
Kaisar James memberitahukan kepada laki-laki dan perempuan setengah baya yang baru saja masuk ke kamar permaisuri Ariana bahwa Ariana mengeluh perutnya sakit dan kram dan pingsan akibat rasa sakit yang dirasakan oleh Permaisuri. Kaisar James juga menceritakan bahwa antara dirinya dan Ariana rutin melakukan hubungan setiap hari dan mereka sudah menikah selama satu bulan dan selama ini belum pernah Ariana kedatangan tamu bulanan seoengetahuan Kaisar James. Tentu saja Kaisar James mengetahui tentang tamu bulanan istrinya, Ariana karena mereka melakukannya setiap hari. Penjelasan Kaisar James yang terus terang membuat wajah pelayan pribadi Permaisuri Ariana, kepala pasukan istana tersipu-sipu menahan rasa. Ingin tertawa dan juga malu mendengar Kaisar James yang sungguh berterus terang tentang hubungannya dengan Ariana. Bayangkan Kaisar James yang terkenal cuek dan dingin kepada wanita, yang bahkan pernah menikahi seorang Selir yang bernama Anne tetapi tidak dioerdulikan dan tidak pernah disentuh, hal yang berbeda terjadi dengan Permaisuri Ariana. Kaisar James bahkan tergila-gila kepada sang Permaisuri Ariana. Ariana seperti candu bagi Kaisar James.
Setelah laki laki setengah baya dan perempuan setengah baya tersebut selesai memeriksa Permaisuri Anne, kesabaran Kaisar James habis karena keadaan Ariana juga belum dikatakan oleh laki-laki dan perempuan setengah baya itu.
"Bagaimana keadaan Permaisuti Ariana? Permaisuri sakit apa?" tanya Kaisar James bertubi-tubi.
"Permaisuri Ariana sedang hamil
muda, Yang Mulia sekitar dua Minggu usia kehamilannya," ujar Perempuan setengah baya yang tadi memeriksa Ariana.
"Yang Mulia Kaisar sebentar lagi akan menjadi ayah," ujar laki-laki setengah baya yang tadi memeriksa denyut nadi di pergelangan Ariana.
"Yang Mulia harus menjaga perasaan Permaisuri Ariana jangan membuat Permaisuri kesal atau sedih," ujar perempuan setengah baya yang melakukan pemeriksaan untuk Ariana.
"Baik," ujar Kaisar James
Kaisar James kemudian diberikan resep obat yang harus diminum oleh Permaisuri Ariana yang hampir semuanya adalah obat-obatan yang harus direbus.
"Kami permisi pulang Yang Mulia, Permaisuri sebentar lagi akan siuman," ujar laki-laki setengah baya dan perempuan setengah baya tersebut.
__ADS_1
Kaisar James mengangguk dan memberi perintah kepada Kepala pengawal istana untuk memberikan hadiah kepada laki-laki dan perempuan setengah baya yang tadi memeriksa Permaisuri Ariana.
Kaisar James juga memberi perintah kepada pelayan pribadi yang bertugas melayani Ariana untuk.membuat bubur daging sapi cincang yang hangat dan segelas susu hangat yang biasanya disukai oleh Permaisuri Ariana dan memberi perintah kepada Pelayan Pribadi Arians untuk mempersiapkan obat-obatan yang harus diminum oleh Permaisuri Ariana.
Segera setelah semuanya keluar maka ruangan kamar menjadi sunyi dan senyap. Hanya ada Kaisar James dan Permaisuri Ariana. Kaisar James duduk di tepi ranjang dan memegangi kedua belah tangan Permaisuri Ariana.
"Ariana, terima kasih sebentar lagi aku akan menjadi ayah," batin Kaisar James sambil mengecup tangan Permaisuri Ariana.
Ariana yang terbaring di ranjang perlahan-lahan membuka matanya dan hal pertama yang dilihat oleh Ariana adalah Kaisar James yang memandangi wajahnya dengan mesra.
"Istirahat Sayang," ujar Kaisar James sambil memandang mesra Permaisuri Ariana.
"Aku mencintaimu, sangat mencintai," ujar Kaisar James.
