
Kereta kuda kerajaan yang akan membawa Ariana ke aula istana sudah menunggu di depan. Ariana berjalan dengan digandeng ayahnya Jenderal Ryan White menuju kereta kuda kerajaan. Sebentar lagi prosesi pernikahan Ariana White dan Kaisar James akan segera berlangsung. Ariana White naik ke atas kereta kerajaan disusul oleh ayahnya, Jenderal Ryan White. Kemeriahan pesta perkawinan antara Ariana White dan Kaisar James dapat dirasakan di istana dan diluar istana. Rakyat juga sangat antusias menyambut calon permaisuri kerajaan ini yang sebentar lagi akan resmi menikah dengan Kaisar James dan segera dilantik menjadi permaisuri. Kereta kuda kerajaan berjalan perlahan-lahan di sepanjang perjalanan menuju gedung tempat pernikahan itu akan dilangsungkan. Ariana White melambaikan tangannya dengan anggun di sepanjang perjalanan. Rakyat berkumpul dan bersorak sorai menyambut calon permaisuri mereka yang cantik jelita. Kereta kuda kerajaan itu terus berjalan perlahan-lahan sampai di sebuah gedung putih besar dengan tiang-tiang tinggi menjulang. Gedung ini adalah tempat dimana prosesi perkawinan akan dilangsungkan antara Ariana White dan Kaisar James. Jenderal Ryan White turun terlebih dahulu dari kereta kuda kerajaan dan kemudian mengulurkan tangannya untuk membantu putrinya, Ariana White turun dari kereta kuda. Ariana White berjalan anggun digandeng ayahnya, Jenderal Ryan White di sepanjang karpet merah yang terhampar di gedung tersebut. Kaisar James sudah berdiri di depan pemuka agama yang berwenang untuk menikahkan Ariana White dan Kaisar James. Ariana memakai gaun pengantin berwarna putih dengan Tiara yang terpasang di kepalanya,. Ariana White melangkah perlahan-lahan dengan anggun bergandengan tangan dengan Ayahnya, Jenderal Ryan White, berjalan menghampiri Kaisar James. Kaisar James memandangi Ariana White, yang sebentar lagi akan menjadi istrinya, permaisuri kerajaan ini.
"Betapa cantiknya Ariana dan aku sungguh beruntung bisa menemukannya," batin Kaisar James.
Wanita yang hanya bisa dijumpai dan ditemui dalam mimpi di malam hari, sekarang sedang berjalan ke arahnya. Wanita yang sebentar lagi akan resmi menjadi istrinya. Betapa beruntungnya bisa menemukan dan memilikinya. Itulah yang ada dalam benak Kaisar James ketika melihat Ariana White berjalan mendekati dirinya.
Ariana White berdiri bersisian d Ngan Kaisar James dan segera prosesi pernikahan itu dimulai.
"Ariana White bersediakah menerima dan mendampingi Kaisar James seumur hidup dalam keadaan suka dan duka sampai maut memisahkan?" ujar pemuka agama tersebut.
"Iya,' ujar Ariana White.
__ADS_1
"Yang Mulia, Kaisar James bersediakah Yang Mulia menerima Ariana White sebagai istri Anda dalam suka dan duka sampai maut memisahkan?" tanya pemuka agama yang berwenang tersebut.
"Bersedia," jawab Kaisar James dengan lantang dan mantap.
"Saya dengan kekuasaan yang diberikan oleh negara, menyatakan mulai hari ini kalian sah sebagai suami dan istri," ucap pemuka agama tersebut.
"Silahkan mencium mempelai wanita," ujar pemuka agama tersebut mempersilahkan Kaisar James mencium Ariana White.
Kaisar James langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Ariana White yang membuat wajah Ariana White seketika merah merona, menahan malu karena banyak sekali yang memperhatikan Ariana White dan Kaisar James.
"Sudah sah, Ariana White," ujar Kaisar James yang langsung saja mencium bibir Ariana White dengan mesra, dan lama.
__ADS_1
"Sudah Yang Mulia, nanti dilanjutkan lagi," bisik pemuka agama tersebut dengan pelan kepada Kaisar James.
