
Ariana duduk di sebuah kursi dan di depannya terdapat sebuah meja rias dengan cermin yang besar. Ariana duduk di kamarnya, kamar permaisuri kerajaan ini. Seumur hidup Ariana, baru kali ini Ariana yang berusia duapuluh tahun dirias wajahnya. Ariana White paling tidak suka dengan yang namanya kosmetik, tidak pernah ada yang berhasil membujuknya untuk memakai kosmetik bahkan ayahnya Jenderal Ryan White. Tetapi, hari ini bermacam-macam kosmetik sudah dioleskan di wajahnya. Ada yang untuk bibir, pipi, alis, dan mata. Ariana merasa tidak begitu suka tetapi pantulan wajah Ariana di cermin rias sungguh sangat mempesona. Ariana White baru menyadari ternyata wajahnya sangat cantik dan tambah memikat setelah dirias.
"Permaisuri cantik sekali, pantas Yang Mulia jatuh cinta dan tergila-gila," ujar penata rias.
"Benarkah Yang Mulia tergila-gila kepadaku?" tanya Ariana.
"Sungguh tergila-gila," ujar penata rias sambil tersenyum.
Penata rias tersebut kemudian bercerita Yang Mulia Kaisar James belum pernah terlihat begitu dekat dan akrab dengan wanita manapun. Mau mendekat saja, Selir Anne disuruh menjauh oleh Kaisar James. Selir Anne hanya berdiri dekat Kaisar James ketika mereka menikah. Setelah itu Kaisar James bahkan tidak mendatangi Selir Anne di kamarnya lagi menghabiskan malam pertama dengan Selir Anne.
"Entah apa yang disukai Kaisar James dariku sehingga langsung Kaisar James lupa mengendalikan diri ketika kami bermalam di hutan," batin Ariana di dalam hati.
"Permaisuri lihat betapa cantiknya wajah Permaisuri," ujar penata rias kepada Ariana.
Penata rias tersenyum puas ketika melihat wajah Ariana selesai di make up. Permaisuri Ariana wajahnya sudah sangat cantik dan begitu dipoleskan make up ke wajah Permaisuri, hasilnya luar biasa.
"Permaisuri, Saya bantu berganti gaun pengantin setelah itu rambut permaisuri akan Saya tata," ujar penata rias.
Ariana bangun dari duduknya dan dibantu oleh dua orang pelayan dan penata rias mengganti gaun pengantin. Begitu gaun pengantin itu sudah dipakai oleh Ariana, Ariana White tampak anggun dan memukau. Ariana White juga memandang dirinya yang tampak di kaca, Ariana tidak menyangka dirinya bisa secantik ini. Setelah gaun pengantin yang dipakai Ariana sudah rapi sempurna, Ariana kemudian duduk kembali dan rambutnya ditata. Rambut Ariana tetap dibiarkan tergerai dsn sebuah Tiara dipasang di atas kepala Ariana.
__ADS_1
"Sempurna, Permaisuri tampak luar biasa," ujar penata rias.
Ariana baru kali ini merasa ternyata dirinya cantik sekali jika berdandan sebagai seorang wanita, apalagi dalam balutan gaun pengantin untuk hari istimewa dalam hidupnya, menikah.
"Andai saja Kaisar James tidak berwajah mirip David, sebenarnya aku sangat berbahagia. Kaisar James mencintai dan tergila-gila kepadaku, tidak seperti David yang berselingkuh dengan sahabatku sendiri. Lebih baik dicintai daripada mencintai. Mencintai berujung rasa sakit dan penderitaan jika dikhianati. Dikhianati David dengan Wina rasanya sakit," batin Ariana di dalam hatinya.
Ariana kemudian berpikir lagi, Kaisar James tidak.pernah mengambil hati walaupun sikap Ariana dingin terhadapnya. Terkadang Ariana melepas pelukan Kaisar James ketika Kaisar James memeluknya, menepis uluran tangan Kaisar James ketika ingin membantunya. Terkadang Ariana menjawab Kaisar James dengan ketus, jutek tetapi Kaisar James tidak pernah mengambil hati ulah Ariana. Kaisar James tetap tersenyum.
"Kenapa anak kesayangan Ayah berwajah murung padahal hari ini pernikahannya?" ujar Jenderal Ryan White yang baru saja tiba di istana dan sudah bergegas masuk ke kamar Permaisuri untu menemui Ariana.
"Hormat kepada Jenderal," ujar pelayanan dan penata rias yang ada di kamar Ariana, sambil membungkukkan punggungnya memberi hormat.