"Aku ingin ke kamar mandi Yang Mulia," ujar Ariana sambil mencoba bangun dan melepas selimut yang menyelimuti badannya. Kaisar James membantu Ariana bangun dan memapah Ariana berdiri.
Tetapi Ariana merasa badannya lemas dan hampir tidak bertenaga, rasanya sungguh lelah. Kepalanya juga pusing dan rasanya mual. Hampir tak teehahankan. Ariana mendorong Kaisar James agar melepaskan dirinya yang sedang dipapah. Ariana menutup mulutnya dengan tangan dan memaksakan dirinya untuk berlari ke kamar mandi.
Kaisar James mengikuti Ariana ya g berlari masuk ke kamar mandi dan melihat Ariana yang muntah-muntah di kamar mandi sampai lemas. Dengan sigap Kaisar James memapah Ariana dan kemudian membantu Ariana membasuh muka dan mulutnya dengan air bersih sehingga tampak lebih segar, dengan sigap Kaisar James membopong Ariana dan membawanya keluar kamar mandi.
__ADS_1
Sesampainya di kamar, tampak pelayan pribadi Ariana sudah berdiri dengan nampan berisikan semangkuk bubur dengan daging sapi cincang dan segelas susu hangat dan satu wadah kecil berisikan ramuan obat Ariana dan juga satu toples kecil berisikan permen. Permen itu untuk menghilangkan rasa mual di mulut Ariana dan rasa pahit di mulut Ariana, dan segelas air putih hangat. Kaisar James membaringkan tubuh Ariana perlahan-lahan di atas ranjang dan mengelus wajah Ariana sesaat dengan mesra.
"Bawa kesini nampannya dan letakkan di atas meja ini," ujar Kaisar James sambil menunjuk ke sebuah meja kecil yang terletak di sisi ranjang.
"Baik Yang Mulia," ujar pelayan pribadi Ariana.
Setelah nampan itu diletakkan oleh pelayan pribadi Ariana, Kaisar James menyuruh pelayan pribadi Ariana untuk keluar. Kausar James menyuapi Ariana makan bubur hangat dan dengan perlahan-lahan membersihkan sudut mulut Ariana setiap selesai menyuapkan satu sendok bubur ke mulut Ariana. Hampir tiga perempat isi mangkok itu dihabiskan oleh Ariana dan Kaisar James berhenti menyuapi Ariana ketika Ariana mengatakan sudah kenyang. Setelah itu Kaisar James membantu Ariana meminum obat yang harus diminum Ariana sampai habis. Beruntung Ariana tidak menolak meminum obat yang harus diminumnya dan Ariana meminumnya sampai habis. Kaisar James dengan telaten juga memberikan Ariana segelas air putih yang juga hangat dan membantu Ariana minum. Ariana minum beberapa teguk dan dengan sigap Kaisar James menyelipkan sebutir permen ke mulut Ariana.
Segera setelah Ariana selesai makan maka peralatan makan dan perlengkapan makan Ariana dibereskan oleh pelayan pribadi Ariana yang masuk kembali untuk membereskan kerapian meja setelah makan.
Kaisar James menatap Ariana dan merasa kasihan terhadap Ariana yang sakit dan muntah-muntah akibat hamil muda. Dielusnya dengan lembut rambut Ariana.
"Tidurlah Sayang," ujar Kaisar James.
Ariana memandang Kaisar James dan mengucapkan terima kasih kepada Kaisar James dan menepuk samping ranjang agar Kaisar James juga ikut berbaring. Kaisar James pun membaringkan badannya ke atas ranjang.
"Jangan dekat-dekat," ujar Ariana sambil.membagi ranjang menjadi dua dengan memberi pembatas sebuah guling. Tetapi baru saja Ariana mengucapkan kata-kata tersebut, perut Ariana kembali terasa kram dan Ariana memegangi perutnya sambil memandang wajah Kaisar James.
"Tidak jangan menjauh, tolong peluk aku," ujar Ariana.
__ADS_1
Kausar James memeluk Ariana erat sambil mengelus perut Ariana. Ariana merasa tenang ketika perutnya dielus oleh Kaisar James dan perlahan-lahan Ariana tertidur kembali tertidur dalam pelukan Kaisar James.
.