
Ariana setelah pulang ke rumahnya yang lebih dikenal dengan Kastil The White, tempat kediaman Jenderal White, bertanya pada ayahnya Jenderal White tentang perburuan istana. Sambil berbincang-bincang di ruang keluarga sambil minum segelas teh ditemani dengan roti hangat yang baru selesai dipanggang.
"Apakah istana sering mengadakan perburuan, Ayah?", tanya Ariana.
"Cukup sering," jawab Jenderal White.
"Mengapa Kaisar mengundang aku ikut dalam perburuan?" tanya Ariana.
"Karena kau adalah anak Ayah," ujar Jenderal White.
Jenderal White kemudian mengatakan ingin Ariana ikut dalam perburuan tersebut dengan kembali berpakaian dan berpenampilan sebagai wanita jangan muncul dengan menyamar sebagai pria. Jika Ariana muncul dalam penyamaran sebagai pria, bagaimana Ariana bisa cepat bertemu dengan jodohnya. Dalam perburuan tersebut banyak pria yang ikut di dalamnya, terutama pria bangsawan. Siapa tahu Ariana bertemu jodohnya dalam perburuan itu.
"Kaisar James belum mempunyai istri yang menjadi permaisuri negeri ini. Posisi permaisuri masih kosong," ujar Jenderal Ryan White.
"Maksud ayah Kaisar belum mempunyai isteri ?" tanya Ariana.
"Sudah, Kaisar James sudah mempunyai istri yang bergelar Selir, Selir Anne namanya," ujar Jenderal White kepada putrinya, Ariana.
Jenderal White mengatakan kalau Ariana tampil sebagai perempuan siapa tahu Kaisar James jatuh cinta kepadamu. Kaisar James terkenal dingin dan cuek kepada perempuan, walaupun perempuan itu cantik dan lembut.
"Kalau Ariana, berbeda bukan?," tanya Jenderal White sambil tersenyum kecil, dan sambil menahan tawa. Hampir saja Jenderal White tertawa lepas.
Berbeda apa Ayah?" tanya Ariana balik.
__ADS_1
"Ariana cantik jelita. Bisa tampil lembut ataupun menjadi perempuan yang lincah, dan galak, ha ha," ujar Jenderal White sambil tertawa lepas, menggoda putrinya, Ariana.
Mungkin Kaisar James menyukai perempuan yang cantik jelita tetapi lincah dan galak. Semua kriteria itu Ariana memilikinya," ujar Jenderal Ryan White.
"Ayah berharap Ariana bisa segera menikah dan Ayah bisa segera mempunyai seorang cucu," ujar Jenderal White.
"Ayah ingin aku menikah dengan Kaisar James?'" tanya Ariana.
'Kalau Kaisar James mencintaimu dan Kau juga menerimanya, Ariana tentu Ayah mau kau menikah dengan Kaisar James," ujar Jenderal White.
"Aku tidak mau Ayah, wajahnya membuat aku kesal, aku kesal sekali jika melihat wajahnya," ujar Ariana.
"Tutup saja matamu, Ariana dan wajah Kaisar pasti tidak terlihat," tawa Jenderal White lepas seketika ketika melihat reaksi wajah anaknya, Ariana yang kesal karena terus digoda oleh ayahnya, Jenderal White.
"Kalau ikut berburu, aku harus naik apa Ayah?" tanya Ariana.
"Naik kuda. Ada apa Ariana, kenapa bertanya seperti itu?memangnya mau naik apa?" tanya Jenderal White.
"Ada apa kenapa Ariana lupa dengan kuda Ariana sendiri?" tanya Jenderal White.
Ariana menggaruk kepalanya sendiri, bingung mau menjawab apa. Di ingatan Ariana sama sekali tidak bisa membayangkan naik kuda, naik kuda. Naik sepeda saja Ariana tidak bisa-bisa, apalagi naik kuda.
"Kau lupa dengan kudamu Ariana?"tanya Jenderal White.
__ADS_1
"Hei, ada apa denganmu?" tanya Jenderal White.
"Tidak kenapa-kenapa Ayah, aku cuma lupa," jawab Ariana.
Ayah Ariana, Jenderal Ryan White kemudian menyuruh Ariana ke halaman belakang Kastil mereka yang luas, mengunjungi dan melihat kuda Ariana, yang biasa ditunggangi Ariana. Di belakang, di istal kuda Kastil The White ada penjaga dan penanggung jawab, Ariana tinggal bertanya dan meminta petunjuk pada petugas yang bekerja di sana.
