
"Hmmm kenapa kamu berkata seperti itu," tanya Justin.
"Tidak papa, aku hanya bertanya saja," jawab Audiya.
"Aku tidak bisa menjawab nya, abang Harry mana ya," ucap Justin.
"Dia sedari tadi belum pulang, tadi aku lihat di ruang olahraga hanya ada Jack yang lainnya," kata Audiya.
"Aku ke toilet dulu, nanti jika masih belum pulang, aku akan mencari nya," ucap Justin.
"Iya, jangan lama lama."
"Kamu takut aku tinggal sendiri sayang, hahaha hanya sebentar." Justin pergi meninggalkan Audiya.
Tak lama Harry pulang ke rumah. Harry pulang dengan keadaan yang aneh, seperti nya sebelum sampai rumah ia meminum Alkohol, sesuatu yang sangat tidak bisa ia sentuh. Kadar toleransi Harry pada Alkohol sangat rendah.
"Harry," ucap Audiya.
Audiya berjalan mendekati Harry, ia merasa Harry sedang tidak baik baik saja. Wajah cool nya seperti biasa nya malam hilang seketika.
"Harry, kamu kenapa," tanya Audiya.
"Audiya." Harry mencium wajah Audiya.
__ADS_1
"Harry kamu kenapa," tanya Audiya.
"Aku mencintaimu sangat mencintaimu." Harry memeluk tubuh Audiya dengan erat.
"Harry kamu kenapa? Hey ini bukan kamu," kata Audiya.
"Aku mencintaimu," ucap Harry.
Harry tidak melepaskan pelukan erat itu, otaknya saat ini masih belum sadar dengan apa yang terjadi.
"Aku mencintaimu Harry." Audiya membalas pelukan Harry.
Harry mendekati bibir Audiya dan mencium bibir itu dengan lembut. Dan apa yang mereka lakukan berdua di saksikan oleh banyak orang. Siapa lagi jika bukan Justin dan yang lainnya.
"Aggkkk." Harry terpental ke lantai.
"Kau mencintai bang, kau mencintai wanita yang adik mu cintai. Kau mengkhianati kepercayaan ku. Bang aku bisa mengalah jika kau katakan dari awal jika kau mencintai nya, kenapa kau tidak mengatakan nya dengan jujur bang." Justin mengatakan nya dengan penuh amarah. Kevin dan yang lainnya juga berjalan mendekati mereka berdua. Mereka tidak berani ikut campur dalam masalah ini. Harry benar-benar bersalah kali ini.
"Justin." Harry berusaha berdiri, semua nya sudah terbongkar mau tidak mau ia mengatakan nya, efek Alkohol di dalam diri nya sudah mulai memudar karena pukulan kuat dari Justin.
"KENAPA BANG!!! KENAPA!!!"
"Ak.. aku tidak mungkin mengatakan nya pada mu, aku tidak mungkin mengatakan hal itu pada mu. Aku tidak bisa melihat tersakiti," kata Harry.
__ADS_1
"Tapi sekarang apa!! kau pikir dengan diam seperti ini membuat semua nya lebih baik. Tidak bang!!! ini semakin membuat aku hancur," ucap Justin.
"Maaf Justin maaf. Aku tidak tau perasaan ku sendiri, aku tidak bisa mengatakan pada mu dengan jujur."
"Aku sangat kecewa pada mu Harry." Justin kembali memukul Harry dan langsung pergi meninggalkan Harry.
"Dan kau Audiya, aku juga sangat kecewa pada mu, kau berbohong dengan perasaan mu sendiri."
Justin berlari meninggalkan tempat itu, rasa kecewa dan sakit di hati nya bergabung menjadi satu. Justin tidak tau apa yang harus lakukan.
Harry berlari mengejar Justin, ia tidak mau Justin pergi meninggalkan nya dengan penuh amarah. Jika terjadi sesuatu pada Justin itu tanggung jawan nya.
"Justin tunggu aku," teriak Harry.
"Aku membenci mu Bajingan." Justin masuk ke dalam mobil. Harry tidak tinggal diam ia terus berlari mengejar Justin.
Sampai tiba mobil Justin sampai ke jalan raya. Harry tidak berhenti mengejar mobil Justin. Tanpa di duga kaki Harry keseleo, Harry terjatuh di tengah jalan. Saat ingin berdiri sebuah mobil besar melaju ke arah nya.
"Ahhkkk." Teriak Harry.
Justin tidak sengaja melihat ke arah spion mobil nya. Mata nya terbelalak melihat apa yang terjadi.
"Harry," teriak Justin.
__ADS_1