
Kajsar James berlari menghampiri Permaisuri Ariana. Jantung Kaisar James rasanya hampir berhenti berdetak ketika melihat gaun Permaisuri Ariana penuh dengan noda darah, wajah Permaisuri Ariana juga bernoda darah, dan tangan Permaisuri Ariana masih menggenggam pedang yang berlumuran darah.
"Ariana mana yang luka?" tanya Kaisar James sambil menghapus darah di wajah Permaisuri Ariana dengan sehelai sapu tangan yang dengan terburu-buru dikeluarkan Kaisar James dari sakunya.
Kaisar James memeriksa kedua sisi wajah Permaisuri Ariana, kedua telinga Permaisuri Ariana, tengkuk dan kepala Permaisuri Ariana untuk memastikan apakah ada luka sehingga ada darah di wajah Permaisuri Ariana.
Kaisar James berpindah memeriksa noda darah di gaun Permaisuri Ariana, memastikan tidak ada luka di tubuh Permaisuri Ariana. Dada Kaisar James rasanya hampir berhenti berdetak karena ketakutan melihat keadaan Permaisuri Ariana.
"Ariana, Sayang," ujar Kaisar James.
"James," ujar Permaisuri Ariana sambil memeluk Kaisar James.
"Tenanglah, sudah aman, sudah tidak apa-apa," ujar Kaisar James dalam pelukan Permaisuri Ariana.
Permaisuri Ariana sangat takut kehilangan Kaisar James, ketika melihat seorang penyerang berbaju hitam melompat ke belakang Kaisar James dan bermaksud menyerang Kaisar James dari belakang. Jika Ariana tidak menghentikannya maka Ariana bisa kehilangan Kaisar James.
Permaisuri Ariana menyayangi Kaisar James walaupun Permaisuri Ariana belum menyadari hati Permaisuri Ariana sudah dicuri oleh Kaisar James.
"Sudah, keadaan sudah aman, Ariana," ujar Kaisar James.
Permaisuri Ariana melepaskan pelukannya pada Kaisar James dan berdiri di sisi Kaisar James. Kaisar James memanggil kepala pengawal pasukan yang sudah berdiri di belakang Kaisar James dan Permaisuri Ariana.
"Bereskan mayat-mayat penyerang itu," perintah Kaisar James.
"Lanjutkan perjalanan," perintah Kaisar James kepada kepala pengawal yang mengawal perjalanan Kaisar James dan Permaisuri Ariana pulang ke istana.
"Sesampai di istana, menghadap beserta kepala pasukan istana, masalah ini harus diusut," perintah Kaisar James kepada kepala pengawal pasukan.
"Apa yang kau temukan?" tanya Kaisar James kepada kepala pengawal istana?"
"Lihat pedang-pedang ini Yang Mulia," ujar Kepala pengawal pasukan sambil menunjukkan pedang kepada Kaisar James.
"Pedang-pedang ini milik penyerang kita, dan ada tanda khusus yang kecil di pedang ini," ujar kepala pengawal sambil menunjuk ke sebuah tanda berbentuk segitiga kecil yang berada pada pedang yang sedang dipegang oleh kepala pengawal pasukan.
"Semua pedang ini mempunyai tanda yang sama," ujar Kepala pasukan sambil menunjuk ke beberapa pedang yang sudah ditumpuk di sudut kiri yang tidak jauh dari tempat Kaisar James dan kepala pasukan itu berada.
__ADS_1
"Selidiki dan laporkan setiap perkembangan penyelidikan ini," perintah Kaisar James.
"Baik Yang Mulia," ujar kepala pengawal pasukan.
Kaisar James menggandeng tangan Permaisuri Ariana dan membawanya kembali ke kereta kuda. Perjalanan kembali ke istana akan kembali diteruskan.
Kereta kuda itu kembali berjalan dan Sais kereta kuda mempercepat laju kereta. Kaisar James menatap Permaisuri Ariana bersyukur karena keadaan Permaisuri Ariana baik-baik saja tanpa ada luka.
"Apakah Permaisuri baik-baik saja?" tanya Kaisar James.
"Baik Yang Mulia," jawab Permaisuri Ariana.
"Perut Permaisuri adakah rasa nyeri atau kram?" tanya Kaisar James sambil mengelus perut Permaisuri Ariana.
"Tidak ada Yang Mulia," ujar Permaisuri Ariana.
"Siapa yang mengajari Permaisuri Ariana menembak dan berlatih bela diri dengan pedang?" tanya Kaisar James setelah melihat Permaisuri Ariana ternyata sangat terampil dan mahir dalam seni bela diri menggunakan pedang dan menggunakan senjata api.
"Jenderal Ryan White," jawab Permaisuri Ariana.
