
Kaisar James dan Permaisuri Ariana telah berbulan madu di villa yang terletak di tepi pantai dengan pemandangan yang menghadap laut lepas. Bulan madu itu telah berlangsung selama beberapa Minggu dan hari ini adalah hari kepulangan Kaisar James dan Permaisuri Ariana ke istana.
Kereta kuda yang membawa Kaisar James dan Permaisuri Ariana berjalan keluar dari komplek villa tempat Kaisar James dan Permaisuri berbulan madu selama ini.
Permaisuri Ariana menikmati perjalanan pulang ke istana kali ini, dan Permaisuri Ariana sibuk melihat dari jendela yang terletak di kereta kuda, hal-hal menarik yang dijumpai selama perjalanan pulang ke istana. Sepanjang perjalanan pepohonan hijau, bunga-bunga yang bermekaran dan juga rumput ilalang. Kereta kuda itu terus berjalan dan di depan ada sebuah hutan kecil yang mesti dilewati Kereta kuda dan pengawal yang mengawal perjalanan Kaisar James dan Permaisuri Ariana.
Tiba-tiba, kereta kuda itu berhenti mendadak. Terdengar ringkikan kuda ketika kereta kuda itu berhenti mendadak. Keributan terdengar di luar kereta.
"Ada apa?" tanya Kaisar James kepada kusir kuda.
"Ada yang menyerang kita, Yang Mulia," jawab Kusir Kuda itu.
Kaisar James menatap Permaisuri Ariana demikian juga Permaisuri Ariana menatap Kaisar James.
"Apapun yang terjadi jangan keluar dari kereta," ujar Kaisar James kepada Permaisuri Ariana.
__ADS_1
"Jaga diri Permaisuri dan kehamilan Permaisuri," ujar Kaisar James sambil mengelus perut Permaisuri Ariana.
Kaisar James menarik keluar sebuah kotak kaca dari bawah kursi yang diduduki oleh Kaisar James. Kaisar James mengeluarkan dua buah pedang dan dua pucuk senjata api dari kotak kaca tersebut.
"Pakai ini jika diperlukan," ujar Kaisar James sambil menyerahkan satu buah pedang dan satu pucuk pistol kepada Permaisuri Ariana.
Permaisuri Ariana menyelipkan pistol dalam saku gaunnya.
"Yang Mulia berhati-hati," ujar Permaisuri Ariana.
Kaisar James turun dan ikut menyerang lawan yang berpakaian hitam. Kaisar James adalah pucuk pimpinan tertinggi dalam negara itu, dan sebagai seorang pemimpin, sedari kecil ilmu bela diri sudah dipelajari Kaisar James dan diajarkan oleh guru yang ahli di bela diri. Kemampuan menembak juga dimiliki oleh Kaisar James.
Kaisar James mengayunkan pedang di tangannya ke penyerang berbaju hitam yang melompat ke arah Kaisar James. Kedua pedang itu saling bertemu dan berbenturan, bunyi benturan besi pun terdengar. Saling tangkis menangis terjadi antara Kaisar James dan penyerang berbaju hitam itu. Penyerang berbaju hitam itu terus menyerang Kaisar James. Kaisar James menangkis serangan pihak lawan. Akhirnya dalam satu kesempatan yang tepat, Kaisar James berhasil menebaskan pedang di tanganya ke dada penyerang yang berbaju hitam itu. Penyerang itu jatuh ke tanah dengan dada berlumuran datah, memegangi dada, kesakitan dan ajal menjemput. Penyerang itu meninggal dengan mata terbuka.
Kaisar James tidak sempat berpikir lama melihat kematian penyerang yang menyerangnya, seorang penyerang berbaju hitam kembali melompat ke arah Kaisar James. Kali ini Kaisar James langsung mengeluarkan pistol dan menembak orang tersebut, jarak yang terlalu dekat memaksa Kaisar James untuk mengeluarkan pistol dan menembak penyerang berbaju hitam itu.
__ADS_1
"Dor," bunyi tembakan bergema di hutan itu. Penyerang itu jatuh berlumuran darah.
