Perjodohan Yang Aneh

Perjodohan Yang Aneh
Episode 36


__ADS_3

Audiya masih tidak menyangka jika Harry juga memiliki perasaan pada nya. Saat mereka berganti pakaian mereka berdua saling diam tetapi seperti saling memperhatikan satu sama lain. Harry sudah tidak terlalu dingin lagi pada Audiya sejak ia mengatakan perasaan nya pada Audiya. Tetapi tetap saja sifat pendiam dan dingin nya masih melekat, ia bukan tipe pria yang bisa langsung berubah 180 derajat dalam waktu cepat.


"Aku ingin masak kamu ingin aku masakan apa," tanya Audiya.


"Apa saja." Harry tersenyum manis pada Audiya.


Wanita mana yang tidak melayang melihat hal itu, rasa nya jantung Audiya ingin lepas dari tempat nya seketika. Senyuman Harry membuat nya terbang tinggi ke atas awan. Audiya mendekati Harry dan memeluk nya dengan erat. Aroma wangi tubuh Harry yang masih belum memakai baju membuat Audiya terasa rileks.


"Kau senang sekali memeluk ku, nanti ada yang melihat kita." Harry mengusap rambut Audiya.


"Hmmmm tidak papa." Audiya mengendelamkan wajahnya ke atas dada bidang Harry.


"Tangan mu." Harry menarik tangan Audiya yang menyentuh perut nya.


"Hahaha kenapa Harry," tanya Audiya.


"Kau wanita yang sangat lancang, tidak ada yang pernah menyentuh nya."


"Aku istri mu, aku berhak menyentuh nya."


"Kata siapa? tidak ada yang berhak kecuali atas izin ku," kata Harry sambil melepaskan pelukan itu.

__ADS_1


"Ternyata aku memiliki suami yang sangat aneh, untung saja dia tampan," ucap Audiya sambil pergi meninggalkan ruang ganti.


Saat Audiya telah pergi wajah Harry yang semula terlihat senang langsung berubah seketika. Otak nya memikirkan perasaan Justin jika tau diri nya kembali tidur dengan Audiya. Ia juga takut Justin tau jika diri nya ternyata memiliki perasaan juga pada Audiya. Seperti prinsip awal nya. Kebahagiaan adik nya yang paling utama. Ia tidak mau egois mementingkan perasaan nya sendiri.


Saat berjalan masuk ke ruang dapur tiba-tiba Justin datang dan langsung memeluk Audiya. Audiya cukup terkejut akan hal itu, tetapi ia tidak menolak sedikitpun pelukan hangat dari Justin. Bukan karena diri nya wanita murahan yang nempel ke sana sini tetapi Justin adalah suaminya, menolak Justin sama saja melanggar kewajiban nya. Belum lagi janji nya pada Harry untuk memperlakukan Justin selayaknya ia mencintai Justin.


"Sayang, kamu belum selesai memasak, rambut kamu basah kamu habis mandi?"


"Maaf aku tadi tertidur sambil berendam, jadi aku lupa memasak untuk mu. Ini aku baru ingin masak."


"Ya sudah masak yang enak, aku ingin bertemu dengan abang." Justin melepaskan pelukan itu, ia ingin membicarakan pesta pernikahan nya bersama dengan Harry.


"Abang." Justin berjalan mendekati Harry yang baru keluar dari ruang ganti.


"Eh mmmm....


"Kenapa harus takut menjawab nya, abang kan masih suami nya, mandi bersama bukan hal yang salah."


"Hahaha aku tidak takut, aku hanya malu mengatakan nya, kau tau kan aku bagaimana?"


"Hahaha aku sangat tau, aku tidak bisa membayangkan bagaimana kau meminta Audiya untuk mandi bersama mu, pasti banyak kelakuan di antara kalian berdua," kata Justin.

__ADS_1


"Ssttt jangan kau bayangkan, dari mana saja kau?"


"Bertemu dengan Daddy, aku ingin membahas pesta pernikahan ku dengan Audiya. Kata daddy abang yang akan mempersiapkan nya."


"Ha.. Aku???"


"Iya abang, abang tidak bisa?"


"Bisa bisa." Harry sangat bingung saat ini, ia mempersiapkan pernikahan orang yang ia cintai dengan adik nya sendiri, jika bukan Harry sudah pasti tidak ada yang kuat melakukan hal itu.


"Abang bisa kan, abang tidak ingin membuat adik mu ini kecewa kan," tanya Justin.


"Tidak mungkin, aku tidak mungkin membuat adik tersayang ku kecewa," jawab Harry sambil mengusap rambut Justin, ia tersenyum manis pada Justin seperti tidak ada rasa sakit di dalam hati nya.


"Aku sangat menyayangi abang," kata Justin.


Di tempat lain, Kevin, Andy dan Jack sedang bersama sama. Ntah kenapa mereka bertiga merasakan sesuatu yang tidak enak, seperti akan terjadi sesuatu besar akan terjadi.


"Liam kau sudah baik baik saja kan," tanya Kevin.


"Iya Liam, kenapa perasaan ku tidak enak begini," saut Andy.

__ADS_1


"Bukan hanya kalian berdua aku pun merasakan nya, seperti nya dari Harry atau Justin, atau adik kita yang lainnya."


__ADS_2