Permaisuri Yang Dingin Tetapi Sangat Kucintai

Permaisuri Yang Dingin Tetapi Sangat Kucintai
Part 11 Perjalanan Romantis Kaisar James Dan Ariana Keluar Dari Hutan


__ADS_3

Ariana yang masih kesal setelah dicium paksa oleh Kaisar James dan terjebak dalam perangkap cinta Kaisar James, memakai baju dan celananya yang sudah kering setelah dibentangkan di atas sebuah batu semalaman.


"Laki-laki kurang ajar, mencari kesempatan dalam kesempitan. Bisa-bisanya aku melakukan hal yang tidak boleh kulakukan sebelum menikah secara sah. Tetapi kenapa aku tidak ingat apa-apa yang telah kulakukan semalam dengan Kaisar James. Badanku linu terutama pinggulku dan seluruh badanku rasanya pegal, aku pasti habis-habisan dikerjai laki-laki kurang ajar itu, James, batin Ariana di dalam hatinya. Ariana yang memang tidak berpengalaman itu yang bahkan belum pernah berciuman, bahkan Ariana tidak menyadari pegal dan kini di badan dan pinggulnya, terjadi akibat mengangkat Kaisar James ke punggung kuda setelah menolong Kaisar James yang tergigit ular, dan Ariana berulangkali memapah Kaisar James dengan bersandar pada tubuh Ariana.


Ariana setelah selesai berganti baju dan celana kemudian melangkah keluar, dilihatnya Kaisar James sudah menunggunya. Kaisar James sendiri juga sudah berpakaian lengkap.


Senyum mengembang di wajah Kaisar James begitu melihat Ariana berjalan keluar setelah selesai berganti baju.


Kaisar James menghampiri Ariana dan meraih tangan Ariana, tetapi Ariana melepaskan pegangan tangan Kaisar James dari tangannya.


"Jangan memegang tanganku," ujar Ariana dengan ketus.


Tetapi penolakan Ariana tersebut malah tidak diambil hati oleh Kaisar James, yang langsung merengkuh Ariana ke dalam pelukannya. Secepat kilat, Kaisar James langsung menyambar bibir Ariana, merengkuh kepalanya dan mencium Ariana dengan mesra.


"Lepaskan aku," ucap Ariana sambil mendorong dada Kaisar James begitu ciuman Kaisar James terlepas dari bibirnya. Ariana gelagapan karena Kaisar James mencium bibirnya sampai Ariana kehabisan napas. Ariana menarik napas dalam-dalam.


"Kenapa Yang Mulia selalu mencium bibir saya?" tanya Ariana.


Ariana protes karena Kaisar James mencium bibirnya setiap kali ada kesempatan, dan tidak pernah permisi dulu, asal menyambar saja. Ariana yang kesal mengomel di depan Kaisar James, Ariana mengatakan Kaisar James, tidak ada bedanya dengan maling, mengambil sesuatu yang bukan miliknya, selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan.


"Tahukah Yang Mulia, kerugian terbesar dari Saya adalah mengenal Yang Mulia!" ujar Ariana.


"Ciuman pertama Saya hilang diambil Yang Mulia, kesucian Saya juga hilang diambil Yang Mulia," ujar Ariana.


"Karena bibirmu manis Ariana, semanis buah Cherry, aku tergoda setiap melihatnya," ujar Kaisar James dengan senyum lebar di wajahnya.


Ariana kemudian mengatakan kepada Kaisar James, Kaisar James laki-laki meseum kedua yang dikenal olehnya.


"Senyum Kaisar James menghilang dari wajahnya. Wajah Kaisar James berubah menjadi masam.

__ADS_1


"Katakan kepadaku siapa laki-laki meseum yang pertama," ujar Kaisar James dengan marah.


"Aneh, Yang Mulia mengapa mendadak menjadi marah ketika mendengar kata laki-laki meseum yang kedua?" tanya Ariana.


Ariana kemudian dengan kesal mengatakan kepada Kaisar James bahwa Kaisar James memang laki-laki meseum karena mengambil kesempatan dalam kesempitan, menghilangkan kesuciannya.


"Parah," ujar Ariana sambil mengepalkan tinjunya kepada Kaisar James.


"Aku tidak mau berkelahi denganmu Ariana, sekarang katakan siapa laki-laki meseum yang pertama?" tanya Kaisar James.


"David mantan tunanganku yang berselingkuh dengan Wina, melakukan hubungan intim di depan mataku," ujar Ariana.


"Parahnya, wajah Yang Mulia mirip sekali dengan David," ujar Ariana.


