Perjodohan Yang Aneh

Perjodohan Yang Aneh
Episode 17


__ADS_3

"Hahaha kau pandai sekali berbicara, tidak akan," kata Justin.


"Tapi aku setuju dengan nya, tidak ada yang tidak mungkin, hal yang paling aku takutkan adalah hanya karena wanita itu hubungan yang sudah lama kita bangun jadi hancur. Banyak kisah seperti itu, jika cinta katakan lah, tidak perlu malu untuk mengungkap nya, semakin cepat tau siapa yang suka lebih dulu itu semakin bagus."


"Kenapa begitu," tanya Justin.


"Semakin kita cepat tau siapa jodoh wanita itu," jawab Jack.


"Dan kita akan terbebas dari perjodohan ini," ujar Kevin.


"Oh begitu." Justin hanya menganggukkan kepala nya.


Harry dan Audiya sudah dalam perjalanan ke rumah Kenzo. Mereka berdua tampak diam tanpa ada yang mulai berbicara, Audiya masih sangat takut pada Harry yang menurut nya sangat kejam. Selama beberapa hari ini Harry tidak pernah berbicara halus pada nya.


"Kau sudah kenal Justin kan," tanya Harry dengan nada yang datar.


"Pacar nya sahabat ku," jawab Audiya.


Harry diam mendengar hal itu, otak nya langsung berpikir ke arah yang lain.


"Apa pacar nya itu tau kalau kalian menikah?"


"Tidak, pasti persahabatan ku akan hancur," jawab Audiya.


"Mungkin itu terjadi pada kami nanti, aku sangat berharap salah satu dari kami tidak ada yang menyukai nya," batin Harry.


"Ada apa?"


"Tidak ada," ucap Harry yang kembali diam.


Sesampainya di rumah mereka berdua langsung menuju ke ruang keluarga, ruang dimana semua orang sedang berkumpul, mereka semua sudah menantikan pria tertampan di keluarga ini, salah satu dari mereka sudah sangat lama tidak bertemu dengan Harry, Harry juga jarang sekali pulang ke rumah utama ini.


"Harry benar-benar sangat tampan," ucap Shella.


"Diam dia abang sepupu mu, jangan sampai kau suka dengan nya," kata Axel.

__ADS_1


"Iya ayah aku suka dengan nya, tapi aku tidak mungkin bisa jadi dengan nya. Ayah tau selera nya saja artis terkenal," ucap Shella.


"Hahaha kau sadar diri ya, tapi kau cantik kok, banyak yang suka dengan mu," kata Axel.


"Selamat malam," sapa Harry, tidak ada senyuman di wajah nya.


"Ini dia cucu ku." Verrel menjentikkan jari nya agar Harry mendekat.


"Ada apa kek," tanya Harry.


"Ada apa kata mu, kau sudah melupakan mu, hanya kau saja yang jarang bertemu dengan ku," kata Verrel.


"Aku sedang sibuk di buat daddy, mommy hamil lagi. Aku yang menggantikan nya,"ucap Harry.


"Dimana daddy," tanya Harry.


"Kalau tidak di kamar dimana lagi," jawab Verrel.


"Daddy mu hebat, sudah mau lanjut masih produktif," ujar Axel.


"Sangat baik," jawab Axel.


"Dia tidak menyapa ku, dari dulu sampai sekarang dia sama saja, seperti tidak kenal dengan sepupu nya sendiri," batin Shella.


"Oh iya sini Audiya, aku kakek nya Harry kakek mu juga," ucap Verrel.


"Iya kek." Audiya duduk di samping Harry.


"Bagaimana apa kalian sudah ehem," tanya Verrel.


"Tidak," jawab Harry.


"Dengan Justin Jack,Kevin dan Andy," tanya Verrel.


"Tidak" jawab Harry.

__ADS_1


Verrel hanya menganggukkan kepala nya tidak muda memang menyatukan beberapa orang menjadi satu.


"Audiya kau suka dengan siapa," tanya Verrel.


"Tidak ada kek, aku belum mengenal mereka seutuhnya. Aku baru dekat dengan Justin karena kami sudah saling kenal sebelum nya," jawab Audiya.


"Anak itu memang cepat akrab dengan wanita, aku tidak tau dari mana anak itu mendapatkan Kemampuan seperti itu," kata Verrel.


"Harry bagaimana dengan yang lainnya," tanya Rakha.


"Baik paman, bagaimana dengan paman, anak paman?"


"Aku sangat baik, anak ku ah kau tumben bertanya tentang nya. Dia aku kurung, otak nya hanya pria, ntah dari mana dia mempunyai pemikiran seperti itu."


"Paman aku bertanya Andi, bukan Fiyya," kata Harry


"Anjay, aku salah, kalau Andi sedang fokus dengan pendidikan nya bersama dengan paman kecil nya," ucap Rakha.


Setelah berbincang cukup lama. Harry di bawa ke kamar Verrel, sedangkan Audiya di ajak Shella berkeliling rumah. Ada hal yang ingin Verrel katakan pada Harry berdua saja tanpa ada orang lain.


"Ada apa kek," tanya Harry.


"Kau tidak bertengkar kan dengan saudara mu," tanya Verrel.


"Tidak kek, apa kakek ingin memberitahu maksud dari perjodohan ini?"


"Tidak bisa, ada hal lain saja. Hmmm aku rasa kau yang harus bersama dengan Audiya," kata Verrel.


"Tidak kek, aku punya wanita, kakek pasti sudah dengar berita nya kan, dia yang akan menjadi istri ku."


"Tidak bisa, dia tidak layak masuk ke dalam keluarga ini," ucap Verrel.


"Lalu apa wanita itu layak," tanya Harry dengan nada yang sedikit tinggi.


"Harry sudah 21 tahun kau hidup kau tidak seperti ini, kau sudah berani menggunakan nada tinggi pada kakek mu," ucap Verrel

__ADS_1


__ADS_2