
Permaisuri Ariana pagi itu sedang duduk bersantai di taman istana yang berada di istana yang khusus diperuntukkan untuk Permaisuri Ariana. Hari ini cuaca sangat cerah, dan Permaisuri Ariana duduk di gazebo yang ada di taman istana sambil membaca sebuah buku. Tidak ada satu orang pelayan pun yang menemani Permaisuri Ariana pagi ini karena Permaisuri Ariana sengaja tidak membawa pelayan untuk ikut dengan Permaisuri Ariana ke taman. Privasi dan kesendirian adakah hal yang sangat dibutuhkan oleh Permaisuri Ariana untuk menjernihkan pikiran setelah sehari-hari menjalankan tugas sebagai Permaisuri kerajaan ini.
Permaisuri Ariana membuka halaman-halaman buku yang sedang dibacanya perlahan-lahan. Buku yang sedang dibaca oleh Permaisuri Ariana berisikan seni bela diri menggunakan pedang. Permaisuri Ariana sudah lama tidak berlatih pedang dan terakhir kali Permaisuri Ariana menggunakan pedang adalah ketika ada serangan penyerang misterius pada saat Permaisuri Ariana dan Kaisar James dalam perjalanan pulang dari berbulan madu di vila menuju ke istana. Permaisuri Ariana menggunakan pedang untuk membantu Kaisar James yang sedang diserang penyerang misterius dari belakang.
"Sudah lama sekali aku tidak berlatih pedang," ucap Permaisuri Ariana di dalam hatinya.
Permaisuri Ariana dilarang oleh Kaisar James untuk berlatih pedang karena sedang hamil. Kaisar James mengkhawatirkan Permaisuri Ariana terlalu banyak bergerak jika berlatih pedang sehingga melarang Permaisuri Ariana untuk berlatih menggunakan pedang.
Permaisuri Ariana membaca buku yang sedang dipegang olehnya ketika menyadari ada seseorang yang berdiri di depan gazebo. Permaisuri Ariana mengangkat wajahnya dari buku yang sedang dibacanya. Tampak di hadapan Permaisuri Ariana berdiri seorang pengawal dan disampingnya tampak ada seorang perempuan.
"Hormat Permaisuri, ada yang ingin menghadap Permaisuri," ujar seorang pengawal istana sambil memberi hormat dan kemudian menunjuk seorang wanita yang berdiri di sampingnya.
Permaisuri Ariana memperhatikan wajah wanita tersebut. Rasanya Permaisuri Ariana mengenal perempuan muda yang tampilannya glamor dengan gaun warna gold yang berdiri di hadapan Permaisuri Ariana.
"Salam hormat untuk Permaisuri Ariana, semoga Permaisuri selalu sehat dan panjang umur," ucap perempuan bergaun gold tersebut.
"Saya, Anne, isteri Menteri Kenzo," ucap Anne memperkenalkan dirinya kepada Permaisuri Ariana.
"Ya, duduk," ucap Permaisuri Ariana mempersilahkan Nyonya Anne untuk duduk di kursi yang berada di hadapan Permaisuri Ariana.
"Mohon maaf Permaisuri, Saya lancang menghadap Permaisuri Ariana tanpa Permaisuri memanggil Saya terlebih dahulu.
__ADS_1
Anne mengutarakan permintaan maaf kepada Permaisuri Ariana karena Anne telah berani datang menghadap kepada Permaisuri Ariana tanpa memberitahu terlebih dahulu kepada Permaisuri Ariana atau mendapat panggilan dari Permaisuri Ariana untuk datang menghadap kepada Permaisuri Ariana.
"Maaf, Saya baru memperkenalkan diri Saya kepada Permaisuri," ujar Anne sambil menundukkan kepala.
"Saya sedang hamil dan masih sering merasa mual di pagi hari," ujar Nyonya Anne sambil menatap Permaisuri Ariana.
"Ya, tidak apa-apa," jawab Permaisuri Ariana.
Permaisuri Ariana akhirnya ingat dengan wanita yang berada di hadapannya. Wanita ini adalah mantan istri Kaisar James, mantan selir ya dulu istri Kaisar James yang pertama. Namanya Anne, Selir Anne. Permaisuri Ariana menatap Anne sambil tersenyum tetapi kewaspadaan tetap ada di hati Permaisuri Ariana. Insiden tangga yang licin karena dilumuri minyak goreng dan insiden penyerangan misterius di hutan mengarah ke satu orang yaitu Anne. Kaisar James meminta Permaisuri Ariana untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan jika bertemu Anne. Penyelidikan penyerangan misterius di hutan masih berlangsung. Selama dalang penyerangan itu belum terungkap, Permaisuri Ariana harus berhati-hati terhadap Anne.
