
Permaisuri Ariana memberitahukan kepada Kaisar James bahwa ia telah selesai menggunakan kamar mandi dan ingin keluar dari kamar mandi, dan kembali ke tempat tidur. Kaisar James masuk ke dalam kamar mandi dan membopong Ariana ala bridal style keluar dari kamar mandi. Kaisar James tetap memperlihatkan perhatian dan kemesraaan walaupun cemburu menguasai hati Kaisar James.
Permaisuri Ariana membenamkan wajahnya dalam pelukan Kaisar James ketika Kaisar James membopongnya. Tidak seperti biasanya tetapi Ariana juga tidak menyadarinya.
"Apakah ingin makan Ariana, ini sudah siang?" tanya Kaisar James yang merasa kecemburuan di hatinya sedikit terobati ketika Ariana membenamkan diri dalam pelukannya.
"Iya sebentar lagi akan diantar dari dapur karena tadi sudah meminta dibuatkan makanan," ujar Permausuri Ariana.
"Ariana, adakah laki-laki yang kau suka sebelum menikah denganku?" tanya Kaisar James.
"Ada," ujar Permaisuri Ariana dengan terus terang.
"Siapa?" tanya Kaisar James langsung.
"Seseorang dari masa lalu yang bernama David," ujar Permaisuri Ariana.
"David," ujar Kaisar James dengan kening berkerut.
Kaisar James ingat dengan nama "David" karena Kaisar James untuk pertama kalinya dipukuli seseorang di wajah dengan alasan wajah Kaisar James mirip David. Pipi Kaisar James sampai lebam, dan satu-satunya orang yang berani memukul wajah Kaisar James adalah Permaisuri Ariana.
"Ingatkah Ariana, siapa laki-laki yang wajahnya kau pukul?" tanya Kaisar James dengan kesal.
"Yang Mulia," jawab Permaisuri Ariana sambil tersenyum.
Permaisuri Ariana tersenyum dengan manis, senyuman Permaisuri Ariana seketika meluluhlantakkan kecemburun yang berkobar di hati Kaisar James.
"Alasan Ariana memukul aku karena apa?" tanya Kaisar James pelan.
Kaisar James masih ingat ketika Permaisuri Ariana memukul wajahnya, Ariana berteriak sangat membenci wajahnya dan wajah Kaisar James adalah yang menjadi alasan dipukulnya Kaisar James.
"Apakah wajahku mirip David Ariana?" tanya Kaisar James.
"Iya sangat mirip," ujar Permaisuri Ariana.
"Mengapa Ariana bisa tidak bersama dengan David lagi?" tanya Kaisar James dengan pelan.
Kaisar James merasa hampir mengetahui alasan yang menjadi penyebab selama ini Permaisuri Ariana bersikap dingin, judes, dan jutek kepada Kaisar James.
"David berselingkuh dengan Wina, sahabat yang aku kenal sejak lama," ujar Permaisuri Ariana.
Permaisuri Ariana menceritakan Ariana memergoki Kevin, tunangannya sedang berhubungan intim dengan sahabatnya sendiri, Wina. Perselingkuhan antara David dan Wina yang dipergoki oleh Ariana menyebabkan berakhirnya hubungan antara Ariana dan David.
"Aku sangat membenci Kevin, " ujar Permaisuri Ariana dengan mata yang berkaca-kaca, setetes air mata jatuh ke pipi Permaisuri Ariana.
__ADS_1
"Aduh, ternyata ini penyebabnya," batin Kaisar James dengan nelangsa.
Kaisar James untuk pertama kalinya di hari ini, menyadari bahwa ternyata penyebab Permaisuri Ariana bersikap dingin, jutek, dan ketus dengannya adalah karena wajahnya sangat mirip dengan David. Permaisuri Ariana pastinya selalu melihat wajah David setiap melihat wajah Kaisar James.
"Aduh kenapa wajahku harus mirip David?" batin Kaisar James.
Kaisar James membatin di dalam hatinya masa wajahnya harus ditutupi dengan topeng supaya Permaisuri Ariana tidak dingin ketus, dan judes kepada dirinya.
"Kenapa bisa terjadi hal seperti ini?" tanya Kaisar James di dalam hatinya.
"Kenapa bisa?" batin Kaisar James dengan merana.
Permaisuri Ariana memang berkulit badak dan sama sekali tidak menyangka kejujuran Ariana tentang David, pria di masa lalu Ariana, membuat Kaisar James merasa sedih.
"James, jangan bertanya tentang David," ujar Permaisuri Ariana.
