
"Pelan-pelan," ujar Permaisuri Ariana.
"Ayo masukkan," ujar Permaisuri Ariana yang sudah tidak kuat menahan rasa.
"Sebentar, sebentar lagi sayang," ujar Kaisar James dengan napas yang sudah memburu seperti habis berlari dengan jarak yang jauh.
"Aku sudah tidak kuat, James," ujar Ariana dengan suara yang tertahan.
"Aku sampai sayang," teriak Kaisar James dengan penuh semangat.
"Aah," ujar Permaisuri Ariana sambil berteriak lepas.
Kaisar James sangat terkejut mendengar teriakan Permaisuri Ariana dan Kaisar James kehilangan keseimbangan sehingga terjatuh dari tangga yang sedang diinjaknya. Untung saja tangga yang sedang diinjak Kaisar James tidak begitu tinggi. Kaisar James jatuh begitu pula dengan galah yang sedang dipegang oleh Kaisar James. Tampak ada jaring di atas galah tersebut dan ada dua mangga matang di dalamnya.
"Aduh, sakit," teriak Kaisar James sambil mengaduh kesakitan.
"Yang Mulia tidak apa-apa bukan?" tanya Permaisuri Ariana dengan penuh kekawatiran sambil memeriksa tubuh Kaisar James.
'Astaga Ariana, untung saja aku tidak jatuh menimpamu," ujar Kaisar James.
"Mengapa melepas tangga yang sedang kau pegang?" tanya Kaisar James kepada Permaisuri Ariana yang membantunya memegang tangga di saat Kaisar James berada di atas tangga sambil berusaha mengambil buah mangga dengan memakai galah.
"Aku melihat cacing di tanah, aku sudah berusaha menahan rasa geli ketika melihat cacing itu merayap di tanah, tetapi pada akhirnya aku tidak tahan lagi dan tangga yang sedang kupegang akhirnya terlepas," ujar Permaisuri Ariana sambil memperlihatkan wajah Permaisuri Ariana yang meringis karena Kaisar James terjatuh dari tangga.
"Yang Mulia," apakah sakit?" tanya Permaisuri Ariana sambil membantu Kaisar James bangun.
"Sakit, Ariana," ujar Kaisar James sambil meringis kesakitan.
"Kakiku sakit," ujar Kaisar James.
"Maaf Yang Mulia," ujar Permaisuri Ariana sambil memegangi kaki Kaisar James.
__ADS_1
"Ya sudahlah Mangga sudah didapatkan," ujar Kaisar James sambil meringis dan bangun dengan dibantu Permaisuri Ariana dan sekalian meminta tolong Permaisuri Ariana mengambil mangga yang ada dalam jaring, yang tergeletak jatuh bersama galah yang jatuh ketika Kaisar James jatuh dari tangga.
Kaisar James mengambil mangga yang sudah dipetik Kaisar James yang baru saja disodorkan Permaisuri Ariana ke tangan Kaisar James.
Kaisar James teringat kepada permintaan Permaisuri Ariana tadi siang. Kaisar James memenuhi permintaan Permaisuri Ariana, demi kehamilan Permaisuri Ariana walaupun seumur hidup Kaisar James belum pernah memanjat pohon. Kaisar James baru saja selesai dari pertemuan di ruang rapat istana dengan Jenderal Ryan White, kepala pasukan istana, dan kepala pasukan yang bertugas mengawal kepulangan Kaisar James dan Permaisuri Ariana. Kaisar James baru saja menghabiskan kebersamaan dengan Permaisuri Ariana, dan baru saja selesai mandi dan ingin beristirahat tetapi Kaisar James melihat Permaisuri Ariana yang gelisah sambil mengelus perutnya. Sang Permaisuri yang baru saja selesai mandi dan makan siang bukannya beranjak tidur sesuai keinginan Kaisar James supaya Permaisuri Ariana segera beristirahat, tetapi tampak berulang kali mengelus perutnya.
Kaisar James mengkhawatirkan kondisi Permaisuri Ariana yang tampak mengelus perutnya sehingga mengajukan pertanyaan kepada Permaisuri Ariana.
"Sayang, apakah kau kurang sehat?" tanya Kaisar James sambil duduk di dekat Permaisuri Ariana.
"Apakah perutmu kram?" tanya Kaisar James sambil mengelus perut Permaisuri Ariana.
"Bukan, Yang Mulia, Saya hanya ingin makan Mangga," ujar Permaisuri Ariana.
"Mangga yang manis," ujar Permaisuri Ariana sambil menatap Kaisar James.