Anne menatap Permaisuri Ariana yang sedang tersenyum hangat kepadanya. Anne merasa kebencian memenuhi hati Anne pada saat menatap wajah Permaisuri Ariana secara langsung. Anne sama sekali tidak pernah menyangka Permaisuri Ariana secantik ini. Pantas Kaisar James jatuh cinta dan tergila-gila kepada Permaisuri Ariana. Anne hanya sekali bertemu dan melihat Permaisuri Ariana. Pada saat itu Permaisuri Ariana masih berpakaian dan berpenampilan seperti seorang laki-laki. Di tepi hutan di saat perburuan istana, Anne menertawakan kebersamaan Kaisar James dan Permaisuri Ariana. Hari dimana Anne diceraikan dan dicopot gelarnya sebagai selir di muka umum. Hari yang tidak akan Anne lupakan untuk seumur hidupnya.
Permaisuri Ariana mengambil bungkusan yang diserahkan kepadanya dan kemudian membuka dan mengambil isi di dalamnya. Sebuah kotak kue yang transparan sudah dipegang oleh Permaisuri Ariana.
"Kotak kue ini berisikan roti Croissant," ujar Anne sambil tersenyum hangat kepada Permaisuri Ariana.
"Saya mendengar Permaisuri sangat menyukai roti Croissant," ujar Anne sambil tersenyum hangat.
Anne berusaha menyunggingkan sebuah senyuman yang tulus dan sangat kepada Permaisuri Ariana. Hati Anne bersorak penuh dengan kegembiraan karena sebentar lagi Permaisuri Ariana akan memakannya dan perlahan-lahan racun itu akan bekerja membuat Permaisuri Ariana kesulitan bernapas. Pasti keesokan pagi Permaisuri Ariana akan meninggal dengan tubuh yang membiru.
Permaisuri Ariana membuka kotak kue tersebut dan tampaklah roti Croissant yang harumnya sangat menggoda. Perrmaisuri Ariana mengambil sepotong roti Croissant dan kemudian menawarkannya kepada Anne.
__ADS_1
"Silahkan dimakan roti Croissant ini Nyonya Anne," ucap Permaisuri Ariana sambil menyodorkan roti Croissant itu kepada Nyonya Anne.
"Terima kasih Permaisuri Ariana tetapi Saya sudah memakan roti Croissant ini di rumah," ucap Nyonya Anne sambil tersenyum ketika menolak roti Croissant yang sedang disodorkan oleh Permaisuri Ariana.
"Untuk Permaisuri saja,' ujar Nyonya Anne sambil tersenyum.
"Saya mengira Nyonya Anne akan menemani Saya memakan roti Croissant ini," ujar Permaisuri Ariana sambil menaruh kembali roti Croissant tersebut dalam kotak kue.
"Saya sangat senang bertemu dengan Permaisuri, tetapi mohon maafkan Saya, Saya harus segera pulang," ujar Nyonya Anne sambil memandangi wajah Permaisuri Ariana.
Anne berharap segera setelah Anne berlalu dari hadapan Permaisuri Ariana, Permaisuri yang sangat menyukai roti Croissant akan memakan roti Croissant ini sampai habis.
"Silahkan jika ingin pulang dan terima kasih untuk roti pemberian Nyonya Anne," ucap Permaisuri Ariana.
Anne kemudian berdiri dari kursinya, dan membungkukkan badannya memberi penghormatan kepada Permaisuri Ariana dan kemudian berjalan meninggalkan gazebo dengan langkah yang lemah gemulai. Hati Anne sungguh sangat gembira sebentar lagi rencananya untuk mencelakakan Permaisuri Ariana kan segera tercapai.
Setelah melihat Anne menghilang dari pandangan Permaisuri Ariana, Permaisuri Ariana melihat kotak kue yang berisikan roti Croissant tersebut. Permaisuri Ariana membuka kembali kotak kue itu dan segera aroma kue Croissant yang wangi menyeruak ke Indra penciuman Permaisuri Ariana.
Permaisuri Ariana mengambil sebuah roti Croissant dan kemudian melemparkannya ke dalam selokan yang berada di taman. Permaisuri Ariana melempar foto Croissant itu beberapa ji ke dalam selokan sampai roti Croissant yang ada kotak kue tersebut habis. Permaisuri Ariana menatap kotak.kue yang sudah kosong itu kemudian membuang kotak kue itu dalam tong sampah yang ada di sudut kiri gazebo.
Hati Permaisuri Ariana melarang Permaisuri Ariana untuk memakan roti Croissant yang dibawa oleh Nyonya Anne sehingga Permaisuri Ariana memilih membuang roti Croissant tersebut.
__ADS_1