Sesosok penyerang berbaju hitam terlihat oleh Permaisuri Ariana, dari kejauhan sedang berusaha mendekati kereta kuda. Penyerang itu mengambil kesempatan dari kelengahan pengawal yang seharusnya menjaga keselamatan Permaisuri Ariana. Tiga pengawal yang berjaga di kereta kuda terpancing menjauh karena serangan dari penyerang berbaju hitam yang menyerang pengawal yang berada di sekitar kereta kuda Permaisuri Ariana.
Permaisuri Ariana terpaksa turun dari kereta ketika melihat sesosok penyerang berbaju hitam dari kejauhan berusaha mendekati kereta. Turun dari kereta jauh lebih baik daripada diserang di dalam kereta. Permaisuri Ariana bukan perempuan lemah yang tidak bisa membela dirinya sendiri.
Terdengar benturan pedang di kejauhan ternyata Permaisuri Ariana sudah berada di luar kereta. Sang penyerang itu tidak melepaskan kesempatan baik yang dimilikinya ketika melihatbk Permaisuri Ariana turun dari kereta. Mereka menerima perintah untuk menyerang kereta kuda yang membawa Permaisuri Ariana dan Kaisar James. Jika tidak bisa melukai Kaisar James maka cukup dengan menyerang Permaisuri Ariana dan membunuh Permaisuri Ariana. Permaisuri Ariana mengangkat pedangnya menangkis serangan penyerang berbaju hitam itu. Bunyi pedang berbenturan terdengar ketika Permaisuri Ariana menangkis serangan penyerang berbaju hitam itu, lalu menendang Penyerang itu. Permaisuri Ariana berhasil menendang Penyerang berbaju hitam itu hingga terjatuh di saat Permaisuri Ariana menangkis serangan dari Penyerang itu. Permaisuri Ariana menikam dada penyerang itu, dan penyerang itu roboh di tanah dengan dada berlumuran darah. Ketakutan tampak di mata penyerang Permaisuri Ariana, ketika Permaisuri Ariana dengan cepat menarik pedangnya yang telah menikam dada penyerang berbaju hitam itu. Darah menyembur keluar di saat pedang itu ditarik keluar dan mengenai gaun dan wajah Permaisuri Ariana. Erangan kesakitan terdengar ketika Permaisuri Ariana mencabut pedang yang ada di dada penyerangnya. Hanya sekejap erangan kesakitan itu terdengar karena kematian telah datang menjemput penyerang Permaisuri Ariana.
Permaisuri Ariana melihat ke depan dan tampak di kejauhan Kaisar James sedang melawan serangan dari seorang penyerang. Denting pedang berbenturan antara Kaisar James dan penyerang tersebut. Tetapi seorang penyerang berbaju hitam melompat dari arah belakang dengan pedang di tangannya mendekati Kaisar James yang tidak menyadari kehadiran penyerang itu, siap mengibaskan pedangnya ke punggung Kaisar James.
"Dor, dor, dor terdengar tiga kali bunyi tembakan memecah keributan di tengah dentingan pedang yang berbenturan. Penyerang yang bermaksud menyerang Kaisar James dari belakang terjatuh berlumuran darah. Kaisar James terkejut ketika penyerang yang sedang bertarung dengannya mendadak limbung, dan sempoyongan dengan mata yang melotot lebar dan jatuh menimpa Kaisar James jika Kaisar James tidak segera melompat kesamping. Kaisar James melihat Permaisuri Ariana berdiri dengan banyak noda darah di gaunnya, dan ada noda darah di wajah Permaisuri Ariana. Kaisar James berlari mendekati Permaisuri Ariana, jantung Kaisar James hampir berhenti berdetak ketika melihat Permaisuri Ariana berlumuran darah di gaun dan di wajah Permaisuri Ariana.
"Ariana," teriak Kaisar James sambil berlari menghampiri Permaisuri Ariana. Situasi sudah terkendali, penyerang berbaju hitam sudah berhasil ditangani oleh pasukan pengawal.
Kaisar James hampir merasa dadanya hampir berhenti berdetak ketika sudah mendekati Permaisuri Ariana yang sedang berdiri dengan gaun berlumuran darah dan wajah berlumuran darah. Sebilah pedang yang berlumuran darah tergenggam di tangan Permaisuri Ariana.
__ADS_1