Kaisar James tidak memperdulikan bisikan dari pemuka agama yang baru saja menikahkan mereka dan terus melanjutkan mencium bibir Ariana White dengan mesra, Kaisar James lupa disekeliling mereka banyak yang sedang memperhatikan, lupa dunia bukan hanya milik Kaisar James dan Ariana White. Ciuman itu berlangsung cukup lama, dan Ariana White baru dilepaskan oleh Kaisar James setelah Kaisar James merasa ciumannya sudah cukup. Wajah Ariana White sudah bersemu kemerahan antara malu dan jengkel.
"Aneh setiap ada kesempatan selalu saja nyosor seperti bibirku ini adalah permen," batin Ariana White dengan kesal.
Kaisar James memeluk pinggang Ariana White, istrinya dengan mesra. Sebentar lagi acara penobatan istrinya, Ariana White menjadi permaisuri kerajaan ini akan segera dimulai. Mahkota permaisuri kerajaan ini sudah dipersiapkan di atas sebuah baki yang ditutupi dengan kain beludru merah siap dipasangkan ke atas kepala Ariana White.
"Dengan kekuasaan yang diberikan kepada Saya, oleh negara ini maka hari ini Saya melantik Ariana White, sebagai permaisuri dari kerajaan ini," ucap pejabat yang berwenang melantik permaisuri. Mahkota permaisuri kerajaan ini dipakaikan kenatas kepala Ariana yang sedang menundukkan kepalanya sedikit supaya mahkota permaisuri dapat terpasang dengan baik di atas kepalanya.
"Rakyat dan segenap pejabat kerajaan ini wajib memberikan rasa hormat, rasa bakti, dan selalu siap menjaga kehormatan permaisuri kerajaan ini," ujar pejabat yang berwenang untuk melantik permaisuri.
__ADS_1
Ariana White permaisuri kerajaan ini segera berdiri di sisi Kaisar James dan menerima ucapan selamat dari pejabat utama kerajaan dan perwakilan negara perbatasan yang juga diundang. Pesta pernikahan yang meriah walaupun dilangsungkan dengan kecepatan kilat terselenggara dengan meriah dan mewah. Kaisar James dan Permaisuri Ariana White berjabatan dengan setiap tamu yang menyalami mereka. Kemesraan terlihat dari setiap tatapan mata Kaisar James terhadap istrinya, Ariana White. Para tamu yang diundang dan pejabat utama istana sudah tidak heran dengan tatapan mata Kaisar James yang mesra terhadap Permaisuri Ariana dan bahkan pelukan Kaisar James di pinggang Permaisuri Ariana yang tidak pernah terlepas, mereka sangat memahami Kaisar James tergila-gila kepada Permaisuri. Mereka memahami sekali jatuh cinta Kaisar James langsung mabuk kepayang terhadap permaisuri Ariana. Mereka sangat mencintai dan menghormati Kaisar James yang baik hati dan bijaksana dengan sendirinya mereka juga mencintai dan menghormati Permaisuri Ariana. Mereka juga sudah lama mengenal Ariana White yang merupakan anak dari Jenderal Ryan White, mereka.mengetahui permaisuri mereka adalah wanita yang sangat baik hati, tetapi galak.
"Aku sangat mencintaimu istriku," ucap Kaisar James yang kali ini kembali mencium bibir Permaisuri Ariana dengan mesra. Permaisuri Ariana White menjaga sikapnya dengan baik di depan para tamu undangan dan pejabat utama kerajaan, Permaisuri Ariana menyambut ciuman Kaisar James juga dengan sama mesranya, lembut dan dalam. Kaisar James menyambut kemesraan yang diperlihatkan Permaisuri Ariana White. Ciuman itu berlangsung sangat lama, dan Kaisar James akhirnya segera membawa istrinya berlalu dari ruangan tersebut, memeluk Ariana White dengan mesra dan berlalu keluar dari ruangan tempat pernikahan dan pelantikan permaisuri Ariana berlangsung. Kaisar James membawa permaisuri Ariana naik ke kereta kuda milik Kaisar James menuju ke tempat bulan madu mereka berdua sebuah villa milik kerajaan yang berada di sebuah pinggir laut yang sangat romantis dan indah.