
Kaisar James yang sangat gembira dengan kehamilan Permaisuri Ariana menjadi protektif dan semakin cerewet terhadap Ariana. Tak dihiraukannya wajah dingin Ariana yang anehnya sejak Ariana dinyatakan hamil oleh dokter dan bidan istana menjadi semakin dingin. Walaupun tingkah laku Ariana akhir-akhir ini membuat Kaisar James kesal, tetapi Kaisar James memaklumi semua kelakuan aneh Ariana. Pengaruh kehamilan membuat Ariana semakin teringat wajah David ketika melihat Kaisar James.
Tetapi setiap Ariana memperlihatkan sikap dingin terhadap Kaisar James, perutnya mendadak kram dan baru hilang ketika dipeluk oleh Kaisar James.
Seperti yang baru saja terjadi. Ariana mengatakan roti Croissant yang dibuat oleh Kaisar James rasanya tidak enak dan dengan cuek keluar kamar. Setelah itu Ariana terduduk di lantai karena perutnya kram. Kaisar James bahkan membopong Ariana dan membawanya ke dalam kamar dan dibaringkan di ranjang. Ariana bahkan disuruh istirahat di ranjang oleh Kaisar James yang khawatir melihat Ariana yang lemah dan tak bertenaga. Ariana mau tidak mau harus menurut.
"Mengapa akhir-akhir ini aku sering kram perut?" tanya Ariana.
"Apakah aku sakit, James?" tanya Ariana.
"Astaga," ujar Kaisar James sambil menepuk kepalanya, Kaisar James belum mengatakan kepada Ariana bahwa Ariana sedang mengandung. Kaisar James lupa. Ariana diketemukan oleh Kaisar James dalam keadaan pingsan di pantai karena perut Ariana yang mengalami kram. Kehebohan yang terjadi akibat perut Ariana yang kram, dan terjadi berulang kali membuat Kaisar James lupa memberitahukan kehamilan Ariana kepada Ariana dan tampaknya tidak ada seorang pun pelayan pribadi Ariana yang memberitahukan hal tersebut. Ariana mempunyai sifat yang berbeda dengan perempuan lainnya hanya berbicara yang perlu dibicarakan.
Kaisar James duduk di ranjang dan memandang Istri nya, Permaisuri Ariana dengan mesra sambil memegang kedua tangan Ariana,
"Sayangku, sekarang Sayang sedang mengandung anak kita," ujar Kaisar James dengan mesra.
"Maaf aku lupa memberitahukan hal penting ini kepadamu," ujar Kaisar James sambil mengecup kedua belah tangan Ariana.
Ariana memandang suaminya, Kaisar James dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Kaisar James.
"Aku hamil?" tanya Ariana.
"Iya hamil, anak kita," ujar Kaisar James dengan mesra sambil memandangi istrinya, Ariana.
Ariana mengelus perutnya dengan pelan, pantas saja akhir-akhir ini perutku sering kram. Kram muncul jika aku bersikap dingin, ketus, yang terakhir karena tidak menghargai usaha James yang bersusah payah membuatkan roti Croissant untuk aku," batin Ariana kembali di dalam hatinya.
__ADS_1
Seorang Kaisar mana mungkin harus repot-repot turun tangan untuk membuat roti Croissant sendiri. Di dapur banyak koki yang dengan sigap membuatkan apa saja yang ingin dimakan oleh Kaisar James. Tidak perlu repot-repot hanya tinggal memberikan perintah, apapun yang ingin dimakan oleh Kaisar James akan langsung terhidang di depan mata.
Ariana terisak-isak di depan Kaisar James, yang langsung saja kebingungan melihat istrinya tercinta menangis. seorang Ariana menangis hampir tidak mungkin terjadi. Yang mungkin terjadi adalah Ariana membuat seseorang menangis.
"Ariana yang kuat, keras, tegar mengapa menangis?" tanya Kaisar James dengan nelangsa melihat Ariana menangis.
Ariana menangis karena teringat kepada David yang memperlakukannya dengan buruk. David memperlakukan Ariana seperti sampah yang bisa dengan mudah dibuang seenaknya dan sesuka hati David. Tetapi, Kaisar James memperlakukan Ariana dengan baik, seperti memperlakukan sebuah berlian berharga yang karena nilainya dijaga dengan hati-hati oleh Kaisar James.
