
Dalam waktu singkat mereka semua langsung berkemas. Tidak banyak yang mereka bawah, tanya dokumen penting saja, untuk pakaian dan pelengkapnya lainnya mereka percaya pada Kenzo. Setelah selesai berkemas mereka berenam langsung pergi ke penhoese yang Kenzo katakan.
"Aku di depan," tanya Audiya.
"Iya di samping Harry Harry yang menyetir," jawab Kevin.
"Jangan takut bibir kalian tidak akan bertemu lagi kok," ucap Jack.
Di sepanjang perjalanan hanya di penuhi dengan suara Justin dan ketiga orang di kursi belakang, mereka berempat memang sering sekali bercanda. Di bagian depan hanya di ada keheningan, Audiya fokus pada Handphone nya sedangkan Harry fokus pada jalanan, keselamatan banyak orang ada di tangan nya.
Sesampainya di tempat tujuan, mereka berenam harus naik ke lantai yang paling atas sebuah gedung. Untung saja ada lift yang membuat semua nya lebih muda. Justin juga tidak perlu panik jika ingin keluar, Kursi roda nya muat masuk ke dalam lift.
Harry membuka pintu penhoese milik mereka. Mereka semua cukup deg deg kan dengan tempat tinggal baru. Apa yang mereka bayangkan sama persis dengan apa yang mereka lihat. Seperti nya benar memang Kenzo ingin mereka berlima dekat dengan Audiya.
"Ruang ganti bersama, ah ini tidak enak," kata Justin.
"Ya mau bagaimana lagi, semua nya sudah di tentukan daddy," ucap Kevin
"Audiya seperti nya mau tidak mau kau harus bergaul dengan kami, ya mungkin daddy ingin kita semua akrab," ujar Jack.
"Iya, apa mungkin apa yang di katakan Harry benar, kita harus membuat mu hamil," ucap Justin.
"Mulut mu." Mereka berempat memberikan tatapan tajam pada Justin.
"Hahaha maaf, aku becanda," ucap Justin.
"Tidak papa." Audiya hanya bisa menerima semua nya. Ia sudah pasrah dengan kehidupan nya ini, karier nya di perusahaan sudah tidak ada lagi, ia sudah di gantikan orang lain.
__ADS_1
Louis dan yang lainnya sepakat meninggal kan Audiya bersama dengan Harry, mereka berdua sama sama diam ter bengong, jadi tida sadar jika yang lainnya sudah pergi dari sana. Saat sadar Harry baru bingung kemana para saudara nya.
"Sial," ucap Harry.
"Harry." Audiya membuka suara nya.
"Hmmmm," gumam Harry.
"Soal kemarin maaf," ucap Audiya.
"Jangan membahas nya." Harry pergi meninggalkan tempat itu.
Ntah kenapa saat bersama dengan Harry. Audiya merasa sangat kikuk, tidak seperti dengan yang lainnnya.
Harry membuka pintu kamar mandi, mereka semua berada di dalam sana. Tanpa rasa bersalah, mereka tersenyum pada Harry, begitu juga dengan Justin, yang sudah ikut ikutan abang nya.
"Hahaha maaf, kau sangat butuh waktu berdua dengannya," kata Liam.
"Sial, aku tidak butuh waktu apa apa," ucap Harry.
Audiya berjalan ke dapur, ia melihat banyak bahan makanan lengkap yang siap untuk ia masak. Meskipun tidak jago memasak Audiya tetap bisa hanya sedekar memasak saja. Yang terpenting rasa nya masih bisa di nikmati. Audiya memilih memasak untuk makan siang mereka, secara perlahan tangan nya mulai mengerjakan tugas baru nya sebagai seorang istri.
"Semoga saja rasa nya bisa aku buat enak," ucap Audiya.
Harry dan yang lainnya hanya diam melihat Audiya memasak. Hanya Justin yang mendekati Audiya, mereka berdua sudah saling kenal jadi Justin dengan Audiya tidak secanggung yang lainnya.
"Masak apa?"
__ADS_1
"Ayam goreng dengan sayur sayur ini, ntah ingin aku buat apa," kata Audiya.
"Bisa memasak, aku sangat jago loh," ucap Justin.
"Serius," tanya Audiya.
"Hahaha tidak, aku tidak ada waktu untuk memasak, yang jago memasak hanya abang Harry," jawab Justin.
"Kenapa semuanya di hanya Harry," batin Justin.
Setelah kurang lebih satu jam berkutik di dapur Justin dan Audiya selesai memasak. Mereka berdua terlihat semakin dekat saja, sikap Justin yang ramah dan banyak bicara membuat mereka berdua semakin akrab saja.
"Lihat mereka berdua, semakin hari semakin akrab saja," kata Jack.
"Itu karena Justin, tidak seperti kita yang banyak diam, coba kita seperti dia, pasti kita cepat akrab dengan Audiya," ujar Kevin.
"Mana mungkin bisa, ada dua manusia es di sini, tapi jika mereka berdua tidak bisa, kenapa kita tidak," ucap Jack.
Harry dan Andy hanya diam di katakan manusia es oleh saudara nya. Memang mereka berdua banyak diam seperti manusia es.
"Bang ayo makan, jangan membuat makanan yang kami masak sia sia," kata Justin.
"Iya iya," ucap Jack.
Mereka duduk di meja makan yang sudah cukup banyak makanan. Tanpa banyak bicara mereka langsung memakan semua nya dengan lahap. Harry bersaudara sudah di didik untuk tidak banyak berkomentar dengan makanan, mereka wajib memakan semua nya yang tersedia.
"Kenapa ekspresi wajah mereka tidak terlihat, bagaimana rasa makanan ini, mereka suka atau tidak ya," batin Audiya.
__ADS_1