Permaisuri Yang Dingin Tetapi Sangat Kucintai

Permaisuri Yang Dingin Tetapi Sangat Kucintai
Part 46 Racun Yang Salah Sasaran


__ADS_3

Menteri Kenzo keluar dari ruangan rapat istana setelah hampir sepanjang siang rapat di istana.


'Lelah sekali hari ini," batin Menteri Kenzo di dalam hatinya sambil mengeluarkan sehelai sapu tangan dari saku kemeja linen Menteri Kenzo dan menyeka keringat yang ada di dahi Menteri Kenzo.


"Rapat hari ini sungguh melelahkan," batin Menteri Kenzo di dalam hatinya sambil kembali memasukkan sapu tangannya ke dalam saku di kemeja Menteri Kenzo.


Menteri Kenzo memutuskan untuk pulang lebih awal hari ini ke rumahnya dan tidak akan kembali lagi ke istana. "Besok masih bisa mengerjakan tugas yang belum selesai," batin Menteri Kenzo di dalam hatinya.


Menteri Kenzo kemudian berjalan melewati koridor istana dengan tergesa-gesa menuju ke kereta kuda yang sudah menunggu di gerbang istana. Tampak kusir kereta kuda kepunyaan Menteri Kenzo sudah berdiri di samping kereta kuda.


"Kita pulang ke kediaman," ucap Menteri Kenzo kepada kusir yang berdiri di samping kereta


"Baik Tuan," ucap kusir kereta kuda itu dengan patuh dan dengan sigap membukakan pintu kereta kuda itu untuk Menteri Kenzo.


Menteri Kenzo bergegas naik ke atas kereta kuda dan kemudian duduk di dalam kereta. Sang kusir yang melihat Menteri Kenzo sudah duduk di dalam kereta kemudian menutup pintu kereta kuda dengan perlahan-lahan. Kusir kuda itu kemudian bergegas naik ke atas kereta kuda dan mulai menjalankan kereta kuda.


Kereta kuda itu berjalan perlahan dengan tujuan menuju ke kediaman Menteri Kenzo yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar tigapuluh menit dengan perjalanan menggunakan kereta kuda. Selang tigsluluhrnit kemudian kereta kuda itu sampai ke kediaman Menteri Kenzo dan kereta kuda itu berjalan masuk melalui gerbang kediaman Menteri Kenzo yang telah dibuka oleh penjaga pintu gerbang. Kereta kuda itu berhenti di depan pelataran kediaman Menteri Kenzo, dan sang kusir dengan penuh hormat membukakan pintu kereta untuk Menteri Kenzo yang bergegas turun dari kereta kuda.


Menteri Kenzo pulang ke rumahnya di siang itu. Menteri Kenzo pulang ke rumahnya untuk makan siang dan beristirahat setelah selesai rapat dari israna. Hari ini adalah hari yang cukup melelahkan bagi Menteri Kenzo karena pagi-pagi sekali rapat telah diadakan di istana. Mungkin dengan makan siang dan kemudian beristirahat, rasa lelah itu akan hilang.


Menteri Kenzo berjalan masuk ke dalam kediamannya setelah dua orang penjaga memberi hormat kepada Menteri Kenzo. Menteri Kenzo langsung menuju ke ruang tengah yang berada di kediamannya. Ruang tengah adalah ruang kesukaan Menteri Kenzo dan di ruang tengah kediamannya, Menteri Kenzo sering makan siang sambil ditemani istri tercintanya, Nyonya Anne.


Menteri Kenzo memasuki ruangan tengah yang ada di rumahnya dan ketika memasuki ruangan tengah rumahnya tampak ada sekotak kue yang ada di atas meja dan sup dengan berbagai macam sayuran di dalamnya serta ayam panggang. Menteri Kenzo memandang ke sekeliling ruang tengah tetapi tidak melihat istrinya, Anne ada di ruang tengah tersebut. Yang tampak hanya dua orang pelayan wanita yang berdiri menunggu Menteri Kenzo dan bertugas melayani Menteri Kenzo selama Menteri Kenzo makan siang. Biasanya, Anne selalu berada di ruang tengah dan dengan sigap melayani Menteri Kenzo makan.


"Nyonya Anne ada dimana?" tanya Menteri Kenzo kepada kedua pelayan wanita tersebut.

__ADS_1


"Nyonya sedang ke istana, Tuan," jawab salah seorang pelayan tersebut.


