Perjodohan Yang Aneh

Perjodohan Yang Aneh
Episode 44 + PENGUMUMAN


__ADS_3

Mereka berdua berpelukan di dalam kamar mandi. Justin benar-benar sangat merasa bersalah dengan semua yang telah terjadi, jika ia tidak egois sudah pasti semua nya tida akan seperti ini. Begitu juga dengan Audiya, ia juga sangat merasa bersalah pada diri nya sendiri, jika tidak ada dia dalam hidup keluarga ini, pasti juga tidak akan terjadi hal seperti ini.


Satu persatu dari mereka mendonorkan darah mereka untuk Harry. Keluarga yang lainnya juga sudah datang untuk melihat kondisi terkini dari Harry. Harry masih berada di dalam UGD selama berjam jam lama nya.


"Aku takut, aku takut dia sampai seperti mu," kata Sonia.


"No no tidak akan mungkin sayang, semuanya akan baik-baik saja," ucap Kenzo, bukan hanya Sonia, sebenarnya Kenzo juga sangat khawatir jika Harry mengalami hal yang sama dengan nya.


"Mommy hiks hiks hiks." Justin menangis di pelukan ke dua orang tua nya. Air mata nya saat ini sangat sulit untuk ia kontrol.

__ADS_1


"Sudah tidak papa sayang, abang mu pasti baik baik saja." Sonia dan yang lainnya belum tau apa yang terjadi sebenarnya.


Setelah berjam jam lama nya Harry keluar dari ruang UGD. Wajah nya sangat pucat dan kepala juga di perban dengan cukup besar. hampir separuh rambu Harry di potong pendek, mereka tidak tau kenapa sampai seperti itu. Tangan Harry juga di perban tebal, dan beberapa luka di bagian tubuh lainnya.


Harry di masukan ke dalam ruang ICU. Ia masih dalam koma. Dokter juga langsung menjelaskan apa yang terjadi pada Harry saat ini.


"Bagaimana dok," tanya Kenzo.


Mereka semua hanya mendengar hal itu, rasa sakit terukir di hati mereka masing-masing. Mereka tidak pernah menyangka akan jadi seperti ini.

__ADS_1


Agar tidak menimbulkan ke ramaikan. Kenzo meminta yang lainnya untuk pulang ke rumah, saat ini hanya ada diri nya, Justin, Audiya dan juga Kevin. Sedangkan yang lainnya pulang ke rumah untuk beristirahat karena besok harus bergantian.


"Jadi bagaimana sampai bisa seperti ini," tanya Kenzo.


Sambil menangis Justin menceritakan semua nya pada Kenzo. Ia tidak bisa menahan air mata nya karena rasa bersalah yang sangat besar. Kenzo juga banyak bisa diam sambil menarik nafas nya dengan kasar. Semua kesalahan berasal dari diri nya, ia tidak memikirkan jika cinta pasti membuat seperti ini.


"Sudah jangan menangis, jadi sekarang bagaimana? kau masih ingin dengan Audiya atau merelakan Audiya bersama abang mu," tanya Kenzo.


"Aku tidak bisa bersama dengan orang, yang tidak mencintai ku dad, biarkan mereka berdua bersatu," jawab Justin.

__ADS_1


"Itu yang ingin daddy dengar, daddy yakin abang mu itu memerlukan Audiya. Kau pria hebat sayang, daddy sangat bangga pada mu," ucap Kenzo sambil memeluk Justin.


__ADS_2