"Aku tidak ingin membicarakan tentang David lagi," ujar Permaisuri Ariana.
"Itu semua adalah cerita masa lalu," ujar Permaisuri Ariana.
"Masa lalu Permaisuri Ariana dengan David sangat mempengaruhi hubungan kita," ujar Kaisar James dengan pelan.
"Tidak ada pengaruhnya James, jika ada pengaruhnya pastinya aku tidak akan menikah dengan dirimu, James," ujar Permaisuri Ariana.
"Apakah kau mencintai David?' tanya Kaisar James kepada Permaisuri Ariana.
"Apakah aku harus menjawab pertanyaan tersebut Yang Mulia?" tanya Permaisuri Ariana.
"Iya sangat mencintai David, tetapi semua sudah berubah sejak perselingkuhan David dan Wina," ujar Permaisuri Ariana.
"Apakah kau mencintaiku Permaisuri Ariana?" tanya Kaisar James perlahan.
"Sejujurnya tidak," ujar Permaisuri Ariana.
Kaisar James tertegun ketika.memdengar perkataan Permaisuri Ariana yang terus terang.
"Oh, ternyata kau tidak mencintaiku," ujar Kaisar James.
Kaisar James sejak dari awal memang mengetahui Permaisuri Ariana tidak mencintainya. Kaisar James memaksa untuk mendapatkan diri Permaisuri Ariana dengan cara membohongi Permaisuri Ariana bahwa sesuatu telah terjadi antara Kaisar James dan Ariana.
"Tetapi, mendengar secara langsung dari mulut Permaisuri Ariana, rasanya sedih," batin Kaisar James di dalam hati.
Kaisar James hanya bisa membatin di dalam hatinya. Kejujuran Permaisuri Ariana membuat hati Kaisar James menjadi sedih.
__ADS_1
"Sudahlah, James jangan bertanya terus menerus tentang masa lalu dan perasaanku kepadamu," ujar Permaisuri Ariana.
"Nanti membuatmu sedih," ujar Permaisuri Ariana.
"Aku tidak sedih," ujar Kaisar James dengan menahan rasa sedih di hatinya.
Tetapi Kaisar James sama sekali tidak peka untuk melihat bahwa Permaisuri Ariana menyadari bahwa kata-kata Permaisuri Ariana membuat hati Kaisar James menjadi sedih.
"Sudahlah James, sebentar lagi kita akan makan siang," ujar Permaisuri Ariana.
"Aku berada di sini menikah denganmu Yang Mulia, Kaisar James berarti aku memilih untuk berada di sisimu," ujar Permaisuri Ariana menjelaskan kepada Kaisar James.
Bertepatan dengan selesainya ucapan Permaisuri Ariana, masuklah dua orang pelayan mengantarkan makanan yang sudah dipesan Permaisuri Ariana.
"Hormat kami, Yang Mulia dan Permaisuri," ujar Kedua pelayan itu bersamaan.
"Kami mengantarkan makanan yang dipesan Permaisuri Ariana untuk makan siang," ujar salah satu pelayan tersebut.
"Tinggalkan di atas meja, setelah itu kalian berdua boleh pergi," ujar Kaisar James.
Kaisar James melihat makanan yang ditaruh di atas piring yang diletakkan di sebuah nampan. Roti yang berisikan daging asap dan roti Croissant. Selain makanan yang dipesan Ariana terdapat juga makanan yang merupakan menu makan siang Kaisar James. Nasi dan daging bakar beserta sayuran yang sudah ditumis, dan ada juga semangkuk sup yang hangat.
"Permaisuri Ariana menginginkan makanan ini?" tanya Kaisar James.
Kaisar James baru mengetahui bahwa Permaisuri Ariana pergi memesan makanan ini sendiri ke dapur.
"Iya aku menginginkannya," ujar Permaisuri Ariana.
"Sampai liurku ingin menetes saking inginnya," ujar Permaisuri Ariana dengan mata berbinar mendengar perkataan Permaisuri Ariana.
Kaisar James tersenyum mendengar perkataan Permaisuri Ariana.
"Itu namanya mengidam Ariana," ujar Kaisar James.
"Sini aku suapi," ujar Kaisar James.
"Tidak perlu menyuapi aku, James," ujar Permaisuri Ariana.
"Tidak Ariana, ini adalah perintah," ujar Kaisar James.
Permaisuri Ariana mau tidak mau harus menurut dengan Kaisar James yang ingin menyuapi Ariana.
"Baiklah," jawab Permaisuri Ariana dengan patuh.
__ADS_1