
Waktu nya untuk tidur, Harry pikir mereka tidur dengan posisi seperti kemarin, ia di samping Justin dan Audiya tetapi Justin meminta ia berada di paling pinggir membuat Audiya berada di tengah tengah mereka berdua.
"Kenapa kau di pinggir sana," tanya Harry.
"Sekarang aku mudah sekali ingin membuang air, agar tidak mengganggu kalian aku di pinggir sini saja lah," jawab Justin.
"Seperti nya hanya alasan mu," batin Harry.
"Hahaha aku ingin melihat mu memeluk nya bang, kau kan suka memeluk seseorang kalau tidur, kalau tidak ada aku siapa yang kau peluk, Kevin? dia akan melemparkan mu," batin Justin.
Audiya yang sudah sangat mengantuk tidak berpikir panjang, ia langsung memejamkan mata nya di tengah tengah pria tampan yang sedang saling berdebat.
"Sudah lah, ayo tidur. Jika Justin di tengah ia akan kesulitan ke kamar mandinya," kata Kevin.
"Good night." Justin mematikan lampu dan mereka mulai tertidur dengan nyenyak. Hanya ada lampu tidur saat ini, jadi apa yang Harry dan Justin lakukan masih bisa terlihat dengan samar samar.
Baru beberapa menit berlalu Harry sudah mencari seseorang untuk ia peluk, awal nya ia memeluk Kevin tetapi Kevin malah menepis nya. Dengan mata yang masih terpejam Harry memeluk bantal guling di dekat nya. Hal tak terduga terjadi, Justin malah memeluk Audiya, mereka berdua sama sama tertidur dah tidak tau apa yang terjadi. Tanpa di duga lagi terjadi lagi, bantal guling melayang dan Harry bergabung bersama Justin dan Audiya. Satu wanita di peluk dengan dua orang sekaligus.
__ADS_1
Tengah malam Audiya terbangun dari tidur nya, ia merasakan tubuh nya yang seperti tertimpa beban yang cukup berat. Saat membuka mata nya bertapa terkejut nya Audiya melihat wajah dia pria tampan di sisi samping wajah nya, ke kanan ia akan melihat Harry dan jika ke kiri yang akan melihat wajah Justin.
"Apa yang harus aku lakukan," batin Audiya yang sangat kebingungan.
Tangan Justin mulai nakal mengusap ngusap perut Audiya, bahkan sejak tadi tangan Justin sudah berada di dalam pakaian Audiya. Ia tidak bisa bergerak karena dua pria itu benar-benar memeluk nya denger erat.
"Apa yang harus aku lakukan," batin Audiya.
Berbeda dengan Justin, tangan Harry tampak bergerak ke atas dada nya, tidak tau apa yang terjadi sampai Harry bisa mengusap ngusap dada nya Kebiasaan Audiya ia tidur tidak pernah memakai dalaman, karena tidak sehat untuk nya.
"Ah," desah Audiya.
"Harry," ucap Audiya.
Beberapa kali Audiya memanggil Harry tetapi Harry tidak dengar, yang terbangun malah Justin.
"Kamu kenapa," bisik Justin.
__ADS_1
"Tangan nya," mereka berdua saling berbisik.
"Hihihi abang nakal, seperti nya dia sedang mimpi enak." Tangan Justin bergerak memegang bagian bawa sana, dan benar saja bagian bawa saja sudah basah.
"Dia mimpi enak," kata Justin.
"Tolong singkirkan, tangan ku kejepit tubuh kalian berdua," ucap Audiya.
"Tidak papa, kau istri kami kan, bukan nya hal. itu sudah menjadi tugas seorang istri, jadi diam saja lah, kasihan abang," kata Justin.
"Justin aku mohon."
Justin menyingkirkan tangan Harry, tetapi malah tangan nya yang bergantian berada di sana.
"Ah Justin."
"Suara nya seperti yang aku mimpikan," batin Justin.
__ADS_1
Baru saja menyingkirkan tangan Harry kembali lagi ke sana, kali ini ada dua tangan berada di atas sana.