Perjodohan Yang Aneh

Perjodohan Yang Aneh
Episode 26


__ADS_3

"Justin," Audiya mencubit perut Justin.


"Hahaha Audiya aku ingin memutuskan sahabat mu itu," kata Justin.


"Kenapa," tanya Audiya.


"Jika dia tau aku dengan mu, pasti persahabatan kalian akan hancur, nah aku memutuskan nya agar persahabatan diantar kalian tidak hancur. Kau tenang saja aku memutuskan nya dengan cara ku, dia tidak akan mengusik ku lagi."


"Terserah mu." Audiya tidak banyak memikirkan dengan apa yang di katakan Justin.


"Aku memutuskan nya karena aku ingin mendekati mu." Justin berisik di telinga Audiya.


Sesampainya di penhose Justin dan Harry masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Audiya memilih memasak makan malam untuk mereka semua. Saat sedang memasak, satu persatu suami nya yang lain juga pulang.


"Audiya dimana Justin dan Harry," tanya Kevin.


"Mungkin di kamar mandi," saut Andy.


"Iya di kamar mandi," jawab Audiya.


"Liam sudah pulang?"


"Aku belum melihat nya hari ini," kata Audiya.


"Oh begitu, ya sudah masak yang enak aku sangat lapar," ucap Kevin.


Mereka berdua menyusul Justin dan Harry ke dalam kamar mandi.


"Kalian sudah pulang," ucap Justin.


"Sudah aku mencari Jack, sejak tadi tidak ada kabar," kata Kevin.


"Tadi sebelum aku pulang dari perusahaan dia memberikan ku kabar, dia tidak pulang, dia sedang terkena masalah," ucap Harry.

__ADS_1


"Dia kemana," tanya Andy.


"Dia ke Vila," jawab Harry.


"Oh ya sudah, jika sudah tenang pasti akan menghubungi kita," ucap Kevin.


"Justin ada yang aneh dari mu."


"Aneh bagaimana bang," tanya Justin.


"Tidak ada mungkin hanya perasaan ku saja," jawab Kevin.


Setelah selesai membersihkan diri mereka semua berjalan ke meja makan, di sana sudah banyak makanan yang Audiya masak.


"Audiya mandi lah dulu, kami tunggu," kata Justin.


"Iya benar, kamu mandi saja dulu, kita makan sama-sama nanti," ucap Kevin.


"Iya, tapi kalau mau makan lebih dulu tidak papa."


Audiya pergi meninggalkan tempat itu, jiwa menggosib mereka berempat langsung muncul seketika.


"Bagaimana siapa yang akan melakukan nya," tanya Andy.


"Aku dan bang Harry," jawab Justin.


"Kau yakin," tanya Kevin.


"Yakin lah ya kan bang," jawab Justin.


"Kau saja aku tidak mau," kata Harry.


Justin mengambil handphone nya, dan menghubungi seorang wanita, ia sudah ingin mengakhiri semua hubungan nya dengan pacar nya.

__ADS_1


"Kita putus, jangan tanya kenapa, jauhi aku jika kau tidak mau terkena masalah," ucap Justin.


"Kenapa," tanya mereka bertiga secara bersamaan.


"Karena aku mencintai wanita lain, jangan mencari tau siapa dia, jangan mencari masalah, aku tau keluarga kalian, jangan sampai keluarga kalian terkena masalah," jawab Justin sambil mematikan sambungan telepon itu.


"Selesai," kata Justin.


Apa yang di lakukan Justin benar-benar mengejutkan mereka bertiga. Seperti nya Justin benar-benar ingin menjadi suami yang baik.


"Kau serius," tanya Harry.


"Hahaha iya aku bosan dengan mereka, aku memutuskan mereka semua juga bukan karena Audiya tetapi juga sudah bosan, aku mau cari yang baru." Justin sedikit berbohong pada abang abang nya, ia memutuskan semua pacar nya karena ia memang ingin mendekati Audiya.


"Jadi kita deal ya kalian berdua," kata Andy.


"Aku tidak mau," ucap Harry.


"Sudah abang Harry urusan ku, jangan membahas nya lagi orang nya mau datang," kata Justin.


"Sudah ayo makan," ucap Audiya yang sudah segar.


Mereka berlima fokus pada makanan di hadapan mereka. Mulut Harry memang berkata tidak tetapi hati nya cukup penasaran.


"Emang bisa bermain berdua," batin Harry.


"Aku sudah boking hotel di bawa," kata Kevin.


"Berapa lama," tanya Justin.


"Selama mungkin," jawab Kevin.


"Kau saja aku tidak," kata Harry.

__ADS_1


"Bukan malam ini, kapan saja," ucap Kevin.


"


__ADS_2