Perjodohan Yang Aneh

Perjodohan Yang Aneh
Episode 46


__ADS_3

Harry yang memiliki sifat cool dan gengsi yang tinggi hanya dian sambil sedikit tersenyum. Padahal di hati nya sedang seperti ada petasan yang saling bersautan. Harry benar-benar sangat senang mendengar hal itu, perjuangan nya seperti tidak sia sia.


"Memiliki anak yang gengsian memang susah. Kata nya tida cinta tapi sampai seperti ini. Kelihatan nya biasa saja tapi di dalam hati nya seperti ada petasan yang sedang meledak ledak."


"Hahaha daddy benar, sudah ayo dad, kita tinggal kan mereka berdua," kata Justin.


"Kau benar, sudah ayo. Audiya jaga suami mu dengan sangat baik. Buat es di dalam diri nya mencair." Kenzo dan Justin pergi meninggalkan mereka berdua. Justin masih sangat mencintai Audiya tetapi ia berusaha menepis rasa cinta itu. Ia percaya dengan takdir dan mereka berdua tidak di takdirkan bersama, melihat abang nya bahagia seperti ini jauh lebih baik.


"Kalian mau kemana," tanya Andy.


"Kami ingin pergi, Harry sudah sadar beri mereka waktu bersama," jawab Kenzo.


"Oh jadi Harry sudah sadar," saut Kevin.


"Iya sudah jangan ganggu mereka berdua," ucap Justin.


"Kau hebat boy, abang bangga pada mu."


Jack menarik Justin ke dalam dekapan nya, ia tau apa yang saat ini Justin rasakan.


"Abang juga sangat bangga pada mu." Andy dan Kevin mengusap rambut.


Untuk menghibur Justin dari kesepian dan kesedihan mereka membawa Justin pergi bersenang-senang bersama. Hal ini semakin membuat Justin merasa senang, keputusan yang ia ambil sudah sangat benar.

__ADS_1


Di dalam ruangan Audiya dan Harry sama sama saling diam. Harry tidak biasa memulai pembicaraan terlebih dahulu, begitu juga dengan Audiya, ia bingung juga harus mengatakan apa pada Harry.


"Sudah baik baik saja," tanya Audiya.


"Sudah," jawab Harry.


Audiya memfoto Harry, ia ingin menunjukan pada Harry kondisi nya saat ini.


"Untuk apa kamu memfoto ku," tanya Harry.


"Kamu lihat lah," jawab Audiya.


"Aik aku sudah tidak tampan lagi, rambut ku, ah sangat jelek," kata Harry.


"Iya si, siapa yang tidak mengakui ketampanan ku. Pria yang hampir sempurna dalam segala hal," kata Harry.


Mereka berdua kembali dekat lagi. Ketika sudah mulai pembukaan pembicaraan mereka berdua langsung terus mengobrol tanpa jeda.


"Aku sangat mencintai Harry." Audiya memeluk Harry, aroma tubuh Harry yang sedikit tidak enak tidak membuat Audiya risih.


"Hahaha, aku juga sangat mencintai mu." Saat ini Harry sudah tidak ragu lagi mengakui perasaan nya, ia sudah sangat terbuka dengan perasaan nya saat ini.


"Audiya selama kamu dengan Justin ada berhubungan?"

__ADS_1


"Tidak ada, hanya dua kali itu pun dengan kamu," ucap Audiya.


"Kenapa bertanya seperti itu," tanya Audiya.


"Jika kamu hamil berarti itu anak ku," jawab Harry.


"Bagaimana bisa kamu mengatakan hal itu, kamu sangat yakin?"


"Ya yakin lah. Aku melakukan nya sudah beberapa kali, keluar di dalam," ucap Harry.


"Sok iya."


"Hahaha enak mana punya ku atau punya Justin?"


"Harry kenapa bertanya seperti itu, kalian sama sama kasar, golem," ucap Audiya.


"Hahaha, aku kapan ya sembuh nya," kata Harry sambil menatap Audiya.


"Pasti sembuh Harry. Kenapa kamu ingin apa?"


"Ingin anak," kata Harry.


"Otak mesum, seorang Harry yang dingin dan sok cool ternyata berontak mesum juga ya."

__ADS_1


Hay hay. Cerita ini sampai ke Harry saja ya. Untuk selanjutnya Author tidak tau. Karena Author hanya di beri kesempatan sampai ke sana. Untuk kisah yang lainnya. Ada banyak kemungkinan yang terjadi, terimakasih telah mendukung Author.


__ADS_2