"Aku benci sekali dengan wajah Yang Mulia," ujar Ariana.


"Dia, dia itu," jawab Ariana.


Ariana yang sedang ingin menjawab lagi, mendadak berhenti. Ariana tidak mungkin bercerita tentang David, karena David adalah bagian dari masa lalunya yang tidak terjadi pada saat ini, tetapi terjadi di masa depan. Sekarang Ariana berada di abad 18.


"Aku tidak suka jika kau berbicara tentang laki-laki lain Ariana, laki-laki dalam hidupmu hanya aku, mengerti Ariana?" tanya Kaisar James.


"Dasar laki-laki aneh, sebentar-sebentar nyosor, kemudian, marah, kemudian cemburu tak jelas," batin Ariana sambil melengos kesal.


Tetapi Kaisar James tidak berlama-lama memperlihatkan wajah kesal kepada Ariana, sebentar saja Kaisar James sudah tersenyum lebar dan menarik tangan Ariana.


"Ayo ikut aku kita pulang ke istana Ariana." ujar Kaisar James.


Kaisar James bergegas mengambil tangan Ariana, Ariana mengibaskan tangannya supaya Kaisar James tidak dapat meraih tangannya untuk kemudian digenggam Kaisar James. Kaisar James ternyata sangat gesit. Diraihnya tangan Ariana dan tangan Kaisar James yang satunya langsung memeluk pinggul Ariana, erat.

__ADS_1


"Kita keluar dari hutan Ariana, pulang dan langsung menikah," ujar Kaisar James.


Kaisar James naik terlebih dahulu ke punggung kuda putih milik Ariana, dan setelah itu mengulurkan tangannya untuk membantu Ariana naik.


"Aku bisa sendiri," jawab Ariana, yang langsung naik tanpa mau dibantu Kaisar James.


Kaisar James tetap tersenyum, sedikitpun tidak ada kekesalan di wajahnya terhadap sikap Ariana yang dingin dan ketus.


"Peluk Ariana, ujar Kaisar James.


"Tidak usah," ujar Ariana.


Kaisar James yang memang usil itu memacu kudanya dengan kencang, sehingga Ariana yang kesusahan untuk menjaga keseimbangannya terpaksa memeluk pinggang Kaisar James. Senyum mengembang di wajah Kaisar James ketika Ariana memeluknya, tetapi wajah Ariana sungguh amat teramat tidak enak dilihat, cemberut.


Pemandangan hutan di pagi hari itu sangat memanjakan mata. Pepohonan yang hijau bercahaya keemasan ketika terkena sinar matahari. Angin juga bertiup semilir. Rambut Ariana yang panjang dan berwarna kecoklatan tergerai di bahu Ariana, membuat Ariana sangat mempesona.


Kaisar James dan Ariana terlihat sangat serasi. Pelukan Ariana terasa hangat di hati Kaisar James. Kaisar James, akan berusaha sekuat tenaga untuk mengambil hati Ariana. Perlahan-lahan dengan berlalunya waktu, Ariana akan jatuh cinta dengannya bahkan tidak bisa hidup tanpanya.


"Ariana, aku mencintaimu," ujar Kaisar James sambil memacu kudanya.


"Aku tidak mencintaimu Yang Mulia, aku terpaksa," ujar Ariana.


Perjalanan Kaisar James dan Ariana untuk keluar dari hutan berjalan dengan cepat karena Kaisar James memacu kudanya dengan cepat. Kalau Kaisar James tidak memacu kudanya dengan cepat, maka Ariana tidak akan memeluk pinggangnya dengan erat. Semakin Ariana judes semakin sering dikerjai oleh Kaisar James.


Sesampainya di pinggir hutan, sekelompok prajurit tampak berkumpul di tepi hutan. Ketika Kaisar James turun dari kudanya, dan mengulurkan tangannya untuk membantu Ariana turun, sekelompok prajurit yang berjaga dalam keadaan siap siaga itu, memberikan penghormatan kepada Kaisar James.


"Selamat pagi Yang Mulia," sapa semua prajurit tersebut secara serentak. Kaisar James menggandeng tangan Ariana dengan erat, dan tak dihiraukannya tatapan keheranan para pejabat utama kerajaan yang juga berdiri di pinggir hutan tersebut. Para pejabat utama kerajaan itu sedang membatin di dal hatinya, siapa perempuan muda yang sangat cantik yang sedang digandeng tangannya dengan hangat oleh Kaisar James yang terkenal cuek dan dingin kepada wanita?


'

__ADS_1


__ADS_2