Permaisuri Yang Dingin Tetapi Sangat Kucintai

Permaisuri Yang Dingin Tetapi Sangat Kucintai
Part 20 Makan Malam Romantis


__ADS_3

Kaisar James memeluk Permaisuri Ariana erat. Permaisuri nampak kelelahan setelah melakukan kewajibannya sebagai istri Kaisar James. Kaisar James sangat bahagia, dikecupnya kening Ariana, dan mempererat pelukannya pada Ariana.


'Bulan madu kita sangat membahagiakan Ariana," ujar Kaisar James.


"Bagaimana dirimu tidak bahagia, selama dua Minggu kita berada disini, Yang Mulia melakukannya terus," ujar Ariana dengan ketus.


"Bukannya kau juga menikmatinya, Permaisuri?" ujar Kaisar James sambil bermaksud menggoda Ariana.


Ariana terdiam mendengar jawaban Kaisar James. Ya, Ariana manusia biasa dan juga punya rasa, akhirnya Ariana menikmati apa yang mereka kerjakan selama dua Minggu ini. Walaupun menikmatinya, tetapi tetap saja Ariana masih benci kepada Kaisar James. Kebencian ini selalu menggumpal di dada Ariana karena wajah Kaisar James yang sangat mirip dengan David. Anehnya Kaisar James selalu saja meminta haknya setiap hari, berulang kali seakan tidak ada lelahnya. Ariana terpaksa selalu melihat wajah Kaisar James setiap kali kebersamaan mereka.


"Bangun yuk Ariana, kita keluar berjalan di pantai," ujar Kaisar James.


Kaisar James bergegas bangun dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi sesaat kemudian keluar lagi dan membangunkan Ariana yang ternyata sudah tertidur di atas tempat tidur.


"Bangun Ariana, ayo kita keluar berjalan ke pantai,' ujar Kaisar James.


Ariana yang sudah tertidur membuka matanya, walaupun malas tetapi Ariana bangun juga dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai, bergegas Ariana keluar dari kamar mandi dan melihat Kaisar James sudah berpakaian dengan rapi, seperti biasa tampan, enak dilihat.


"Bisa-bisanya aku merasa suamiku tampan, ya memang tampan setampan David, sangat mirip David, tidak-tidak lebih tampan James,'' batin Ariana di dalam hatinya. Ariana bergegas menampar pipi Ariana sendiri untuk membuat dirinya sadar dari lamunan sesaat.


Ariana mengganti gaunnya dengan gaun berlengan panjang dan memakai jubah di luar gaunnya supaya tidak merasa kedinginan karena hari sudah malam. Ariana memberi sentuhan bedak dan lipstik pada wajahnya. Sejak menikah dengan Kaisar James, Ariana selalu berpenampilan sebagaimana wanita pada umumnya memakai gaun. Ariana juga sudah menyukai memakai make up di wajahnya. Perlahan-lahan dengan pernikahannya dengan Kaisar James, Ariana berubah menjadi feminim. Ariana kemudian memperhatikan wajahnya di cermin rias, tampak cantik dan rapi.

__ADS_1


Bergegas, Ariana keluar dari kamar dan berjalan mencari suaminya, Kaisar James.


"Yang Mulia sedang menunggu Permaisuri di ruang tamu," ujar seorang pengawal memberitahukan kepada Ariana tentang keberadaan Kaisar James.


"Ya," ujar Ariana singkat.


Ariana bergegas ke ruang tamu yang ada di villa itu dan melihat suaminya sedang duduk di sebuah kursi sedang menunggunya.


"Yang Mulia," sapa Ariana.


Kaisar James langsung berdiri dari duduknya ketika melihat Ariana menghampirinya dan bergegas merangkul pinggang istrinya, Ariana. Kaisar James membawa istrinya, Ariana melangkah keluar villa.


Di belakang mereka, ikut pengawal yang bertugas menjaga Kaisar dan Permaisuri, berjumlah duapuluh orang pengawal.


Segera saja dentuman kembang api warna biru mewarnai langit. Kaisar James memeluk erat Ariana sambil menikmati pertunjukan kembang api. Romantis.