"Sejak kecil, Ayah sudah mengajariku," ujar Permaisuri Anne.
"Kalau tidak keluar dari kereta akan sulit membela diri. Luas kereta sempit, amat terbatas," ujar Permaisuri Ariana.
"Jika Saya tidak keluar, apa yang akan terjadi dengan Yang Mulia?" tanya Permaisuri Ariana dengan suara yang agak ketus. Permaisuri Ariana merasa sedikit dongkol dengan pertanyaan kaisar James.
Nyaris saja sesuatu yang buruk terjadi pada Kaisar James jika saja Permaisuri Ariana tidak turun dari kereta. Mungkin nyawa Kaisar James sudah dalam bahaya akibat terkena tusukan atau sabetan pedang tajam.
"Coba Yang Mulia pikir apa yang akan terjadi pada Yang Mulia jika Saya tidak turun dari kereta?" tanya Permaisuri Ariana.
"Yang Mulia pasti sudah terluka dan pastinya fatal dengan nyawa Yang Mulia," ujar Permaisuri Ariana memberi penjelasan dengan ketus.
Permaisuri Ariana khawatir jika aku terluka?" tanya Kaisar James.
"Khawatir," ujar Permaisuri Ariana.
__ADS_1
"Apakah Permaisuri Ariana cinta kepadaku?" tanya Kaisar James.
"Cinta," jawab Permaisuri Ariana dengan dongkol sambil memalingkan wajahnya.
"Permaisuri bilang cinta kepadaku tadi. Apakah telinga Saya tidak salah mendengar?" tanya Kaisar James berusaha menggoda Permaisuri Ariana.
" Yang Mulia salah mendengar," ujar Permaisuri Ariana dengan ketus.
Wajah Permaisuri Ariana yang cantik itu mendadak berubah menjadi berubah warna. Pipi Permaisuri Ariana bersemu merah menahan malu.
Kaisar James akhirnya hanya diam saja ketika melihat Permaisuri Ariana memalingkan mukanya.
"Cinta, barusan Permaisuri Ariana bilang cinta" batin Kaisar James
Permaisuri Ariana ternyata mengkhawatirkan keadaanku dan cinta denganku," batin Kaisar James sambil menoleh ke samping untuk menatap Permaisuri Ariana dalam-dalam. Permaisuri Ariana yang sedang membuang muka.
Permaisuri Ariana merasa rasa lelah menyelimuti tubuhnya. Permaisuri Ariana sedang hamil muda dan tindakan yang baru saja diambil Permaisuri Ariana untuk membela dirinya dan Kaisar James ketika diserang oleh penyerang misterius membuat Permaisuri Ariana merasa kelelahan. Permaisuri Ariana menyandarkan kepalanya ke dinding kereta dan memejamkan mata. Permaisuri Ariana tertidur dengan cepat.
Kaisar James yang melihat Permaisuri Ariana tertidur sambil menyandarkan kepala di sisi dinding kereta, memegang bahu Permaisuri Ariana dengan lembut, dan menyandarkan Permaisuri Ariana dalam pelukan Kaisar James.
"Permaisuri ku yang tercinta," batin Kaisar James.
Kaisar James merasa dua insiden yang terjadi belakangan ini yaitu insiden Permaisuri Ariana yang hampir terpeleset di lantai tangga yang licin karena dilumuri minyak goreng dan insiden penyerangan oleh orang tak dikenal, bertujuan untuk mencelakakan Permaisuri Ariana atau juga bertujuan untuk mencelakakan dirinya.
"Siapa yang ingin mencelakakan Permaisuri Ariana atau mencelakakan aku?" batin Kaisar James.
Kaisar James membatin di dalam hatinya siapapun pelakunya tidak bisa ditolerir, perbuatannya melanggar hukum. Kejahatan terhadap Kaisar penguasa negara atau Permaisuri adalah kejahatan besar, hukuman untuk pelakunya adalah hukuman mati.
"Kedua peristiwa ini pastilah saling berkaitan," batin Kaisar James.
"Pelakunya harus segera terungkap dan ditangkap," batin Kaisar James.
"Siapa yang sangat membenci Permaisuri Ariana atau membenci aku?" batin Kaisar James.
"Apakah Anne terlibat untuk semua ini?" batin Kaisar James kembali di dalam hatinya.
__ADS_1
"Pelaku yang membuat anak tangga menjadi sangat licin belum terungkap, tidak ada bukti yang ditinggalkannya," batin Kaisar James lagi.
"Satu-satunya orang yang baru bertugas di villa beberapa hari sebelum insiden anak tangga licin karena dilumuri minyak goreng adalah pelayan baru bernama Mila," batin Kaisar James.