Permaisuri Yang Dingin Tetapi Sangat Kucintai

Permaisuri Yang Dingin Tetapi Sangat Kucintai
Part 26 Mendadak Mood Ariana Menjadi Berubah


__ADS_3

Pagi hari itu diawali dengan kegiatan ranjang yang hangat dengan Ariana sebagai pihak yang berinisiatif dan bersemangat. Kaisar James takjub juga dengan Ariana yang sebentar-sebentar dingin dan menjaga jarak tetapi tiba-tiba bisa menjadi sangat hangat kepada Kaisar James. Hangat, agresif, sungguh luar biasa.


'Ariana," ujar Kaisar James dengan sebuah senyum muncul di wajah Kaisar James ketika segala sesuatunya telah selesai pagi itu.


"Mulai hari ini panggil saja namaku James, jangan memanggil dengan panggilan Yang Mulia, dengan memanggil James rasanya jauh lebih dekat," ujar Kaisar James..


Ariana dengan wajah yang merona merah, melepaskan diri dan menggelengkan kepalanya perlahan-lahan.


"Aku mau ke kamar mandi dulu, James," ujar Ariana sambil bergegas turun perlahan-lahan dari ranjang.


Ariana memasuki kamar mandi dengan segala pikiran yang muncul di benaknya. Ariana merasa malu, karena Ariana mendadak agresif dan hangat terhadap Kaisar James. Untuk pertama kalinya, Ariana menikmati apa yang sedang mereka kerjakan bersama. Ariana baru mengetahui bahwa jika dilakukan tanpa beban maka kebersamaan antara suami dan istri rasanya sungguh luar biasa.


Ariana yang sudah masuk ke dalam bath up dan berendam di dalam bath up menepuk-nepuk pipinya.


"Ariana sadar," ujar Ariana.


"Apa yang sudah aku lakukan?" tanya Ariana di dalam hatinya.


"Aku membenci James karena wajahnya yang mirip David, batin Ariana sambil menggosok wajahnya dengan frustasi.


Ariana merasa heran dengan perasaannya sendiri terhadap James. Terkadang Ariana benci kepada Kaisar James karena melihat wajah Kaisar James yang mirip David terkadang Ariana menolaknya dengan ketus tetapi terkadang juga seperti yang baru saja terjadi, Ariana mendadak bersikap agresif kepada James.


"Ada yg aneh denganku, tetapi kenapa?" tanya Ariana di dalam hatinya.


Ariana bergegas mandi dan setelah itu keluar dari bath up dan mengeringkan badannya dengan handuk besar. Setelah itu Ariana berjalan keluar kamar mandi dan mengeluarkan sehelai gaun dari dalam lemari. Pagi ini Ariana tidak memanggil pelayan pribadi untuk melayani Ariana karena Ariana ingin melakukan hal yang bisa dikerjakannya sendiri.

__ADS_1


Seperti biasa, Kaisar James memandangi apa yang sedang dikerjakan oleh istrinya, Ariana. Di momen bulan madu maka kebersamaan terjalin dengan erat. Berbeda jika di istana, setumpuk tugas dan pekerjaan menanti Kaisar James, dan Kaisar James tidak bisa setiap saat dekat terus dengan istrinya Ariana, kecuali jika saat malam datang ataupun Ariana diajak menemani kegiatan Kaisar James. Sungguh Kaisar James menikmati setiap momen kebersamaan dengan istrinya, Ariana.


Kaisar James juga membantu mengikat tali yang ada di gaun istrinya ke belakang tanpa Ariana meminta bantuannya. Sangat manis dan mesra.


Sayang, coba makan roti Croissant yang tadi pagi dibuat di dapur," ujar Kaisar James, ketika melihat Ariana sudah selesai mengganti gaunnya dan selesai merias wajahnya.


Ariana memandangi roti Croissant tersebut dan seketika perut Ariana rasanya sangat lapar. Ariana merasa liurnya hampir menetes mencium aroma wangi dari roti Croissant tersebut. Ariana langsung mengambil roti Croissant satu buah dan langsung memakannya. Ketika Ariana menggigit roti tersebut di gigitan pertama, rasa roti Croissant ini sungguh enak sekali. Tanpa terasa Ariana sudah menghabiskan roti Croissant buatan Kaisar James sebanyak sepuluh buah roti. Kaisar James terpana melihatnya sungguh kerja keras Kaisar James hari ini tidak sia-sia melihat nafsu dan selera makan Ariana yang sungguh baik.


