
"Hahaha belum bang, kenapa abang jadi curiga seperti itu pada ku," ucap Justin.
"Kau sulit untuk aku percaya Justin, ya sudah tidur lah." Harry bangkit dari atas tempat tidur untuk menyikat gigi nya.
Justin memperhatikan Harry dari kejauhan. Dari keempat abang nya yang menutur nya sudah siap menikah adalah Harry. Ia yakin Harry bisa membina rumah tangga yang baik seperti daddy nya. Harry memang tidak sepintar Niall tetapi sifat tegas nya cukup bisa di andalkan untuk menjadi kepala rumah tangga yang baik.
"Hallo dad," ucap Justin.
"Dimana abang mu, kenapa akhir akhir ini dia sering membuat masalah," tanya Kenzo.
"Daddy abang juga pria normal, dia mempunyai keinginan untuk memilki pasangan, nanti saja ya kita bahas sama sama, jangan marah marah. Lebih baik daddy nambah anak lagi."
"Kurang ngajar, ya sudah besok atau lusa aku akan datang."
Kenzo memutuskan sambungan telepon itu secara sepihak.
"Sudah Kenzo, jangan marah marah terus. Jadi lah seperti ku yang tidak pernah mengekang anak ku," kata Kenzi.
"Diam lah, jadi bagaimana masalah mu dengan istri mu," tanya Kenzo.
"Sebenarnya sudah baik si. Beberapa kali aku datang untuk meminta jatah. Dia memberikan ku jatah dan kami sayang sayangan tetapi setelah selesai kenapa masih diam diaman ya. Aku bingung, aku pikir kami akan sayang sayangan lagi."
"Kau sudah meminta maaf," tanya Kenzo.
"Aku tidak bisa minta maaf, aku tidak salah," jawab Kenzi.
"Minta maaf bukan untuk yang salah saja Kenzi, sudah kau minta maaf sekarang. Aku tidak mau daddy sampai bertanya tentang masalah kalian. Daddy sudah tua, jangan membebani pikiran nya," ucap Kenzo.
"Ya ya ya, aku akan minta maaf pada nya," ucap Kenzi.
Keesokan harinya, beberapa hari sebelum pernikahan mereka semua. Kenzo kembali datang ke rumah mereka. Kenzo datang untuk menanyakan masalah Harry yang ternyata sudah mempunyai seorang kekasih. Ia tidak ingin anak nya memiliki kekasih lain selain istri mereka nanti.
"Harry, kau benar-benar ya. Sejak kapan kau dekat dengan nya," tanya Kenzo.
__ADS_1
"Sudah lama dad, kami tidak berpacaran. Media saja yang membesar besarkan masalah," jawab Harry.
"Harry hubungi dia, katakan jangan dekat dengan ku lagi," ucap Kenzo.
"Iya dad." Harry mengambil handphone nya dan langsung menghubungi wanita itu.
"Hallo Harry aku sedang syuting."
"Jangan dekat dengan ku lagi." Harry mematikan sambungan telepon itu sepihak.
"Hahaha baru saja go public sudah putus," ucap Kevin.
"Kalian juga, cepat hubungi pacar kalian, putus kan. mereka," kata Kenzo.
"Harry ini semua karena mu." Mereka semua memberikan tatapan tajam pada Harry.
"Hahaha maaf." Harry hanya bisa menggaruk kepala nya.
Mereka sudah memutuskan pacar mereka satu persatu. Hanya Justin yang masih belum karena ia masih pusing siapa yang harus ia putuskan. Pacar nya ada banyak dan ia mencintai semua nya.
"Banyak, aku bingung dad," jawab Justin.
"Putus kan semuanya," kata Kenzo.
"Daddy aku tidak bisa, besok saja ya."
"Dari mana kau belajar menjadi Playboy seperti ini, sudah cepat putus kan."
"Hahaha daddy tidak tau kan, dari paman Kenzi dan Zyan lah. Hahaha daddy tidak asik." Justin berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Oh jadi mereka semua, kurang ngajar," ucap Kenzo.
"Sudah daddy jangan marah, oh iya daddy tau aku sudah mulai bisa berjalan." Justin menarik tangan Harry agar Harry membantu nya berdiri.
__ADS_1
Harry tau adik nya ini sedang mengalihkan pembicaraan, otak licik Justin memang bekerja dengan sangat benar.
"Pelan pelan." Kenzo langsung berjalan mendekati Justin. Ia pernah berada di posisi itu dah Kenzo tau betul apa yang seharusnya ia lakukan.
"Yes berhasil," batin Justin.
"Justin kenapa tidak dari tadi si." Mereka semua hanya bisa membatin.
"Bisa dad," ucap Justin.
"Iya bisa aku tau. Nah kalau sudah bisa seperti ini sering kau latih," kata Kenzo.
"Dulu daddy sampai lumpuh total," tanya Justin.
"Justin," ucap Niall.
Mereka semua tidak ada yang tau persis tentang kelumpuhan yang di alami Kenzo, Kenzo melarang orang sekitar nya memberitahu hal ini pada anak anak nya. Ia tidak mau membagi kesedihan yang ia alami dulu.
"Iya makan nya kau jangan malas bergerak," kata Kenzo.
"Daddy maafkan aku, aku membuat mu mengingat semua nya," ucap Justin.
"Tidak papa, kalian ingin mendengar semuanya," tanya Kenzo.
"Ya kami ingin tau semua nya dad," jawab Andy.
"Tapi tidak papa kan dad," tanya Kevin.
"Tidak papa, sudah ayo kita bercerita." Kenzo naik. ke atas kasur, dengan cepat kelima anak nya Mengelilingi nya.
"Ah ini seperti dulu," ucap Jack.
"Hahaha kau benar Liam, dulu kalian masih kecil, jadi bisa berkumpul di dekat ku."
__ADS_1
"Sekarang kami sudah mau menikah," ucap Justin.
"Hey bocil, jangan membahas masalah pernikahan," kata Kevin