Perjodohan Yang Aneh

Perjodohan Yang Aneh
Episode 43


__ADS_3

Justin menghentikan mobil nya seketika, ia turun dari mobil dan langsung berlari ke arah Harry sudah tergeletak di pinggir jalan. Banyak orang yang juga berjalan berkumpul di dekat Harry. Bukan hanya Justin, Kevin dan yang lainnya juga berlari mendekati Harry, mereka berdua belum tau apa yang sedang terjadi.


"Harry." Justin jatuh di depan tubuh abang nya, tubuh nya terasa sangat lemas saat melihat Harry yang sudah penuh dengan darah. Kepala Harry juga tampak mengeluarkan darah segar terus menerus. Justin berusaha bangkit untuk membawa Harry rumah sakit.


"Harry." Bukan hanya Justin, ketiga kembaran Harry juga langsung lemas seketika. Kaki mereka gemetar melihat apa yang terjadi.


"Abang ayo siapkan mobil," ucap Justin.


"Jangan ambulans saja. Kita tidak tau apa yang terjadi pada abang mu, salah sedikit semua nya bisa fatal."


"Panggil ambulans," teriak Kevin.


"Abang maafkan aku, bangun bang tetap sadar jangan seperti ini, aku tidak bisa hidup tanpa mu bang" Justin hanya bisa menangis sambil memeluk Harry, rasa penyesalan di dalam diri nya benar-benar sangat besar. Ia tidak tau semua nya akan menjadi seperti ini.

__ADS_1


Tak lama Ambulans pun datang. Harry langsung mendapatkan penanganan. Karena baju Justin juga sudah penuh dengan darah Justin ikut dalam ambulans itu, mereka takut Harry kehabisan banyak darah. Dan Darah Justin sama dengan Harry, hal itu pasti memudahkan pihak rumah sakit jika memerlukan Darah.


Andy mengambil mobil Justin. Kevin menyiapkan mobil nya dan Andy menghubungi keluarga sekaligus memanggil Audiya yang terkurung di dalam penhose. Setelah itu mereka langsung ke rumah sakit.


"Siapa yang kecelakaan," tanya Audiya yang masih bingung.


"Audiya sudah kamu tenang dulu ya. Kami benar-benar sedang panik. Kami tidak bisa berfikir dengan baik saat ini," jawab Kevin.


Di rumah sakit Harry langsung masuk ke dalam UGD. Justin hanya bisa menunggu di depan ruang UGD sambil menangis, baju nya yang penuh akan darah tidak ia pedulikan. Kenzo yang memang sedang tidak jauh dari sana sampai lebih dulu di rumah sakit. Ia tidak tau siapa yang kecelakaan karena Liam tidak memberitahu nya.


"Hiks.. hiks.. hiks.. Harry dad Harry, abang Harry aku takut dad."


"Deg." Jantung Kenzo terasa ingin lepas dari tempat nya. Sudah beberapa hari ini ia memang sedang memiliki perasaan tidak enak pada anak anaknya dan ternyata semua itu karena Harry.

__ADS_1


"Sudah tenang sayang, semuanya akan baik-baik saja. Kamu jangan khawatir," ucap Kenzo yang berusaha menenangkan Justin. Walaupun ia tau Harry sedang tidak baik baik saja, terlihat banyak darah di baju Justin.


Tak lama Niall yang lainnya juga sampai. Mereka mendekati Kenzo dan Justin yang sedang berpelukan. Tangisan Justin membuat mereka bertiga tidak bisa menahan air mata mereka. Mereka langsung merasakan apa yang Harry rasakan.


"Harry." Audiya menutup mulut nya, ia baru tau jika Harry yang kecelakaan.


Sebelum keluarga yang lainnya datang. Kenzo meminta tidak ada yang boleh menangis lagi. Ia tidak mau membuat satu keluarga ikut menangis di sini. Harry tidak membutuhkan itu, ia hanya membutuhkan doa dari mereka semua.


"Sudah sayang, kamu mandi dulu. Audiya bantu suami mu," ucap Kenzo.


"Aku membawa pakaian." Kevin memberikan tas pada Audiya.


Dengan kaki yang lemas Justin dan Audiya masuk ke dalam kamar mandi. Mereka berdua tidak saling menatap, saat ini perasaan mereka berdua sedang bertabrakan.

__ADS_1


"Maafkan aku Justin, semua salah ku," kata Audiya.


"Bukan salah mu, salah ku aku sangat egois."


__ADS_2