"Baiklah Mangga yang manis akan segera diantar ke kamar ini untuk disantap Permaisuri," ujar Kaisar James sambil tersenyum menatap Permaisuri Ariana.
"Tetapi," ujar Permaisuri Ariana sambil menatap wajah Kaisar James.
"Tetapi apa?" tanya Kaisar James dengan keheranan ketika melihat ekspresi wajah Permaisuri Ariana.
"Mangga harus dipetik," ujar Permaisuri Ariana sambil mengelus perutnya.
"Ya, pengawal akan segera memetiknya," ujar Kaisar James.
"Di kebun istana, ada pohon Mangga yang sedang berbuah, dan buahnya sudah matang," ujar Permaisuri Ariana.
"Ada pelayan yang bercerita tentang Mangga di kebun istana," ujar Permaisuri Ariana sambil mengelus perutnya.
"Iya, pengawal akan memetiknya," ujar Kaisar James.
__ADS_1
"Aku ingin Yang Mulia yang memetiknya," ujar Permaisuri Ariana sambil mengelus perutnya.
"Ini permintaan anak kita, Yang Mulia," ujar Permaisuri Ariana dengan wajah yang memelas.
Kaisar James akhirnya memenuhi permintaan Permaisuri Ariana dengan memanjat pohon Mangga menggunakan tangga. Permaisuri Ariana yang memegang tangga yang sedang dinaiki oleh Kaisar James.
Akhirnya terjadilah insiden Kaisar James jatuh demi Permaisuri Ariana.
Dua pengawal yang sejak dari tadi berdiri mengawasi Kaisar James dan Permaisuri Ariana hanya bisa bersikap tegak dan berdisiplin karena tidak boleh menahan tawa apalagi sampai tertawa lepas walaupun sesungguhnya kedua pengawal itu sudah menahan tawa di dalam hatinya. Bayangkan Kaisar James yang berwibawa dan penguasa negara demi rasa cintanya kepada Permaisuri Ariana sampai naik tangga dan memanjat pohon mangga untuk mengambil buah Mangga manis yang diidam-idamkan oleh Permaisuri Ariana yang sedang hamil muda.
"Bawa Mangga ini ke dapur dan segera kupas dan dibawa ke Permaisuri Ariana," ujar Kaisar James sambil memberikan buah Mangga yang sedang dipegang oleh Kaisar James.
'Baik, Yang Mulia," ujar kedua ebgawal itu.
"Setelah itu petik semua Mangga yang sudah matang yang berada di atas pohon Mangga itu," ujar Kaisar James memerintahkan kedua pengawal tersebut untuk memetik buah Mangga. "Jangan sampai aku disuruh oleh Permaisuri Ariana untuk memanjat pohon Mangga lagi," ujar Kaisar James di dalam hatinya.
"Yang Mulia, sini aku papah," ujar Permaisuri Ariana sambil memapah Kaisar James untuk masuk ke dalam istana dan kembali ke dalam kamar.
KaisarJames berjalan tertatih-tatih masuk ke dalam istana dipapah oleh Permaisuri Ariana.
Kaisar James walaupun kakinya sakit tetapi hatinya sangat bahagia karena Permaisuri Ariana memapahnya berjalan. Sejak kejadian penyerangan Kaisar James dan Permaisuri Ariana di dalam hutan, Permaisuri Ariana berubah drastis dan menunjukkan perhatian kepada Kaisar James. Sikap cuek dan dingin Permaisuri Ariana menghilang dan berganti dengan cinta dan perhatian. Kaisar James yang sangat ingin dicintai oleh Permaisuri Ariana tentunya sangat bahagia. Hati Permaisuri Ariana yang keras dan dingin berubah menjadi hangat dan penuh cinta kepada Kaisar James.
"Apakah Permaisuri tidak capek memapah aku?" tanya Kaisar James.
'Tidak capek, Yang Mulia karena aku hanya memapah jalan Yang Mulia bukan menggendong," ujar Permaisuri Ariana sambil tersenyum dan menatap Kaisar James.
Kaisar James juga tersenyum sambil membalas senyuman Pernaisuri Ariana.
"Aku menyayangimu, Permaisuri," ujar Kaisar James sambil meringis kesakitan.
"Aduh," ujar Kaisar James sambil mengaduh kesakitan ketika menaiki anak tangga.
__ADS_1
"Hati-hati Yang Mulia, tahan sebentar, aku akan memijat kaki Yang Mulia," ujar Permaisuri Ariana.