
Menteri Kenzo yang sudah selesai makan siang di ruang tengah kemudian beranjak ke ruang perpustakaan dan masuk ke dalam ruang perpustakaan. Menteri Kenzo kemudian berjalan ke sebuah rak buku dan mengambil sebuah buku di rak tersebut.
Menteri Kenzo duduk dengan santai di sebuah kursi baca yang berada di ruang perpustakaan tersebut. Lembar demi lembar halaman buku tersebut perlahan-lahan dibaca oleh Menteri Kenzo.
"Aneh, kenapa rasanya untuk bernapas agak sesak," ucap Menteri Kenzo sambil menutup bukunya dan kemudian meletakkan buku yang dibacanya di atas meja.
"Mungkin aku terlalu banyak makan sewaktu makan siang tadi," ucap Menteri Kenzo di dalam hatinya.
Menteri Kenzo mulai memejamkan matanya sambil duduk di kursi baca yang ada di ruang perpustakaan.
Sementara itu di luar kediaman Menteri Kenzo, sebuah kereta kuda tampak berhenti depan gerbang kediaman Menteri Kenzo. Sang kusir bergegas membukakan pintu kereta dan Nyonya Anne bergegas turun dari kereta kuda tersebut. Dua pengawal kediaman Menteri Kenzo yang bertugas di depan pintu gerbang kediaman Menteri Kenzo bergegas membukakan pintu senang begitu melihat Nyonya Anne turun dari kereta. Kedua pengawal tersebut tidak lupa memberi hormat kepada Nyonya Anne yang dibalas dengan sedikit anggukan kepala oleh Nyonya Anne. Nyonya Anne kemudian melangkah masuk melewati gerbang yang telah dibuka dan berjalan melewati halaman kediaman Menteri Kenzo yang cukup luas dan asri karena banyak bunga Mawar yang ditanam di taman kediaman Menteri Kenzo.
Anne bergegas masuk ke dalam rumah dengan perasaan hati yang gembira. Hati Anne sangat gembira karena Anne yakin Permaisuri Ariana yang sangat menyukai roti Croissant pasti akan memakan roti Croissant isi vla blueberry yang dibawa sebagai buah tangan untuk Permaisuri Ariana.
"Bayangkan Permaisuri Ariana yang lagi hamil sangat menyukai roti Croissant dan tentu saja roti Croissant itu akan dimakan sampai habis oleh Permaisuri Ariana," batin Anne dengan senang di dalam hatinya.
"Roti itu beracun tentu saja Permaisuri Ariana akan menemui ajalnya dalam waktu duapuluh empat jam setelah makan roti Croissant tersebut," batin Nyonya Anne di dalam hatinya dan seulas senyum yang keji menghias wajah Anne yang cantik.
"Hatiku sungguh sangat puas," batin Anne.
Anne terus berjalan ke ruang tengah dan sesampainya di ruang tengah kediaman Menteri Kenzo, Anne melihat kotak yang berisikan roti Croissant tersebut sudah tidak ada demikian juga kotak kecil uang berisikan strawberry yang manis kesukaan Menteri Kenzo. Sepertinya sudah ada yang makan siang di meja ini. Tetapi apakah Menteri Kenzo sudah pulang?" tanya Anne di dalam hatinya.
"Tidak biasanya Kenzo pulang lebih awal," batin Anne di dalam hatinya.
Anne kemudian memanggil seorang pelayan yang kebetulan lewat di depan ruang makan dan segera saja menanyakan tentang Menteri Kenzo.
"Apakah Menteri Kenzo pulang lebih awal hari ini?" tanya Anne kepada seorang pelayan.
"Iya Nyonya, Menteri pulang lebih awal kemudian makan siang di ruang tengah," jawab pelayan tersebut.
__ADS_1
"Sekarang Menteri Kenzo ada dimana? tanya Anne lagi.
"Menteri Kenzo masuk ke dalam perpustakaan setelah selesai makan siang," jawab pelayan tersebut.
"Iya, Saya akan ke perpustakaan, kamu boleh pergi," ucap Anne.
"Permisi Nyonya," ujar pelayan tersebut dan kemudian berjalan meninggalkan Nyonya Anne.
Anne yang melihat pelayan tersebut meninggalkan ruangan tengah kemudian juga keluar dari ruangan tengah dan terus berjalan ke arah ruang perpustakaan. Anne bermaksud menemui suaminya, Menteri Kenzo yang hari ini pulang lebih awal.
