Perjodohan Yang Aneh

Perjodohan Yang Aneh
Episode 23


__ADS_3

"Harry," ucap Audiya.


"Hmmmm," gumam Harry.


"Bagaimana apa sudah bisa," tanya Audiya.


"Bagian sini aku tidak paham," jawab Harry.


"Beritahu aku, aku akan membantu mu." Audiya mendekat ke arah Harry, ia tidak tau kenapa ingin sekali bisa dekat dengan Harry. Walaupun saat dekat dengan Harry tubuh nya berasa bergetar.


"Tangan mu bergetar," kata Harry.


"Tidak papa," ucap Audiya.


"Kau seperti kurang makan, bukan nya tadi kau makan dengan banyak?"


"Aku ke kamar mandi dulu." Dengan cepat Audiya berlari ke arah kamar mandi.


"Wanita aneh." Harry melanjutkan pekerjaan nya.


Audiya mengatur nafas nya untuk memenangkan diri nya, ia sangat merasa gugup saat di dekat Harry jantung nya berdetak cukup kencang saat ini. Suhu tubuh nya naik beberapa derajat yang membuat nya sedikit berkeringat.


"Kamu kenapa Audiya, kamu suka dengan nya, seperti nya tidak mungkin." Audiya berusaha menghilang rasa itu, ia tidak mau membuat harapan palsu pada dirinya sendiri.


Di luar tiba-tiba Harry mendapatkan seorang tamu, siapa lagi jika bukan artis terkenal yang sedang dekat dengan Harry. Harry sudah membicarakan pernikahan Prilly tetapi Prilly tetap tidak mau pergi dan ingin selalu bersama dengan Harry. Siapa yang tidak mau dengan sosok Harry, ketampanan nya seperti seorang aktor, tinggi memilih tubuh yang indah dan sangat berwibawa. Harry juga tidak mudah tergoda dengan sembarangan wanita, ia sangat memilah mila wanita yang bisa dekat dengan nya, bahkan berbicara dengan nya.


"Aku sangat merindukan." Prilly langsung memeluk Harry dengan erat.


Tanpa di duga Harry membalas pelukan itu. Ia juga cukup merindukan satu satu nya wanita asing yang dekat dengan nya. Bisa di katakan hanya Prilly yang cukup mengerti diri nya, sampai saat ini belum ada wanita yang bisa mengerti Harry seutuhnya.


"Aroma tubuh mu sangat harum," ucap Prilly.


"Bagaimana kamu bisa tau aku ada di sini," tanya Harry.


"Cinta yang membuat ku tau keberadaan mu," jawab Prilly.

__ADS_1


"Hmmm apa iya." Harry kembali duduk ke kursi nya.


"Iya sayang." Prilly naik ke atas pangkuan Harry. Mereka berdua tersenyum sambil saling menatap.


"Bagaimana bisa kamu setampan ini," ucap Prilly.


"Apa aku bisa menjadi seorang aktor," tanya Harry.


"Sayang seorang aktor bukan hanya ketampanan yang di perlukan, tetapi juga sebuah skill akting, kamu bisa akting," tanya Prilly.


"Tidak," jawab Harry.


Ini pertama kali nya Harry banyak berbicara dengan Prilly, ini juga pertama kalinya Prilly bisa naik ke atas pangkuan Harry. Biasa nya Harry cukup menjaga jarak pada nya.


"Aku mencintaimu sayang," ucap Prilly.


"Aku tidak," kata Harry.


"Oh ya."


"Cup." Prilly mencium wajah Harry.


"Tidak," jawab Harry.


"Harry aku mempunyai projek baru, aku berperan sebagai wanita yang sedang hamil yang di tinggalkan," kata Prilly.


"Hmmm aku tidak suka," ucap Harry.


"Kenapa?"


"Banyak yang akan membenci mu," kata Harry.


Semua yang di lakukan mereka berdua di lihat oleh satu pasang mata yaitu Audiya. Audiya tersenyum kecut sambil berjalan mendekati mereka berdua.


"Harry," ucap Audiya.

__ADS_1


Harry memberikan kode agar Prilly bangkit dari atas pangkuan nya.


"Dia teman ku," kata Harry.


"Aku pacar nya," ucap Prilly.


"Saya Audiya, istri nya," kata Audiya dengan nada yang cukup menekan.


"Istri sementara," saut Prilly.


"Harry aku ingin bicara berdua dengan mu."


"Hmmm." Harry berjalan menuju kamar, diikuti Audiya di belakang nya.


"Katakan lah," ucap Harry.


"Aku tidak peduli siapa dia dan ada hubungan apa kau dengan nya. Aku hanya meminta satu hak pada mu jika sedang bersama ku jangan bertemu dengan nya, jangan di bawa ke rumah. Kau jangan khawatir aku tidak akan mengatakan hal ini pada siapapun yang ku takutkan hanya orang tua ku tau semua ini, aku tidak mau terjebak dua kali dalam hal bodoh ini."


"Siapa kau, berani mengatur ku."


"Abang jangan berisik, jika ingin bertengkar di luar saja," kata Justin.


"Tunggu dulu, kalian mempermasalahkan apa," tanya Justin yang langsung membuka mata nya.


"Abang kamu membawa pacar nya, aku hanya takut ayah ku mengetahui semua nya."


"Abang." Justin menggelengkan kepala nya.


Justin berjalan keluar dari kamar itu, ia juga belum pernah bertemu langsung dengan Prilly.


"Hay kau pacar abang ku," tanya Justin.


"Kau adik nya, wah ternyata tidak kalah tampan juga ya."


"Iya aku adik nya. Kau bisa pergi sekarang, kau tau kau bisa terkena masalah jika daddy ku tau di sini."

__ADS_1


"Tapi aku ingin berduaan dengan abang mu."


"Kau tidak tau, di sini banyak CCTV," kata Justin.


__ADS_2