorang raja karena abang abang nya benar-benar memperhatikan nya saat sedang sakit seperti ini, rasa nya ia ingin seperti ini dengan lama.


"Pernikahan di lakukan lusa, aku sangat deg deg kan," kata Justin.


"Kenapa kau deg deg kan, bagaimana para pacar mu?"


"Hahaha mereka sudah aman terkendali, aku Justin aku bisa melakukan hal yang aku suka, wanita sangat muda aku taklukan," kata Justin.


"Kau sangat sombong sekali ya," ucap Liam.


"Hahaha pacar kalian bagaimana," tanya Justin.


"Sama dengan mu, kami sudah menangani mereka dengan baik," jawab Louis.


"Bagaimana dengan Harry," tanya Niall.

__ADS_1


Harry sedang berada di sebuah mall untuk bertemu dengan seseorang. Seseorang artis papan atas yang sejak kecil sudah dekat dengan nya. Mereka berdua tidak berpacaran tetapi memang sangat dekat seperti layaknya pasangan.


"Aku sangat merindukan mu." Prilly memeluk Harry dengan sangat erat. Beberapa kecupan juga mendarat di wajah tampan Harry. Hanya Prilly seorang yang bisa melakukan hal itu pada Harry.


__ADS_2