"Nyonya ke istana?" tanya Menteri Kenzo kepada pelayan tersebut.


"Untuk apa Nyonya Anne ke istana?" tanya Menteri Kenzo lagi dengan cepat walaupun pertanyaan pertama Menteri Kenzo belum dijawab oleh kedua pelayan yang sedang berdiri tersebut.


"Untuk menemui Permaisuri Ariana," jawab salah seorang pelayan tersebut.


"Nyonya Anne mengatakan belum pernah menghadap kepada Permaisuri Ariana," ucap pelayan tersebut.


"Iya, Nyonya Anne memang belum pernah menghadap Permaisuri Ariana," ucap Menteri Kenzo sambil duduk di meja makan.


Menteri Kenzo mulai dengan mengambil sebuah roti Croissant yang berada di sebuah kotak di atas meja makan.


Menteri Kenzo memakan roti Croissant tersebut dengan lahap dan sekejap saja roti Croissant tersebut habis dimakan oleh Menteri Kenzo. Menteri Kenzo segera mengambil roti Croissant yang kedua, dan mengigit roti Croissant tersebut dengan penuh semangat.


"Enak sekali roti Croissant ini," ucap Menteri Kenzo.


"Apakah Nyonya Anne membuat sendiri roti Croissant ini?" tanya Menteri Kenzo.


"Tidak, dibikin oleh juru masak di dapur," ujar salah seorang pelayan tersebut.


"Kalian boleh meninggalkan ruangan ini," ucap Menteri Kenzo.


Kedua pelayan tersebut segera berlalu dan meninggalkan ruangan ketika mendengar perkataan dari Menteri Kenzo.

__ADS_1


"Mengapa Anne tidak memberitahu aku bahwa Anne ke istana untuk menemui Permaisuri Ariana?" batin Menteri Kenzo sambil mengambil sebuah mangkuk dan kemudian mengambil beberapa sendok sayur sup yang kemudian dimasukkan ke dalam mangkuk dan Menteri Kenzo juga tak lupa mengambil dua iris roti tawar gandum dan kemudian memasukkan roti tawar tersebut ke dalam mangkok.


"Aneh jika rasanya Anne ingin bertemu Permaisuri Ariana mengingat kebencian Anne terhadap Permaisuri Ariana," batin Menteri Kenzo sambil memakan sup sayuran disertai irisan roti tawar gandum.


"Apakah Anne sudah bisa melupakan kebenciannya terhadap Permaisuri Ariana?" batin Menteri Kenzo sambil mengambil sepotong ayam bakar dan memasukkan ke dalam mangkok.


Menteri Kenzo makan dengan lahap karena lapar dan Menteri Kenzo juga merasa dengan makan yang cukup, rasa lelah yang dirasakan oleh Menteri Kenzo bisa hilang digantikan dengan energi yang diperoleh dari makanan yang Menteri Kenzo makan.


"Roti Croissant ini sungguh rasanya sangat enak," batin Menteri Kenzo sambil mengambil sepotong roti Croissant yang masih tersisa di piring.


Menteri Kenzo kemudian memakan roti Croissant itu sambil meminum secangkir teh hangat.


"Masakan hari ini sungguh lezat" batin Menteri Kenzo sambil meletakkan cangkir yang sudah kosong itu ke atas meja.


"Anne sangat pintar mempersiapkan makanan yang lezat walaupun masakan itu dibuat oleh juru masak kediaman ini," batin Menteri Kenzo.


"Semoga Anne bisa hidup berbahagia denganku dan melupakan kebencian Anne terhadap Kaisar James dan Permaisuri Ariana," batin Menteri Kenzo di dalam hatinya.


"Semoga setelah anak kami lahir, Anne bisa lebih bertambah bahagia," batin Menteri Kenzo di dalam hatinya.


Menteri Kenzo juga tidak lupa menggambil buah Strawberry segar yang berada di atas meja dan mencicipi buah Strawberry tersebut.


"Manis," ucap Menteri Kenzo sambil meraih buah Strawberry yang kedua.


Menteri Kenzo menyukai buah Strawberry terutama buah Strawberry yang rasanya manis. Tanpa terasa buah Strawberry yang manis yang terdapat dalam wadah mangkok kecil tersebut habis dimakan oleh Menteri Kenzo.

__ADS_1


__ADS_2