
Permaisuri Ariana masih tertidur di ranjang tidur yang besar di dalam pelukan suaminya Kaisar James. Kamar yang dingin membuat Permaisuri Ariana semakin memeluk erat suaminya, Kaisar James. Kaisar James perlahan-lahan membuka matanya dan menyadari hari hampir pagi. Kaisar James memperhatikan Ariana yang tidur memakai baju tidur panjang berwarna hijau botol yang bahannya terbuat dari satin dan tidak berlengan. Rambut Ariana yang panjang dan berwarna coklat tergerai lepas. Permaisuri Ariana masih tertidur, mungkin kelelahan karena kemarin banyak aktivitas yang dikerjakan oleh Ariana mulai dari pesta pernikahan dan penobatan Ariana sebagai Permaisuri. Sebelumnya juga mereka bersama-sama keluar dari hutan tempat perburuan istana diadakan.
Hati permaisuri Ariana mungkin lagi gundah memikirkan Ariana harus melaksanakan kewajibannya sebagai istri," batin Kaisar James di dalam hatinya. Perlahan-lahan Kaisar James mencium bibir istrinya, Ariana dengan lembut.
Ariana merasa ada yang sedang mencium bibirnya, dan perlahan-lahan Ariana membuka matanya. Ketika mata Ariana terbuka, orang pertama yang terlihat ada di wajahnya, sedang menundukkan wajah dan menciumi bibirnya adalah Kaisar James.
"Astaga, Ariana hanya bisa terdiam, ketika teringat janjinya kepada Kaisar James, pagi-pagi sekali akan melaksanakan kewajibannya sebagai istri, memberikan hak Kaisar James sebagai suami.
Ariana yang sudah tertipu oleh Kaisar berpikir bahwa Ariana sudah pernah melakukannya dengan Kaisar James untuk pertama kalinya di hutan ketika perburuan istana. Melakukannya lagi mungkin tidak akan kenapa-kenapa.
"Baiklah, aku akan melakukannya lagi, batin Ariana sambil membalas ciuman Kaisar James dengan hangat. Ariana tidak menolak apalagi berkeberatan karena Ariana teringat pesan ayahnya Jenderal Ryan White yang ingin Ariana melaksanakan kewajibannya sebagai istri Kaisar James dengan baik. Menikah dan sah menjadi istri tentu menimbulkan kewajiban yaitu melaksanakan kewajiban sebagai istri memenuhi nafkah batin suami. Ariana teringat pesan ayahnya, Jenderal Ryan White untuk memberikan ayahnya cucu. Kalau tidak melakukan kewajiban sebagai istri, bagaimana akan mendapat cucu? begitu perkataan ayahnya kepada Ariana.
"Baiklah, mau tidak mau aku harus melakukannya," batin Ariana.
Aku akan melakukannya lagi hari ini dengan Yang Mulia, James.
Ariana akhirnya pasrah, dan Kaisar James yang merasa istrinya, Ariana menyetujui apa yang sedang dilakukannya, akhirnya merasa bahagia, istrinya Ariana mulai bisa menerimanya. Perlahan-lahan ranjang besar itu menjadi saksi bisu malam pertama, tepatnya pagi pertama antara Ariana dan Kaisar James.
Ranjang besar itu menjadi saksi bisu Ariana dan Kaisar James untuk pertama kalinya.
Pagi itu akhirnya Ariana menjadi wanita seutuhnya menjadi istri dan kewajibannya terlaksanakan. Selang beberapa saat kemudian, Kaisar James memeluk Ariana dengan erat, istrinya tersayang yang membuat Kaisar James menjadi laki-laki seutuhnya, sebuah kecupan mendarat di kening Ariana, diberikan oleh Kaisar James.
"Aku sangat mencintaimu Ariana, teruslah hidup di sisiku selamanya," ujar Kaisar James dengan mesra.
__ADS_1
"Temani aku kemanapun aku pergi ya, Ariana," ujar Kaisar James.
"Jangan pernah meninggalkan aku, sampai kematian memisahkan kita," ujar Kaisar James kembali.
