
Mila yang mendapat perintah dari Anne untuk mencelakakan Permaisuri Ariana gagal menjalankan misinya mencelakakan Permaisuri Ariana. Ide Mila untuk membuat celaka Permaisuri Ariana dengan membuat lantai dan anak menjadi licin dengan minyak goreng ternyata tidak berhasil pada saat pelaksanaannya. Permaisuri Ariana tidak terpeleset yang fatal dan tidak mengalami kecelakaan yang berat.
Mila selama beberapa hari ini pulang ke istana karena telah mendapat ijin dari kepala koki di villa.
Mila mendatangi kamar Anne setelah Mila sampai di istana.
"Selamat siang, Nona Anne," ujar Mila ketika berada di dalam kamar Anne.
Mila melihat Anne yang duduk di kursi yang ada di kamar tersebut. Raut wajah Anne tampak marah.
"Aku tahu kau tidak berhasil melaksanakan tugas yang ke perintahkan kepadamu," ujar Anne dengan kesal dan marah.
"Maafkan Saya, karena tidak berhasil Nona Anne," ujar Mila sambil menundukkan kepala.
"Seharusnya kau memakai otak, cari ide dan akal yang lebih cemerlang supaya Permaisuri Ariana bisa celaka," ujar Anne dengan marah.
Mila memandang Anne, raut wajah Anne sangat menakutkan karena penuh dengan kemarahan. Wajah Anne yang cantik itu tampak penuh kebencian.
"Maafkan Saya, Nina Anne, Saya tidak menyangka Permaisuri Ariana bisa menahan diri Permaisuri Ariana supaya tidak jatuh dengan fatal," ujar Mila sambil menunduk.
"Saya sudah berusaha semaksimal dan sebaik mungkin. Permaisuri Ariana selalu melewati tempat yang sama di waktu yang sama," ujar Mila.
"Melumuri lantai dan anak tangga dengan minyak goreng menjadi licin adalah rencana yang tepat," ujar Mila sambil menunduk ketakutan.
"Tetapi Saya sama sekali tidak menyangka, Permaisuri Ariana bisa menjaga keseimbangannya supaya tidak terpeleset terlalu jauh," ujar Mila dengan raut wajah penuh ketakutan.
"Itu karena kau bodoh, tidak pandai membuat rencana yang bagus," ujar Anne dengan marah.
Anne menghampiri Mila yang sedang menunduk ketakutan dan memegang dagu Mila dengan sebelah tangannya. Mila bertambah ketakutan ketika dagunya sudah dipegang oleh Anne.
Anne mendekatkan wajahnya ke Mila, dan sambil menyeringai yang membuat Mila semakin bertambah ketakutan.
__ADS_1
"Ampuni Saya, Saya akan berusaha agar Permaisuri Ariana bisa celaka," ujar Mila dengan gemetar.
"Aku akan memberimu uang yang banyak jika rencana kita berhasil," ujar Anne dengan jari tangan yang menelusuri wajah Mika, sedangkan tangan kanannya sedang memegang dagu Mila dengan kencang.
"Ampun Nona Anne," ujar Mila dengan ketakutan.
"Saya akan menjalankan tugas Saya dengan baik," ujar Mila dengan tubuh yang bergetar menahan rasa takut.
"Bagus," ujar Anne sambil mendorong Mila sehingga jatuh tersungkur ke lantai.
Mila yang didorong Anne sampai jatuh tersungkur ke lantai hanya bisa menangis terisak-isak.
"Cepat, keluar Mila," teriak Anne dengan marah.
Mila yang mendengar Anne menyuruhnya pergi, cepat-cepat bangun dari lantai dan tanpa disuruh dua kali, Mila dengan cepat berjalan keluar dari kamar Anne.
"Dasar bodoh, kerjaan Mila tidak ada yang becus, mencelakakan Permaisuri Anne saja tidak bisa," ujar Anne dengan marah.
Anne lari ke kamar mandi dan muntah-muntah di kamar mandi. Wajah Anne pucat pasi sambil bersandar di dinding kamar mandi. Seluruh perut Anne rasanya seperti diaduk-aduk tidak karuan. Anne keluar dari kamar mandi dengan kepala yang sangat pusing.
