Perjodohan Yang Aneh

Perjodohan Yang Aneh
Episode 25


__ADS_3

"Ehmmm." Kenzo masuk ke dalam ruangan itu.


"Daddy." Dengan cepat Justin melepaskan pelukannya.


"Kalian sedang di kantor, jika ingin bermesraan di rumah saja."


"Daddy sudah sejak tadi di sini," tanya Harry.


"Tidak ah, baru saja datang, ada apa?"


"Tidak ada, bagaimana mommy? kenapa daddy bisa datang?" Harry memberikan kode agar Justin menghapus semua nya, begitu juga dengan rekaman asli nya.


"Mommy baik baik saja, mood nya sedang baik jadi daddy bisa datang," kata Kenzo.


"Aku ke kamar mandi dulu." Justin mengerti kode dari Harry dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Kenzo datang hanya ingin melihat pekerjaan yang Harry lakukan, beberapa kali Harry melakukan kesalahan besar. Tetapi kali ini Kenzo tidak melihat Harry melakukan kesalahan hari ini.


"Ini pekerjaan siapa?"


"Pekerjaan ku lah, sudah bagus kan?"


"Sudah sangat bagus. Audiya kau bisa membantu nya terus ya, kau bisa di andalkan," kata Kenzo.


"Harry wajah mu." Kenzo melihat bekas lipstik di wajah Harry. Saat melihat bibir Audiya sudah terlihat dengan jelas jika itu bekas bibir Audiya.


"Ahhh, aku ke kamar mandi dulu." Harry benar-benar malu dengan daddy nya, ia jadi ketahuan jika Audiya habis mencium nya.


Di dalam kamar mandi Harry berusaha membersihkan wajah nya dari lipstik Audiya tetapi percuma saja, lipstik itu tidak kunjung menghilang.


"Ah kenapa tidak bisa menghilang."


"Ah ah ah." Terdengar suara aneh di kamar mandi.


Harry penasaran dengan apa yang ia dengar. Perlahan Harry mengintip Justin di dalam sana.

__ADS_1


"Kurang ngajar dia olahraga lima jari," batin Harry.


"Justin." Harry menangkap basah Justin.


"Abang." Justin hanya bisa nyengir kuda, ia ingin menyelesaikan apa yang ada di dalam mimpi nya tadi.


"Jangan lanjutkan, ayo keluar." Harry kembali menutup pintu kamar mandi itu. Ia kembali fokus pada lipstik di wajah nya.


"Kenapa tidak bisa menghilang," ucap Harry.


"Kenapa bang?"


"Ini tidak bisa hilang," ucap Harry.


"Aku bantu ya," kata Justin.


"Tangan mu sudah suci kan," tanya Harry.


"Sudah aku cuci, bang aku tadi mimpi enak, apa itu mimpi basah," hanya Justin sambil membersihkan wajah Harry.


"Iya itu tanda kalau kau sudah dewasa."


"Aku tidak percaya, kau saja punya banyak pacar," ucap Harry.


"Ntalah aku ingin mendekati nya," kata Justin.


"Tidak bisa hilang." Harry semakin kesal karena lipstik di wajah nya tidak bisa hilang.


"Kita tanya saja pada Audiya," ucap Justin.


Mereka berdua keluar dari kamar mandi bersama sama. Di sana masih ada Audiya dan Kenzo yang tengah membahas pekerjaan.


"Kenapa Harry," tanya Kenzo.


"Audiya bagaimana cara menghilangkan nya," tanya Harry.

__ADS_1


"Pakai ini, tadi aku ingin mengatakan nya tapi kamu sudah berlari lebih dulu ke kamar mandi," jawab Audiya.


"Duduk biar istri mu yang membantu mu," kata Kenzo.


Tanpa banyak berbicara Harry duduk di sofa. Dengan cepat Audiya membantu Harry membersihkan wajahnya dari lipstik. Hal itu membuat Justin dan Kenzo tersenyum, karena memang mereka berdua tidak pernah melihat Harry seperti ini pada seseorang wanita.


Sore hari nya, mereka bertiga pulang ke penhose, seperti tadi pagi, Harry yang menyetir dan di belakang ada Justin serta Audiya. Justin sedang berbaring di atas paha Audiya, ia meminta Audiya memijat kepala nya yang sedang terasa pusing.


"Bagaimana enak," tanya Audiya.


"Enak, jauh lebih baik, terus Audiya," jawab Justin.


Wajah datar Harry tidak berubah saat melihat momen itu, tetapi hati nya sedikit mengalami perubahan, ia tidak cemburu tetapi ia seperti ingin berada di posisi Justin. Ia cukup iri dengan Justin yang mudah bergaul.


"Audiya kau jadi istri ku saja lah," kata Justin.


"Kalau bisa memilih aku mau," ucap Audiya.


"Hahaha iya kan, kita sudah kenal, kita lebih nyambung, kita hanya perlu menyesuaikan diri saja."


"Hahaha tapi juga hidup tidak seperti yang kita harapkan," ucap Audiya.


Tangan Justin mengusap wajah Audiya, ia tersenyum lebar saat melihat wajah Audiya yang ternyata memang sangat cantik. Tanpa di duga Harry menginjak rem mendadak karena ada mobil di depan sana.


Bruak.... Justin terjatuh dari atas pangkuan Audiya.


"Abang," teriak Justin.


"Maaf ada mobil, kau pulak kenapa tidak duduk dengan benar."


"Kaki mu tidak papa kan?"


"Tidak, tapi tetap saja sakit, kau sangat kejam pada ku," kata Justin.


"Aku tidak sengaja, sudah duduk lagi, jangan aneh aneh," ucap Harry.

__ADS_1


"Aku bantu.x Audiya memegang tangan Justin agar Justin bangkit dari bawah sana.


"Eh maaf," tanya sengaja Justin memegang dada Audiya.


__ADS_2