Ariana hanya terdiam saja di pelukan Kaisar James, yang mendadak teringat kembali ketika David mengkhianatinya di depan mata. Wajah Kaisar James sangat mirip dengan David, apalagi jika dilihat dalam jarak sedekat ini. Yang membedakan adalah warna rambut dan warna mata. Ariana hanya bisa mengeraskan hatinya supaya bisa melayani Kaisar James. Mau bagaimana lagi karena sudah takdir Ariana menikah dengan Kaisar James.
Suka atau tidak suka, Ariana harus menjalani pernikahannya dengan Kaisar James.
Ariana, mulai hari ini panggil hanya namaku saja, James," ujar Kaisar James dengan mesra dan mulai mencium Ariana lagi.
"Oh tidak, mulai lagi" ujar Ariana yang mulai ingin lari dari pelukan Kaisar James.
"Pegang janjimu kepadaku Ariana," ujar Kaisar James sambil mengedipkan matanya.
"Tetapi Yang Mulia," ujar Ariana.
"Jangan menatap wajahku terus," ujar Ariana di saat wajah Ariana dan wajah Kaisar James saking berdekatan dan hanya berjarak sekitar setengah centimeter saja dari wajah Ariana.
"Wajahku sangat tampan Ariana, bayangkan betapa tampannya wajah anak kita nanti," ujar Kaisar James sambil memperlihatkan ekspresi yang hampir mirip dengan ekspresi David, dan membuat Ariana kembali teringat kepada David, mantan tunangan Ariana.
Ariana memejamkan matanya supaya tidak perlu melihat Kaisar James terus menerus dan ternyata menimbulkan kesalahpahaman di hati Kaisar James, Ariana ternyata bisa menerima Kaisar James dengan baik.
Menjelang siang, Ariana baru bisa bernapas lega ketika Kaisar James akhirnya meninggalkan kamar dan beranjak masuk ke kamar mandi setelah mencium kening Ariana.
__ADS_1
"Akhirnya, sendirian juga untuk hari ini," batin Ariana sambil menghela napas lega.
Ariana mengambil sebuah selimut dan menutupi badan dan kepalanya dengan selimut, dan ingin tidur kembali. Badannya sungguh teramat lelah dan Baru saja Ariana memejamkan matanya, Kaisar James yang baru saja selesai mandi, keluar dan menarik selimut yang menutupi badan dan kepala Ariana.
"Yang Mulia," protes Ariana begitu selimut itu tertarik dan lepas.
"Mandi Ariana kemudian kita makan siang bersama," ujar Kaisar James.
"Heran masih mau tidur juga padahal hari sudah siang dan perutku sudah sangat lapar," batin Kaisar James di dalam hatinya.
Kaisar James langsung membopong Ariana ke dalam kamar mandi, dan tidak menghiraukan protes Ariana yang tidak terima dibopong ke kamar mandi. Ariana langsung dibopong dan dibawa ke kamar mandi, dan sesampainya di dalam kamar mandi langsung dimasukkan ke dalam bath up yang sudah berisikan air hangat.
"Saya bisa mandi sendiri, Yang Mulia keluar saja," ujar Ariana sambil mengibaskan tangannya.
"Tidak perlu diusir Ariana, saya bisa keluar sendiri," ujar Kaisar James yang tertawa melihat ulah Ariana, dan bergegas berjalan keluar.
"Tidak ada puasnya, badanku sampai remuk redam rasanya," batin Ariana di dalam hatinya.
Wajahnya selalu hanya berjarak sekitar setengah centimeter dari wajahku, dan selalu saling tatap menatap," batin Ariana.
"Setiap aku melihat wajah Kaisar James, aku selalu teringat kepada David.
Ariana benar-benar mati kutu, hatinya benci karena wajah Kaisar James yang sangat mirip David. tetapi mau tidak mau Ariana harus selalu ada di sisi Kaisar James, melayaninya, menatap wajahnya dan menerima segala candaan Kaisar James yang sering menggoda Ariana.
__ADS_1
"Andai saja wajahnya tidak mirip David, tentu hatiku bahagia karena James adalah orang yang baik dan lucu, dan sangat tampan,' batin Ariana.
Ariana terus merendam diri di dalam bath up yang berisikan air hangat dan taburan kelopak bunga Mawar, menikmati kesendiriannya yang makin lama terasa semakin susah untuk dinikmati.