"Ada apa ini kepalaku rasanya pusing dan perutku mual?" batin Anne di dalam hatinya.
Anne duduk di tepi ranjangnya dan Anne kembali teringat dengan kegagalan Mila mencelakakan permaisuri Ariana.
"Mencelakakan Permaisuri Ariana saja tidak bisa," gumam Anne dengan pelan karena menahan pusing di kepalanya.
"Sial, pusing di kepala ini sungguh menyiksaku," ujar Anne dengan kesal. Mila mengatakan rencananya sangat sempurna dan pasti bisa mencelakakan Permaisuri Ariana dengan membuat lantai dan anak tangga yang biasa dilalui oleh Permaisuri Ariana menjadi sangat licin karena Mila mengetahui dengan pasti jam-jam lewatnya Permaisuri Ariana di tangga tersebut.
"Tetapi akhirnya tetap gagal rencana yang dibuat oleh Mila.
"Dasar bodoh," ujar Anne dengan marah.
__ADS_1
Anne sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing hanya bisa menahan kemarahan dan kebenciannya pada Permaisuri Ariana. Keinginannya dengan meminta bantuan dari Mila untuk mencelakakan Permaisuri Ariana berakhir dengan kegagalan. Permaisuri Ariana bukannya celaka, malah Kaisar James semakin cinta dan semakin sayang kepada Permaisuri Ariana. Semakin perhatian dan semakin memanjakan Permaisuri Ariana. Anne dengan kesal memikirkan seharusnya Kaisar James saat ini sedang berurai air mata menangisi Permaisuri Ariana yang luka berat atau menangisi kehilangan anak yang sedang dikandung Permaisuri Ariana. Yang terjadi justru sebaliknya Kaisar James semakin sayang, semakin cinta, semakin mesra, semakin perhatian dengan Permaisuri Ariana.
Bahkan kabar terbaru yang dibawa oleh Mila, Kausar James dan Permaisuri Ariana memadu kasih di gazebo yang ada di taman di villa.
"Ketika menikah denganku, Kaisar James bahkan tidak menyentuhku, apalagi memadu kasih denganku di ranjang," batin Anne dengan kesal.
"Padahal aku masih perawan ketika menikah dengan Kaisar James tetapi Kaisar James bahkan tidak tergoda untuk melakukannya denganku," batin Anne dengan kesal di dalam hatinya.
"Aku bahkan pernah mencoba menggoda Kaisar James secara terang-terangan tetapi tidak dipedulikan," batin Anne dengan kesal.
Anne kesal ketika teringat betapa berbedanya perlakuan Kaisar James kepada dirinya dan perlakuan Kaisar James kepada Permaisuri Ariana. Kaisar James memperlakukan dirinya dengan dingin dan bahkan tidak mau mau menyentuh dirinya walaupun Anne sudah berusaha menggoda Kaisar James dengan memakai pakaian yang sexy.
Tetapi dengan Permaisuri Ariana, Kaisar James malah tergila-gila. Walaupun Permaisuri Ariana bersikap dingin dan cuek, tetap saja Kaisar James berusaha menarik perhatian Permaisuri Ariana, berusaha agar Permaisuri Ariana jatuh cinta kepadanya. Sudah menjadi rahasia umum di kerajaan ini, Kaisar James tergila-gila kepada Permaisuri Ariana.
"Dasar Kaisar bucin," umpat Anne dengan kesal.
Anne merasa kepalanya sangat pusing dan perutnya kembali mual. Anne berlari ke kamar mandi sambil menutup mulutnya. Anne muntah di kamar mandi.
"Ada apa denganku?' batin Anne di dalam hatinya.
Anne melihat wajahnya di cermin yang berada di dalam kamar mandi, wajahnya pucat pasi.
"Ada apa denganku?" batin Anne di dalam hatinya.
Tiba-tiba Anne teringat bahwa Anne untuk bulan ini belum menstruasi. Anne melakukan hubungan intim dengan suaminya, salah seorang pejabat di istana ini hampir setiap malam.
"Apakah aku hamil?" batin Anne di dalam hatinya.
"Aku harus memberitahu suamiku," ujar Anne.
"Andai saja Kaisar James mau menyentuhku di pernikahan kami, tentu aku juga akan hamil anaknya," batin Anne dengan kesal.
__ADS_1