
"Bagaimana bang enak tidak," tanya Justin.
"Lumayan lah, tidak enak sekali seperti masakan mommy tetapi tidak buruk juga. Not bad," jawab Jack
"Audiya, jika kau sudah menjalankan kewajiban mu sebagai istri kau boleh kemana saja, yang penting izin pada salah satu dari kami," kata Kevin.
"Apa saja yang harus aku lakukan," tanya Audiya.
"Hmmm seperti sekarang, memasak, membersihkan kamar dan pekerja seperti biasa nya Kau tenang saja kami juga akan membantu mu," jawab Kevin
"Iya, aku pasti melakukan nya," ucap Audiya.
Setelah selesai makan, karena hari ini mereka semua tidak ada pekerjaan mereka memutuskan untuk bersantai saja. Ada yang bermain game, membaca buku, menonton televisi sampai berlatih bela diri.
Baru mengambil pemanasan Harry sudah mendapatkan panggilan dari daddy nya. Harry membuang nafas nya dengan kasar dan langsung mengangkat panggilan telepon itu.
"Halo dad," ucap Harry.
"Harry kau dimana, sudah di penhouse," tanya Kenzo.
"Sudah dad, ini aku sedang latihan, ada apa dad?"
"Kau bawa istri mu ke rumah daddy, kakek mu ingin bertemu dengan nya. Kau saja yang lainnya tidak boleh ikut," kata Kenzo.
"Kenapa harus aku, ada Kevin dan yang lainnya."
__ADS_1
"Karena kau yang ingin di temuin kakek mu, kau lupa berita kedekatan mu dengan artis itu, nah itu yang membuat kakek mu ingin bertemu dengan mu," ucap Kenzo.
"Iya aku ke sana," ucap Harry.
Harry mengambil baju dan nya dan langsung masuk ke dalam, mata nya langsung mencari keberadaan Audiya. Saat menemukan Audiya Harry berjalan mendekati nya.
Audiya yang tau Harry mendekati nya menjadi kebingungan, apalagi Harry masih bertelanjang dada, otak Audiya sangat tidak bisa melihat seseorang yang seksi seperti Harry. Ia langsung memikirkan hal yang tidak tidak.
"Bersiap lah, kita akan pergi," kata Harry.
"Kemana," tanya Audiya.
"Jangan banyak tanya, bersiap saja," jawab Harry.
Kevin dan yang lainnya hanya saling melihat, mereka semua sudah tau jika Kenzo meminta Harry datang bersama dengan Audiya. Sebelum menghubungi Harry, Kenzo sudah memberitahu anak anak nya, semua ini Kenzo lakukan agar tidak ada kesalahpahaman di antara mereka semua.
"Abang mau malam pertama," tanya Justin sambil memeluk Harry.
"Malam pertama, kau saja lah," jawab Harry.
"Hahaha kata abang Kevin, kau ingin malam pertama di rumah," kata Justin.
"Jangan percaya pada nya," ucap Harry.
"Hahaha aku bercanda," kata Justin.
__ADS_1
"Ingat ya, kalian semua sah milik nya, jangan ragu untuk melakukan apapun. Jika otak kalian sudah jorok lakukan lah," ucap Harry, Harry mengatakan itu agar ia tidak selalu di kaitkan dengan Audiya. Dari semua nya hanya dia yang seperti nasib yang tidak baik saat bersama dengan Audiya.
"Aku boleh berciuman," tanya Justin.
"Silahkan bocah," jawab Harry.
"Sudah jangan kau katakan pada kami, kau saja lah Kau kan sudah pernah berciuman dengan nya," kata Jack.
"Aku tidak berciuman dengan nya." Harry ingin sekali marah jika saudara nya membahas masalah tadi pagi.
Saat Audiya keluar dari ruang ganti, baru lah Harry masuk ke dalam, sistem seperti ini memang memakan banyak waktu. Kalau bersama dengan saudara pria lainnya, ia tidak masalah berganti bersama, mereka semua sudah tau bentuk dari setiap inci tubuh masing-masing dari mereka.
"Kevin kau sudah pernah berhubungan," tanya Jack.
"Belum lah, aku tidak ada otak ke sana juga," jawab Kevin.
"Kau tau ada wanita disini, kenapa tidak kita manfaatkan saja. Sebagai uji coba rudal," kata Jack.
"Jack jaga otak mu, aku tidak mau masuk ke dalam lubang yang sama, itu tidak baik. Kalau kau ingin kau saja lah," ucap Andy.
"Hahahah kalian payah, kalau kalian tidak bergerak aku yakin Harry atau Justin dulu lah yang melakukan nya," kata Jack.
"Tidak papa, aku rasa Audiya memang milik Harry, dari apa yang terjadi jodoh bergaris pada mereka berdua," ucap Andy
"Hahaha tidak akan mudah, jika tujuan awal daddy untuk menyatukan mereka berdua, ini hal yang salah besar, beberapa di antara kita cepat atau lambat memiliki perasaan pada wanita itu, Justin, aku sudah bisa melihat nya."
__ADS_1