Ariana sungguh teramat sulit melupakan kenangan David yang telah menyakitinya dengan berselingkuh dengan sahabat Ariana sendiri yang bernama Wina. Setelah Ariana menangkap basah perselingkuhan David dan Wina, Ariana dimaki-maki oleh David tanpa memperdulikan perasaan Ariana. Jika dibandingkan dengan Kaisar James, Kaisar James belum pernah memarahinya bahkan di saat Ariana bersikap dingin dan ketus dengannya dan bahkan bersikap agak kurang ajar kepada James yang seorang Kaisar penguasa negara ini, suaminya sendiri.
Ariana terisak-isak dan pipinya sudah basah dengan air mata, Kaisar James hanya memandang Ariana dengan nelangsa.
"Ada apa, kenapa menangis?" tanya Kaisar James.
Kaisar James bertanya-tanya di dalam hatinya ketika melihat istrinya, Permaisuri Ariana menangis terisak-isak di hadapannya ketika kehamilan Ariana diberitahukan langsung oleh Kaisar James kepada Ariana.
"Apakah karena aku telah memaksa Ariana untuk menikah denganku?' tanya Kaisar James di dalam hatinya.
"Maafkan aku, James terutama untuk roti Croissant," ujar Ariana sambil memeluk Kaisar James.
Kaisar James terpana istrinya, Ariana yang cuek dan dingin itu memeluknya dengan erat dan meminta maaf kepadanya.
"Tentu Sayang, aku maafkan," ujar Kaisar James sambil menghapus air mata di pipinya.
Suami dan istri itu saling berpelukkan dan ada rasa hangat yang menjalar di dada Ariana untuk pertama kali dalam pelukan erat Kaisar James. Kehangatan memenuhi dada Ariana pagi ini. Ariana merasa dirinya disayangi oleh Kaisar James dengan tulus dan tidak sama dengan David yang memberikan cinta palsu untuknya. Cinta palsu yang berujung pengkhianatan David dan Wina.
__ADS_1
"Apakah kau senang telah mengandung anak kita?" tanya Kaisar James.
"Tentu aku bahagia James," ujar Ariana dengan.mata yang berbinar-binar.
Anak yang ada dikandungnya adalah darah daging Ariana sendiri, tentu Ariana sangat bahagia dengan kehamilan Ariana dan akan menjaga kehamilan ini dengan baik. Semoga dengan berjalannya waktu dan dengan kebersamaan antara Kaisar James dan Ariana yang terus dibina dan di pupuk, mampu menumbuhkan rasa cinta di hati Ariana untuk Kaisar James.
"Permaisuri Ariana harus banyak beristirahat, makan makanan yang bergizi, dan menjaga kehamilan ini dengan baik," ujar Kaisar James.
"Tentu aku akan menjaga kehamilan ini dengan baik James" ujar Ariana dengan mata yang berbinar-binar.
"Tetapi apakah aku boleh menunggang kuda atau berlatih pedang, sudah lama aku tidak menunggang kuda atau berlatih pedang?" tanya Ariana dengan penuh harap.
"Tidak boleh," jawab Kaisar James dengan tegas.
"Harus banyak santai dan beristirahat," ujar Kaisar James.
Semua orang yang berada di dalam villa maupun istana harus menjagamu dengan baik, Permaisuri Ariana," ujar Kaisar James
"Siapapun yang melihat Permaisuri Ariana mau menunggang kuda atau berlatih pedang harus mencegahnya jangan sampai terlambat," ujar Kaisar James dengan tegas.
"Baik Yang Mulia, kami akan menjaga Permaisuri Ariana dengan berhati-hati," ujar pelayan dan pengawal yang ada di kamar.
"Permaisuri Ariana harus menurut, ini adalah perintah," ujar Kaisar James dengan tegas kepada Ariana.
"Baik Yang Mulia," ujar Ariana dengan pelan, sedikit tidak bersemangat karena Ariana tidak diperbolehkan untuk menunggang kuda atau berlatih pedang.
__ADS_1
"Bagus," puji Kaisar James sambil mengelus kepala Permaisuri Ariana dengan penuh kasih sayang.