
Anne duduk di depan meja rias dan dengan dibantu oleh seorang pelayan pribadi mulai menata rambut Anne. Rambut Anne yang berwarna kuning keemasan digerai lepas dan kemudian dibentuk menjadi sanggul kecil dan sebuah jepitan rambut dari safir biru dijepit di rambut tersebut. Pelayan pribadi Anne tersebut juga membantu Anne merias wajah dan kemudian membubuhkan pewarna pipi berwarna peach dan membubuhkan pewarna bibir berwarna peach pink ke bibir Anne.
"Cantik sekali Nyonya Anne," ujar pelayan pribadi nyonya Anne memuji kecantikan majikannya Nyonya Anne.
"Iya aku memang cantik," jawab Anne dengan penuh kepercayaan diri.
"Sekarang Saya akan membantu Nyonya berganti pakaian," ujar pelayan wanita tersebut.
"Silahkan Nyonya Anne memilih gaun yang Nyonya suka," ujar pelayan pribadi Anne.
Anne berdiri dari kursi yang sedang didudukinya dan kemudian berjalan menuju ke sebuah lemari kaca dan membuka lemari kaca tersebut. Tampak banyak sekali gaun-gaun yang indah di dalamnya. Anne mengambil sebuah gaun berlengan pendek dan berwarna gold dari dalam lemari tersebut. Gaun panjang yang berlengan pendek dan dengan bawahan yang mengembang berwarna gold tampak sangat mewah. Anne ingin tampil menawan, cantik, dan tampak glamour karena Anne akan mengunjungi Permaisuri Ariana, istri Kaisar James penguasa negeri ini.
"Setidaknya tidak kalah glamour dari Permaisuri Ariana," ujar Anne di dalam hatinya.
"Walaupun aku benci dengan Permaisuri Ariana, harus aku akui Permaisuri Ariana sangat cantik, menawan, dan juga sangat enak dilihat," batin Anne di dalam hatinya.
"Permaisuri Ariana sangat cantik oleh karena itu maka aku harus mengimbangi dengan riasan yang cantik dan gaun yang glamor," batin Anne di dalam hatinya.
"Sekurang-kurangnya aku tidak kalah dari Permaisuri Ariana, dari segi penampilan," batin Anne di dalam hatinya.
Anne kemudian menatap cermin dan memperhatikan tampilan riasan wajah Anne yang tampak di depan cermin. Anne memperhatikan wajah Anne tampak sempurna, tampak cantik dan segar, juga muda.
"Bantu aku berpakaian," ujar Anne memberi perintah kepada pelayan yang membantunya merias wajah.
Pelayan yang membantu Anne merias wajah bergegas mengambil gaun yang telah dipilih Anne begitu mendengar perintah dari Anne untuk membantu Anne berpakaian.
__ADS_1
Anne melepas gaun yang sedang dipakainya dan kemudian berganti gaun dengan gaun berwarna gold yang disodorkan oleh pelayan yang telah membantunya merias wajah. Anne memakai gaun tersebut dan kemudian membalikkan badan dan meminta pertolongan dari pelayan tersebut untuk membantu Anne mengancingkan gaun. Sang pelayan bergegas membantu Anne mengancingkan gaun tersebut, kancing gaun itu terletak di belakang.
"Sudah selesai Nyonya," ujar pelayan itu
memberitahu bahwa gaun Nyonya Anne sudah selesai terkancing rapi.
"Bagus, kau boleh pergi sekarang," ujar Anne kepada pelayan tersebut.
"Baik Nyonya Anne," ujar pelayan itu sambil membungkuk memberi hormat dan kemudian berlalu meninggalkan ruangan.
Anne setelah pelayan yang membantu Anne merias diri dan berpakaian meninggalkan ruangan kemudian menatap pantulan dirinya dari sebuah cermin besar yang terdapat di tengah ruangan. Anne juga berputar-putar di depan cermin sambil tetap memperhatikan pantulan diri Anne di depan cermin.