Ariana sangat menyukai kembang api yang bersinar di kegelapan langit malam. Senyum yang sangat jarang terlihat di wajah Ariana, malam ini Ariana sungguh ceria. Sesekali Ariana menunjuk langit ketika kembang api meledak mewarnai angin malam. Ariana menyukai bunyi dentuman kembang api.


Ariana menatap wajah Kaisar James dan Kaisar James juga menatap wajah Ariana, dan perlahan-lahan Kaisar James mendekatkan wajahnya ke wajah Ariana dan mengecup bibir Ariana. Ariana membalas ciuman Kaisar James dengan hangat. Ciuman Ariana baru berakhir ketika seseorang pengawal mendekati Kaisar James dan Ariana untuk memberitahukan makan malam sudah siap.


Kaisar James menepuk halus pipi istrinya, Ariana yang masih asyik melihat pertunjukkan kembang api yang sangat cantik memeriahkan langit malam dan juga membuat hatinya senang.

__ADS_1


"Sayang, waktunya kita makan malam," ujar Kaisar James sambil mengulurkan tangan membantu istrinya bangun dari duduknya.


Ariana menyambut uluran tangan Kaisar James, memegang tangan Kaisar James dan berdiri. Kaisar James menggenggam tangan Ariana dan membawanya berjalan menyelusuri pantai. Tidak jauh dari tempat mereka duduk di pasir pantai di saat menyaksikan pertunjukkan kembang api, tampaklah sebuah meja dengan lilin yang menyala, bunga Mawar merah dalam vas kristal yang cantik, gelas kristal yang berisikan wine, buah-buahan yang Ariana suka, roti panggang hangat, sphagetti gandum, minuman hangat, dan ikan bakar panggang.


"Silahkan duduk, Permaisuri," ujar Kaisar James yang menarik sebuah kursi untuk diduduki oleh Ariana.


Ariana duduk di sebuah kursi yang sudah ditarik oleh Kaisar James dan seorang pelayan berdiri menunggu Ariana dan Kaisar James makan, siap melayani segala kebutuhan dan memberikan pelayanan selama Kaisar James dan Permaisuri makan malam.


Pelayan tersebut menuangkan wine ke gelas Kaisar James dan Permaisuri Ariana. Kemudian menaruh spaghetti ke piring Kaisar James dan Permaisuri Ariana.


"Silahkan Yang Mulia dan Oermaisuri," ujar Pelayan tersebut sambil membungkukkan badannya memberi hormat.


Kaisar James memulai makan dan dengan penuh perhatian memisahkan ikan bakar dari tulang-tulangnya dan menaruhnya di piring Ariana.


"Makan yang banyak Sayangku, dengan gizi yang baik maka jika ada calon anak kita tentunya akan baik untuk perkembangannya" ujar Kaisar James yang sangat antusias menunggu kabar bahagia tentang kehamilan istrinya, Ariana.


Ariana yang memang menyukai ikan bakar memakan ikan bakarnya dengan lahap. Kemudian ditambah dengan dua roti panggang hangat dan segelas susu hangat. Kaisar James yang melihat istrinya makan dengan lahap tersenyum melihatnya. Sphagetti di piring Ariana juga sudah habis dimakan Ariana. Kaisar James memberikan kepada istrinya buah apel yang sudah dikupas dan disuap ke mulut Ariana. Ariana memakan apelnya dengan lahap. Entah kenapa selera makan Ariana menjadi bertambah baik mungkin karena aktivitas yang dikerjakan Ariana bersama Kaisar James menghabiskan energi Ariana.


Kaisar James melihat ada sisa sedikit sphagetti di sudut mulut Ariana dan dengan mesra Kaisar James membantu mengelap sudut mulut Ariana.


"Terima kasih Yang Mulia," ujar Ariana.

__ADS_1


Ariana pada dasarnya agak cuek sehingga kurang memberikan perhatian kepada Kaisar James, ditambah lagi Ariana memang tidak menyukai wajah Kaisar James yang mirip David. Ariana sama sekali lupa memberikan perhatian kepada Kaisar James di saat makan malam romantis ini.


Pelayan dan pengawal yang berdiri di belakang Kaisar James dan Permaisuri Ariana, sudah memahami betapa Kaisar kesayangan mereka mencintai dan tergila-gila kepada Permaisuri Ariana.


__ADS_2