
Kaisar James terbangun oleh teriakan Kaisar James sendiri. Kaisar James bermimpi buruk, di dalam mimpi Kaisar James Ariana berteriak Ariana membenci Kaisar James dan selama tidak pernah akan mencintai Kaisar James. Kaisar James terpana ketika melihat sebelah ranjangnya kosong. Ariana tidak sedang tidur di sebelah ranjang, di sisi yang biasa ditiduri oleh Ariana di saat sedang tidur di ranjang bersamanya. Kaisar James bergegas turun dari ranjang, dan menyambar jubah tidurnya yang tergantung di tempat untuk menggantung baju. Memakai alas kaki dengan tergesa-gesa dan bergegas keluar kamar, berjalan menghampiri petugas keamanan yang sedang berpatroli malam ini.
"Cari Permaisuri Ariana, Permaisuri menghilang tidak ada di kamarnya, beritahu kepala pengawal istana," ujar Kaisar James memberi perintah kepada pengawal pertama yang dijumpainya.
"Saya akan mencari ke pantai, sepuluh pengawal ikut dengan Saya,' ujar Kaisar James memberi perintah berikutnya. Bergegas Kaisar James menuju istal kuda yang terletak di belakang villa, dan mengambil kuda yang biasa dikendarai oleh Kaisar James. Kaisar James menaiki kuda tersebut dan memacu kudanya dengan sangat kencang menuju arah pantai. Kesepuluh pengawal istana mengikuti di belakang Kaisar James.
Hati Kaisar James dipenuhi dengan kekhawatiran tentang Permaisuri Ariana. Mimpi buruknya terasa sangat nyata.
"Mengapa Ariana berteriak seperti itu?" tanya Kaisar James sambil memacu kudanya dengan sangat kencang. Pantai sudah tampak di depan mata Kaisar James dan kesepuluh pengawal yang mengikuti Kaisar James juga bergegas berpencar di pantai untuk mempercepat pencarian permaisuri Ariana. Suasana malam di pantai memang gelap tetapi dengan adanya obor dengan nyala api yang memang sengaja ditancapkan di lantai maka keadaan di lantai masih dapat dilihat oleh Kaisar James.
Kaisar James berusaha memusatkan perhatiannya ke depan. Terlihat ada sesosok tubuh yang terbaring di pasir. Kaisar James mengenali jubahnya, jubah istrinya, Ariana. Kaisar James memacu kudanya lebih kencang, dan dadanya berdegup dengan kencang. Kekhawatiran menyelimuti diri Kaisat James. Ketika Kaisar James sampai di sosok yang terbaring dalam posisi tengkurap di pasir pantai, dengan cepat Kaisar James turun dari punggung kudanya. Kuda tersebut adalah kuda yang terlatih yang instingnya juga menyadari keadaan tidak biasa dihadapi oleh majikannya, Kaisar James. Hati Kaisar berdegup dengan sangat kencang ketika membalikkan posisi tubuh yang berbaring tak bergerak di atas pasir pantai, ya itu istrinya, Permaisuri Ariana. Dengan tangan yang gemetar, Kaisar James merasa tubuh istrinya dingin dan wajah Ariana sungguh pucat pasi. Dipegangnya nadi di pergelangan tangan Ariana yang rasanya dingin terkena udara malam di pantai. Ada denyutnya, Ariana masih hidup. Kaisar James merengkuh Ariana ke dalam pelukannya. Sambil memangku Ariana, dengan tangan yang gemetar menahan rasa takut di dadanya, Kaisar James menepuk-nepuk pipi Ariana.
"Bangun Sayang, bangun," ujar Kaisar James dengan cemas.
__ADS_1
Ariana merasa ada yang sedang menepuk-nepuk pipinya. Dengan berat, Ariana membuka matanya dan terlihat wajah Kaisar James yang sedang penuh kecemasan menatapnya.
"James, sakit," ujar Ariana dengan mata yang berkaca-kaca.
"Apa yang sakit Ariana?" tanya Kaisar James.