Ariana kemudian berjalan ke halaman belakang Kastil The White, tempat istal kuda berada. Sesampainya di istal kuda, Ariana bergegas menuju ke arah istal kuda, dan berjalan menghampiri petugas yang bekerja di istal kuda. Sang petugas memberi salam hormat pada Nona Ariana White. Salam hormat itu dibalas dengan anggukan kecil dari Ariana.
"Nona mau naik kuda?", tanya petugas yang bekerja di istal.
"Iya, biar Saya saja yang masuk ke dalam," ujar Ariana.
Ariana kemudian berjalan masuk ke dalam Istal. Ariana mendekati seekor kuda yang berwarna putih, kuda yang sangat cantik. Seekor kuda betina seakan sudah lama kuda tersebut dikenal Ariana. Ariana mengelus punggung kuda itu dengan perlahan-lahan dan membelai surai kuda dengan lembut, perlahan-lahan.
"Aku merindukanmu The Lady," ucap Ariana dengan lembut. Kuda putih tersebut juga sangat jinak dengan Ariana, mereka sangat akrab seperti sudah lama saling mengenal.
Ariana merasa terkejut mengapa Ariana mengetahui kuda tersebut bernama The Lady. Ayahnya Jenderal White dan petugas yang bekerja di kandang kuda tersebut juga tidak sekalipun menyebutkan nama kuda tersebut. Ariana bahkan bisa mengenali kuda tersebut dalam pandangan pertama ketika Ariana melihat kuda-kuda yang berada dalam Istal kuda Jenderal White. Ariana langsung menghampiri kuda tersebut dan bahkan bisa menyebutkan nama kuda yang berwarna putih tersebut, The Lady. Ariana bahkan belum pernah datang ke istal kuda, apalagi bertemu dengan kuda putih yang bernama The Lady tersebut. Ini adalah kunjungan pertama dan pertemuan pertama bagi Ariana ke istal kuda. Pertemuan pertama dengan The Lady.
Ariana membatin di dalam hati Ariana, banyak hal belakangan ini yang sangat tidak dimengerti oleh diriku sendiri. Hal-hal dan sesuatu yang berada di rumah ini, di Kastil The White terasa sangat akrab denganku, seperti sudah lama kukenali dan sudah lama aku hidup di dalamnya. Sangat akrab.
Ariana setelah puas mengelus dan membelai The Lady kemudian dengan perlahan-lahan membawa kuda putih tersebut keluar dari istal.
Ariana bahkan dengan gampang bisa naik ke atas punggung kuda tersebut dan bisa membuat kuda putih uang cantik tersebut bergerak melangkah dan kemudian berlari. Ariana mampu menyesuaikan tubuhnya agar dapat duduk luwes di atas punggung kuda tersebut pada saat The Lady berlari dengan kencang ataupun berbelok. Tubuh Ariana dengan luwes menyesuaikan setiap gerakan kuda tubuh tersebut. Ariana seakan-akan sudah sangat mahir berkuda. Padahal ini adalah untuk pertama kalinya Ariana bisa berkuda pada saat berada di abad 18. Ariana seakan-akan sudah terbiasa menunggang kuda. Ariana sama sekali tidak ketakutan pada saat mengendarai kuda putih yang cantik tersebut. Kuda dapat mendeteksi penunggang kuda yang sedang ketakutan pada saat ingin menunggang kuda. Hal tersebut sangat mempengaruhi kuda. Hal yang bagi penunggang kuda yang sudah terlatih pasti mengetahuinya. Ariana bahkan tahu cara menghentikan kuda tersebut agar berhenti berlari. Setelah kuda putih cantik itu berhenti, Ariana turun dari punggung kuda tersebut. Perlahan-lahan Ariana menuntun kuda itu sambil berjalan bersama-sama. Ariana berhenti di sebuah kolam kecil yang berada di Kastil The White. Ariana duduk dengan santai di pinggir kolom tersebut sedangkan kuda putih yang cantik, The Lady juga beristirahat. Ariana sambil duduk di pinggir kolam tersebut merasa berkuda seakan-akan hal yang sudah biasa dilakukannya dan bisa ikut dalam perburuan istana pasti mengasyikkan.
__ADS_1