
Malam hari nya, waktu nya untuk beristirahat. Tidak seperti biasa nya, mereka berlima cukup kebingungan bagaimana cara membagi tempat tidur, bukan karena tempat tidur nya tidak cukup tetapi karena sudah ada Audiya yang akan tidur satu ranjang dengan mereka berlima.
"Sudah begini saja, Audiya kau di pinggir sana, kita batasi dengan guling," ucap Kevin.
"Nah bagus seperti itu," ujar Justin.
"Andy kau naik lah," ucap Kevin.
Pertama Andy naik ke atas tempat tidur, kemudian Jack dan Kevin, Justin dan yang terakhir Harry. Mereka sengaja meletakan Harry dan Justin terakhir karena mereka berdua lah yang seperti nya akan bertahan dalam perjodohan ini.
"Kau di sini," kata Harry.
"Tidak mau, abang tau sendiri kan tidur ku lasak," ucap Justin.
Harry hanya membuang nafas kesal, meskipun ia tidur di dekat Audiya dengan di batasi batal guling. Harry tetap memilih tidur menghadap Justin, memeluk adik tersayang nya itu jauh lebih baik.
"Abang ada wanita di samping mu, dia jauh lebih enak kau peluk," kata Justin.
"Tapi aku tidak mau, aku lebih suka memeluk mu," ucap Harry.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Audiya naik ke atas ranjang, ia sudah mengantuk yang membuat nya malas mengatakan apapun. Dengan tidur pasti dapat menenangkan otak nya. Saat tengah malam, Audiya terbangun karena merasakan sesuatu yang memeluk nya dengan erat. Sebelum nya ia tidak pernah di peluk oleh karena itu Audiya langsung sadar jika ada yang memeluk nya.
"Harry," ucap Audiya.
Aroma tubuh Harry benar-benar terasa sangat seksi Audiya tidak habis pikir kenapa Harry bisa sewangi ini padahal sedang tidur. Saat ingin melepaskan pelukan itu, Audiya malah di tarik yang membuat pelukan itu semakin erat. Mata Audiya tepat di depan ketiak Harry yang di penuhi dengan bulu ketiak berwarna hitam yang sangat lebat. Untung saja ketiak itu tidak bauk, malah terasa sangat wangi sekali.
"Ketiak pria tampan memang berbeda ya," batin Audiya.
Tanpa Audiya sadari ia merasa nyaman. Secara perlahan Audiya kembali tertidur di dalam pelukan hangat itu. Bantal guling yang membatasi mereka berdua ntah pergi kemana. Saat sebelum semua orang terbangun dari tidur, Harry bangun terlebih dahulu, ia sangat terkejut saat diri nya sedang memeluk Audiya. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang Harry lihat.
"Tidak mungkin, bahkan dia tidak membalas pelukan ku, berarti aku yang memeluk nya." Harry langsung melepaskan pelukan itu. Ia membalik tubuh nya, ia memeluk Justin untuk mengalihkan keadaan.
Audiya terbangun dengan tubuh yang sangat segar, tidur nya benar-benar sangat terasa nyenyak, mungkin karena pelukan hangat dari pangeran tampan. Audiya tersenyum sendiri saat membayangkan hal tadi malam, ia sangat tidak menyangka Harry memeluk nya.
"Dia memeluk Justin kali ini, ah mungkin dia memang suka memeluk," batin Audiya. Audiya memilih bangkit dari tidur nya, ia berjalan ke arah dapur untuk memasak. Saat Audiya memasak satu persatu dari mereka terbangun. Mereka semua kompak masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, hari ini mereka sudah mulai melakukan aktivitas seperti biasa nya.
"Abang tadi malam abang tidak memeluk ku," kata Justin.
"Emang aku harus memeluk mu," ucap Harry.
__ADS_1
"Aku tau maksud Justin, kami tau kau tidur suka memeluk. Nah kalau tidak memeluk Justin kau memeluk siapa?"
"Aku memeluk bantal guling," kata Harry.
"Oh begitu," ucap Justin.
Mereka berlima cukup lama berada di dalam kamar mandi. Hari ini hari senin banyak yang harus mereka lakukan di kamar mandi, seperti bercukur, mereka sudah menentukan hari untuk bercukur. Ada juga yang berendam sambil bernyanyi atau menonton film dewasa.
Audiya sudah selesai memasak, tanpa kembali ke ranjang Audiya langsung masuk ke dalam kemar mandi. Betapa terkejut nya Audiya melihat para suami nya sedang mandi bersama.
"Ahkkkkk," teriak Audiya dengan sangat kencang. Kebetulan Kenzo masuk ke dalam penhouse itu, ia mendengar teriak kan keess dari Audiya, dengan cepat Kenzo berlari ke arah sumber suara, ia takut terjadi sesuatu pada menantu nya.
"Diam," ucap Harry.
"Maaf." Audiya membalik tubuh nya. Mata nya berusaha untuk tidak melihat ke arah bawah, beberapa benda menggantung sempat ia lihat.
"Audiya, ada apa. Kalian semua di dalam," tanya Kenzo.
"Daddy." Mereka semua langsung panik, Audiya berada di dalam kamar mandi, pasti Kenzo sudah berpikir yang tidak tidak.
__ADS_1