"Apa kerjaan kalian sudah selesai?" tanya Jenderal Ryan White.
Jenderal Ryan White meminta mereka untuk keluar karena ingin berbicara sebentar dengan Ariana sebelum pernikahan dimulai.
"Bagaimana ceritanya Ariana sehingga mendadak mau menikah dengan Yang Mulia?" tanya Jenderal Ryan White.
"Yang Mulia memaksaku, Ayah," ujar Ariana.
__ADS_1
"Memaksa bagaimana?" tanya Jenderal Ryan White.
Ariana menceritakan kejadian di hutan sewaktu mereka sedang berburu. Ketika mereka bermalam di sebuah gua karena Kaisar James terluka akibat gigitan ular dan mengalami demam, Kaisar James merampas kesuciannya di saat Ariana tertidur. Ariana tidak mengetahui bagaimana awal mula kejadiannya karena Ariana sedang tertidur, dan pada saat Ariana terbangun, Kaisar James dan dirinya sudah tidak memakai baju dan saling berpelukan. Sekujur badannya terasa sakit terutama pinggulnya. Kaisar James mengatakan sudah mengambil kesuciannya dan akan bertanggung jawab dengan menikahinya.
Jenderal Ryan White terpana mendengar cerita Ariana, putrinya. Sungguh aneh, Kaisar James yang begitu dingin pada wanita kenapa bisa menjadi lupa diri?dengan Selir Anne saja yang sudah resmi menjadi istri, Kaisar James tidak pernah berhubungan dengannya. Mengapa dengan Ariana malah lupa diri dan memaksa?. Aku harus bijaksana dan menenangkan Ariana.
"Ariana, Kaisar James adalah penguasa negara ini dan keinginannya wajib dipatuhi. Ini abad 18 dan seorang Kaisar sangat berkuasa untuk menunjuk dan memilih wanita yang mau diperistrinya. Wanita yang dipilihnya harus bersedia dan menemani Kaisar termasuk di ranjang, dan setelah itu Kaisar akan menjadikannya istri. Bisa diangkat menjadi selir atau hanya istri tanpa gelar selir. Khusus untuk permaisuri, wanita yang dipilih Kaisar James harus seorang putri kerajaan ataupun putri keluarga bangsawan yang terhormat, dan kau adalah putri seorang bangsawan dan juga seorang putri. Almarhum Ibumu adalah putri dari kerajaan di perbatasan. Di darahmu mengalir keturunan bangsawan. Kaisar James tidak pernah menunjukkan gelagat jatuh cinta atau suka bermain perempuan atau mempunyai banyak istri, cuma Selir Anne karena kerajaannya kalah perang dengan negara ini. Tetapi menurut rumor, Kaisar James tidak pernah berhubungan intim dengan Selir Anne. Bahkan sekarang Selir Anne sudah diceraikan dan dicopot gelarnya. Kaisar James sudah tidak mempunyai istri lagi. Kaulah yang menjadi permaisuri dan jika Kaisar James telah berhubungan denganmu, ada kemungkinan kau bisa hamil, Ariana. Tidaklah bijak jika dirimu tidak berbahagia dengan pernikahan ini. Tanggung jawab mu sebagai istri dan melahirkan anak-anak bagi Kaisar James. Putramu akan menjadi putra mahkota negara ini.
'Ayah tidak mau kalau kewajiban Ariana sebagai istri tidak Ariana laksanakan dengan baik," ujar Jenderal Ryan White.
"Berusahalah untuk bahagia dengan pernikahan ini Ariana," ujar Jenderal Ryan White.
"Aku benci dengan wajahnya," ujar Ariana.
"Berusahalah untuk tidak benci dengan wajahnya, atau berusahalah untuk tidak selalu memandang wajahnya," ujar Jenderal Ryan White.
Jenderal Ryan White kemudian meminta Ariana untuk menuruti dan berjanji kepada ayahnya untuk menjalankan kewajibannya sebagai istri Kaisar James sebaik-baiknya dan segera melahirkan penerus keturunan kerajaan ini dan penerus keturunan Jenderal Ryan White.
"Hanya kau putri satu-satunya yang Ayah punya," ujar Jenderal Ryan White sambil memegang kedua belah bahu Ariana.
__ADS_1
Ariana White akhirnya berjanji kepada Ayahnya Jenderal Ryan White untuk menjalankan kewajibannya sebagai istri dan melahirkan keturunan untuk Kausar James dan memberikan cucu untuk ayahnya.
"Bagus Ariana, Ayah menyayangimu," ujar Jenderal Ryan White sambil mengecup kening Ariana.