"Ariana memegang perutnya yang kram, dan wajahnya kembali terlihat kesakitan dan kesadarannya kembali menghilang. Ariana pingsan.
"Ariana," teriakan panik Kaisar James terdengar memecah kesunyian malam di pantai.
Sesampainya di depan villa, Kaisar James bergegas turun setelah menyerahkan Ariana kepada seorang pengawal wanita yang sudah berdiri di depan pelataran villa menunggu kedatangan Kaisar James yang mencari Permaisuri Ariana. Kaisar James bergegas turun dan mengambil alih Ariana dari pengawal wanita tersebut bergegas berjalan ke kamarnya.
"Panggil dokter dan bidan istana," ujar Kaisar James sambil membopong Ariana masuk ke kamar mereka.
__ADS_1
Kaisar James mencurigai perut Ariana yang kram, apakah Ariana sedang hamil atau ada apa dengan perut Ariana?" batin Kaisar James yang memandangi wajah istrinya Ariana yang pucat.
Kaisar James bergegas membuka jubah Ariana dan membuka gaun yang sedang dipakai Ariana. Kaisar James juga mengambil sebuah gaun berlengan panjang yang terbuat dari satin berwarna coklat muda. Gaun tersebut adalah gaun santai yang biasa dipakai Ariana di saat berada di kamar. Kausar James dengan lahan-lahan memasukkan gaun tersebut ke kepala Ariana dan memasukkan lengan baju tersebut ke tangan Ariana. Seharusnya gaun tersebut bisa diganti dan dipakaikan oleh pelayan pribadi yang bertugas melayani Ariana, tetapi Kaisar James begitu mencintai Ariana sehingga menggantikan gaun Ariana. Kaisar James memegang perut Ariana yang kram ada kecemasan di hatinya tidak biasanya Permaisuri perutnya kram seperti ini. Tetapi pada saat memegangi perut Ariana, Kaisar James merasa kehangatan menyeruak ke hatinya, dan Kaisar James merasa perasaan ini tidak biasa, apakah Permaisuri sedang hamil anaknya?. Kaisar James mengerti hal kecil seperti kram perut karena para saat ibunya, Ratu Mary mengandung adik laki-lakinya, ibunya juga pingsan karena kesakitan akibat perutnya kram. Kaisar terdahulu yang ketika itu sangat khawatir dengan kondisi istrinya, diberitahu oleh bidan istana bahwa Ratu Mary sedang hamil.
"Apakah hal yang sama terjadi pada Ariana?" tanya Kaisar James sambil mengelus rambut istrinya yang belum siuman.
Kaisar James memperhatikan wajah istrinya, Ariana. Rasa cintanya kepada Ariana sangatlah besar dan kesakitan Ariana juga turut membuat hatinya terasa sakit. Jika Ariana sedang hamil, Kaisar James akan lebih memberi perhatian dan lebih protektif kepada istrinya, Ariana. Ariana yang selalu tegar dan kuat ini akhirnya sakit juga. Ketika Kaisar James tergigit oleh ular pada saat perburuan istana, betapa Ariana menjaganya. Rasa cintanya muncul kepada Ariana ketika mengetahui Ariana adalah seorang wanita. Ketika mereka sudah menjadi suami istri dan Ariana menyerahkan diri seutuhnya kepada Kaisar James, Kaisar James sangat mencintai Ariana.
"Kau akan baik-baik saja Ariana. Semoga kram perut yang dialami olehmu Sayang, adalah pertanda baik,' batin Kaisar James sambil mengelus perut Ariana dengan perlahan-lahan.
Seorang laki-laki setengah baya diikuti seorang wanita setengah baya masuk ke dalam kamar Kaisar James dan Permaisuri Ariana. Mereka membungkuk memberi hormat kepada Kaisar James.
"Yang Mulia," ujar laki-laki dan wanita setengah baya itu bersamaan sambil membungkuk memberi hormat kepada Kaisar James.
__ADS_1
"Permaisuri kesakitan karena perutnya kram dan Saya menemukan Permaisuri pingsan di pinggir pantai," ujar Kaisar James.