"Sayang," ucap Anne sambil membuka pintu perpustakaan dan kemudian Anne berjalan masuk ke dalam ruang perpustakaan. Anne melihat suaminya, Menteri Kenzo tertidur di kursi kerja Menteri Kenzo.
"Kenzo tertidur dan tampak sangat nyenyak," ucap Anne sambil memandangi wajah Menteri Kenzo yang sedang tertidur nyenyak.
"Tampan walau tidak setampan Kaisar James," ucap Anne sambil memandangi wajah Menteri Kenzo yang sedang tertidur.
"Tetapi sangat penyayang dan menghargai istri," batin Anne yang masih terus memandangi wajah suaminya Menteri Kenzo yang masih tertidur.
"Aku sangat beruntung bertemu denganmu dan menjadi istrimu, Kenzo," ucap Anne sambil mengelus pelan pipi suaminya.
Anne menatap suaminya, Menteri Kenzo sambil berjanji akan menjadi istri yang paling baik untuk Menteri Kenzo. Hal yang paling diinginkan oleh Anne di dunia ini adalah kematian Permaisuri Ariana, yang sebentar lagi pasti akan segera terjadi. Kematian Permaisuri Ariana pasti akan menjadi pukulan yang hebat untuk Kausar James. Betapa hancurnya hati Kaisar James, ketika wanita yang sangat disayangi oleh Kaisar James meninggal dunia. Rasa sakit itu akan dirasakan oleh Kaisar James selama sisa hidupnya, dan penderitaan akan membayangi hidup Kaisar James.
"Rasakan rasanya jika hatimu dipenuhi oleh penderitaan, Kaisar James," batin Anne sambil memandangi wajah suaminya, Menteri Kenzo.
"Pada saat itu barulah kau mengerti rasanya menderita," batin Anne di dalam hatinya dan seulas senyum yang menyeramkan nampak di wajah Anne yang dingin dan cantik.
Anne berjanji setelah semuanya sudah selesai, dan dendam Anne kepada Kaisar James terbalaskan, Anne akan menjadi istri yang sangat baik untuk Menteri Kenzo.
"Aku mencintaimu, Kenzo," batin Anne sambil memandangi wajah suaminya, Menteri Kenzo, yang tertidur pulas.
__ADS_1
"Mengapa rona wajah Kenzo tidak seperti biasanya?" batin Anne sambil menatap lekat wajah Menteri.Kenzo.
"Tampak agak pucat dibandingkan biasanya," batin Anne di dalam hatinya.
Anne kembali menatap wajah suaminya, Menteri Kenzo. Anne merasa wajah suaminya, Menteri Kenzo tidak seperti biasanya. Biasanya wajah Menteri Kenzo sangat cerah, tetapi hari ini wajah suaminya, agak pucat.
"Apa Kenzo sedang sakit?" batin Anne di dalam hatinya.
"Atau Kenzo kecapekan bekerja sehingga rona wajahnya kurang segar dibandingkan biasanya," batin Anne di dalam hatinya.
Anne memutuskan untuk membangunkan Menteri Kenzo yang sedang tertidur supaya Menteri Kenzo dapat tidur di dalam kamarvdan tidak tertidur di kursi kerja.
"Mungkin tidur di kursi kerja tidak nyaman, sebaiknya Kenzo dibangunkan dulu," batin Anne di dalam hatinya.
"Sayang, bangun," ucap Anne pelan sambil mengelus pipi Kenzo.
"Sayang, bangun," ucap Anne lagi sambil berusaha membangunkan Kenzo.
"Sayang," ucap Anne sambil menepuk-nepuk pipi Menteri Kenzo supaya Menteri Kenzo terbangun.
"Tumben Kenzo tertidur sangat lelap, sehingga agak sulit dibangunkan," batin Anne di dalam hatinya.
Anne menepuk-nepuk pipi Menteri Kenzo cukup lama, dan mulai merasa ada yang aneh dengan suaminya, Menteri Kenzo yang tertidur dengan lelap. Disaat Anne sedang dilanda kekhawatiran Menteri Kenzo membuka matanya dan terbangun.
"Anne," ucap Menteri Kenzo sambil menguap.
"Kapan Anne datang?" tanya Menteri Kenzo sambil menatap lekat wajah istrinya, Anne.
.
__ADS_1
.