Ariana bahkan menjilati jari tangannya yang masih ada sisa vla blueberry menempel di jari tangan Ariana, dan ekspresi wajah Ariana sungguh sangat menggemaskan di mata Kaisar James.


"Apakah roti Croissant yang Ariana makan rasanya enak?" tanya Kaisar James dengan mata yang berbinar-binar .


"Enak," jawab Ariana sambil memakan roti Croissant yang terakhir.


"Apa?" tanya Ariana dengan kaget dan hampir tersedak roti Croissant yang sedang dikunyahnya.


Ariana terbatuk-batuk dan Kaisar James buru-buru menyodorkan segelas air kepada Ariana dan Ariana langsung meminumnya sampai habis.


"Rasanya sungguh tidak enak, James," ujar Ariana.


Tidak enak tetapi roti Croissant yang ada di piring semua dihabiskan," gerutu Kaisar James dengan keras dan wajah Kaisar James yang tadinya tersenyum menjadi cemburut. Tentu saja walaupun wajah Kaisar James cemburu tetap saja Ariana tidak perduli dan tidak ambil pusing.


"Aku sangat lapar, makanya semua roti croissant yang ada di piring habis dimakan," ujar Ariana.


Ariana yang sudah menghabiskan semua roti Croissant di piring, dengan santainya berjalan keluar kamar dan meninggalkan Kaisar James yang hanya bisa terpana melihat ulah istrinya, Ariana yang sungguh luar biasa menyebalkan.

__ADS_1


Ariana keluar dari kamar dengan santai dan berjalan beberapa langkah tetapi tiba-tiba Ariana memegang perutnya yang terasa berat untuk melangkah. Perut Ariana mengalami kram. Ariana berdiri menyandar di dinding koridor yang berada tidak jauh dari kamarnya, dan perlahan-lahan terduduk di lantai. Ekspresi kesakitan tampak di wajah Ariana. Kaisar James yang sudah berdiri di ambang pintu kamar melihat Ariana yang terduduk di lantai berlari mendekati Ariana dengan tergopoh-gopoh. Seorang pengawal yang kebetulan sedang bertugas dan berdiri tidak jauh juga melihat Ariana yang terduduk di lantai, dan berlari tergopoh-gopoh mendekati Ariana. Suasana pagi hari menjelang siang di villa menjadi heboh karena Permaisuri Ariana.


"Mana yang sakit?" tanya Kaisar James kepada istrinya, Ariana, yang menjengkelkan tetapi membuat khawatir hati Kaisar James.


Ariana memegang perutnya dan Kaisar James langsung memahami perut istrinya kram lagi.


Ariana belum menyadari jika Ariana bersikap ketus dan dingin kepada Kaisar James, perut Ariana pasti kram. Kaisar James langsung menggendong istrinya, Ariana ala Bridal Style dan kemudian sejalan masuk ke kamar, yang juga diikuti oleh pengawal tadi yang juga ikut bingung dan heboh melihat Permaisuri Ariana kesakitan.


Kaisar James membaringkan.Ariana dengan lembut di atas ranjang dan bertanya kepada Ariana dengan suara yang lembut tanpa ada kejengkelan di wajah Kaisar James.


'Apakah masih sakit?" tanya Kaisar James.


Ariana menggelengkan kepalanya dan menarik ujung baju Kaisar James.


"Maafkan aku James," ujar Ariana dengan suara pelan.


"Temani aku tidur," ujar Ariana dengan suara manja.


Pengawal yang masih berdiri di sudut kamar terpana melihat kelembutan Kaisar James kepada istrinya, Permaisuri Ariana. Pengawal tersebut juga merasa tidak kuat melihat ulah Permaisuri Ariana yang manja, manis sekali kebersamaan Kaisar James dan Permaisuri Ariana.


"Aku harus mencari seorang pacar dan kemudian akan kujadikan istri," batin pengawal tersebut di dalam hatinya.


"Kamu boleh keluar," ujar Kaisar James yang melihat pengawal tersebut masih berdiri di sudut kamar.


Jangan mengganggu kebersamaan kami, seperti nyamuk yang bunyi denggung sayapnya ribut mengganggu ketenangan," batin Kaisar James karena kesal melihat pengawal tersebut terpana melihat interaksi Kaisar James dan Permaisuri Ariana.

__ADS_1


__ADS_2