"Sempurna, siap untuk menghadap Permaisuri Ariana," batin Anne sambil menatap cermin besar di hadapan Anne. Anne kembali memperhatikan pantulan dirinya untuk sesaat di hadapan cermin besar tersebut dan setelah Anne merasa penampilannya sudah sangat sempurna maka Anne membalikkan badan dan kemudian berjalan kembali ke meja tempat kotak yang berisikan roti Croissant tersebut berada. Anne mengambil sebuah kantong kain yang cantik yang akan dipergunakan untuk menyimpan kotak roti tersebut. Anne ingat dengan posisi kotak yang berisikan roti tersebut sehingga tanpa ragu mengambil sebuah kotak roti yang kemudian dimasukkan ke dalam kantong kain tersebut. Anne kemudian menatap dengan hati yang sangat bahagia karena sebentar lagi rencana Anne untuk mencelakai Permaisuri Ariana akan segera terlaksana.
"Akhirnya kematian Permaisuri Ariana segera akan terjadi," batin Anne dengan hati yang penuh dengan rasa suka cita.
"Selamat siang Nyonya," ujar kusir tersebut sambil menggangguk hormat kepada Nyonya Anne.
"Kita ke istana," ujar Nyonya Anne memberi perintah kepada kusir kereta tersebut.
"Baik Nyonya," ujar sang kusir.
Anne bergegas naik ke dalam kereta dan duduk dengan manis di dalam kereta.
"Kita berangkat Nyonya," ujar kusir kereta tersebut.
__ADS_1
Tak lama kemudian kereta kuda itu berangkat meninggalkan kediaman Menteri Kenzo dengan tujuan menuju ke istana.
Perjalanan kereta kuda yang sedang membawa Nyonya Anne berjalan perlahan-lahan menuju ke istana. Anne yang sedang duduk di kursi di dalam kereta merasa sangat senang dan bahagia karena tidak lama lagi keinginannya agan segera tercapai.
"Permaisuri Ariana tidak lama lagi akan meninggalkan dunia ini," batin Anne di dalam hatinya.
"Aku membenci Permaisuri Ariana karena James,' batin Anne di dalam hatinya.
"Aku menyakiti Permaisuri Ariana supaya James mengerti rasanya disakiti," batin Anne di dalam hatinya.
"Mengapa tidak bisa mencintai aku di saat aku menjadi istrinya?" batin Anne di dalam hatinya dengan pilu.
"Mengapa James tidak pernah memperdulikan aku?" batin Anne kembali di dalam hatinya.
"Mengapa James tergila-gila kepada Permaisuri Ariana?" batin Anne di dalam hatinya.
"Apa kelebihan Permaisuri Ariana dibandingkan aku?" tanya Ariana di dalam hatinya.
Anne duduk sambil berpikir tentang kelebihannya dibanding Permaisuri Ariana. Anne merasa dirinya cantik, mempunyai badan yang bagus, dan juga mempunyai darah bangsawan walaupun berasal dari kerajaan tetangga yang kalah berperang melawan kerajaan yang dipimpin oleh Kaisar James. Anne merasa Kaisar James seharusnya juga jatuh cinta, tergila-gila kepada Anne, menyayangi, dan menghargainya sebagaimana Kaisar James jatuh cinta dan tergila-gila kepada Permaisuri Ariana. Tetapi, Kaisar James tidak pernah jatuh cinta kepadanya apalagi tergila-gila kepada dirinya. Kaisar James selalu mengabaikan dirinya dan selalu tidak memperdulikan dirinya. Kaisar James bahkan mengusir dirinya ketika dirinya mencoba merayu Kaisar James. Kaisar James tidak pernah menghargai dirinya bahkan untuk satu kali saja. Seumur hidupnya, Anne selalu menginginkan mendapat perhatian dari Kaisar James, tetapi semua hal yang diinginkan oleh dirinya tidak pernah terjadi.
"Semua hal ini terjadi karena dirimu, James," batin Anne dengan pilu di dalam hatinya.
"Kau yang memaksa aku untuk menjadi jahat seperti hari ini," batin Anne dengan pilu di dalam hatinya.
Air mata mulai jatuh di pipi Anne dan Anne segera menghapus air mata yang jatuh ke wajahnya dengan ujung jari telunjuknya.
__ADS_1
"Semuanya berawal dan terjadi karena dirimu, James," batin Anne di dalam hatinya sambil menghapus air mata di pipinya.