
Ariana yang setelah ditabrak oleh mobil pada saat menyeberang jalan itu terbaring di ICU sebuah rumah sakit, koma. Hidupnya berada diantara hidup dan mati.
Seorang dokter yang hari ini bertugas memeriksa dan memantau keadaan Ariana, setelah selesai memeriksa Ariana, berdiri memandangi wajah Ariana yang sedang berbaring di ranjang.
"Wajahmu rasanya tidak asing bagiku," batin Dokter Adrian di dalam hatinya.
"Seperti mengenalmu, di suatu tempat,"
Adrian memandangi wajah Ariana lagi, merasa mengenal wanita itu jauh sebelum bertemu Ariana untuk pertama kalinya di ICU. Seperti menemukan separuh jiwa yang seharusnya ada bersamamu seperti itulah perasaan Adrian ketika menatap Ariana. Padahal Adrian sama sekali tidak pernah bertemu Ariana sebelumnya apalagi mengenalnya.
Seperti istilah dejavu yang artinya seperti pernah melihat atau pernah mengalami sesuatu sebelumnya padahal sesuatu itu belum pernah dilihat atau dialami.
"Aku ingin kau tetap bertahan Ariana," "Berjuang untuk hidup dan kembali sadar tanpa ada kekurangan apapun,"
"Tetap sehat seperti Ariana yang dulu, sebelum kecelakaan ini terjadi," batin Adrian.
Adrian menggenggam tangan Ariana, berusaha menyalurkan kehangatan dalam hati Adrian yang dirasakannya setiap kali melihat Adriana, berharap Adriana bangun, membuka matanya untuk melihat Dokter Adrian.
Adriana pada saat ini sedang terbaring koma di ICU, akibat pada saat menyeberang jalan tertabrak oleh mobil.
Ada pendarahan di dalam otaknya akibat benturan yang terjadi pada saat Ariana terjatuh di jalan raya. Operasi besar sudah dilakukan untuk menolong Ariana oleh seorang dokter yang sangat ahli di bidangnya. Kedua orang tua Ariana berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik untuk Ariana supaya Ariana bisa kembali seperti sedia kala.
__ADS_1
Jauh di dasar hatinya, Adrian berharap Ariana bangun dan pulih kembali seperti sediakala. Adrian terkadang berdiri sambil memandangi wajah Ariana ataupun duduk sambil menggenggam tangan Ariana yang berbaring di ranjang, mengajak Ariana berbicara mengenai diri Adrian, pengalaman lucu Adrian ataupun kenangan-kenangan lucu yang terjadi di masa kecil Adrian.
Adrian lahir dan besar di Paris, Perancis, karena orang tua Adrian yaitu Ayahnya bertugas di kedutaan Indonesia di Paris, Perancis. Pada saat berangkat menemani suaminya yang bertugas ke Paris, Perancis, Ibu Adrian sedang hamil sehingga Adrian lahir di Paris, Perancis. Adrian besar di Paris, Perancis dan kemudian ikut pulang ke Indonesia bersama orang tuanya setelah ayahnya Adrian kembali ditugaskan di tanah air.
Adrian berharap walaupun Ariana tidak mengenalnya, tetapi Adrian merasa pernah menjadi bagian hidup dari Ariana, suatu waktu, pada masa lalu. Adrian berharap dengan mengajak Ariana berbicara, walaupun Ariana sedang koma, Ariana bisa mendengarkannya.
Ariana yang sedang koma mungkin tidak mengetahui ada seseorang pria yang memberi perhatian kepadanya, sesuatu hal yang tidak didapatkannya dari David, mantan tunangannya yang berselingkuh dengan Wina, sahabat Ariana sendiri.
Adrian diberitahu oleh orang tua Adriana bahwa Adriana telah bertunangan dengan David dan akan segera menikah, dan undangan pernikahan pun telah disebar ke keluarga, teman, dan relasi. Tetapi, David tidak pernah muncul untuk menjenguk Ariana di rumah sakit, dan sehari setelah Ariana kecelakaan, David dan Wina melangsungkan pernikahan mereka. Orang tua Ariana sangat marah dan mencurigai David dan Wina telah berselingkuh. Orang tua Ariana hanya tidak mengetahui apakah Ariana mengetahui perselingkuhan David dan Wina atau sama sekali tidak mengetahui perselingkuhan tersebut.
Adrian yang merasa mengalami dejavu setelah melihat Ariana untuk pertama kalinya, merasa Ariana ditakdirkan untuknya dan akan menjaga dan menyayangi Ariana setelah Ariana sadar dari komanya. Biarlah David hanya menjadi bagian masa lalu Ariana dan menjadi pelajaran berharga dalam hidup Ariana. Masih ada laki-laki yang menyayangi Ariana dengan tulus.
"Aku tahu kau mendengarkan Ariana, setiap ceritaku, ayo berusahalah gerakan jarimu lagi," ujar Adrian. "Keluarlah dari keadaanmu Ariana," ujar Adrian.
Adrian terus menyemangati Ariana agar bisa kembali tersadar. Adrian memberi semangat kepada Ariana setiap hari di saat Adrian datang menjenguk dan memeriksa keadaan Ariana yang masih terbaring dalam keadaan koma.
Ariana mungkin belum menyadari bahwa selalu ada cinta yang tulus untuk dirinya walaupun ada juga orang seperti David yang memperlakukan Ariana seperti sampah tidak menghargai Ariana.
"Sampai besok Ariana, besok aku datang mengunjungimu lagi," ujar Adrian.
"Cepatlah sadar, aku menyayangimu," ujar Adrian.
__ADS_1
Adrian keluar dari kamar Ariana dan berjalan beberapa langkah di koridor rumah sakit. Seorang Ibu berjalan menghampiri dokter Adrian. Ya, ibunya Ariana, Ibu Helena.
"Selamat pagi Dokter,"
"Bagaimana keadaan anak Saya, Ariana hari ini?" tanya Ibu Helena.
"Baik Ibu, keadaan Ariana hari ini stabil," ujar Dokter Adrian.
"Mari ikut ke ruangan Saya, Ibu, kita bicara disana, nanti Saya jelaskan kepada Ibu," ujar Dokter Adrian.
Adrian dan Ibu Helena kemudian berjalan bersama-sama ke ruangan Dokter Adrian. Sesampainya di ruangan, Dokter Adrian kemudian menjelaskan kepada Ibu Helena bahwa Ariana pada saat dirinya bercerita bermacam-macam hal kepada Ariana, Ariana merespon dengan menggerakkan jari telunjuk Ariana. Saya berharap Ariana bisa terus merespon dan keadaan Ariana segera membaik," ujar Adrian.
"Iya Dokter," ujar Ibu Helena
Ibu Helena kemudian meminta tolong kepada Dokter Adrian untuk selalu mengajak Ariana berbicara tentang berbagai hal di saat dokter Adrian berkunjung untuk memeriksa Ariana. Ibu Helena sangat senang karena anaknya, Ariana memberi respon atas apa yang dibicarakan dokter Adrian kepada Ariana.
"Saya harap ini akan menunjukkan ke arah perkembangan yang lebih baik," ujar Ibu Helena.
"Kita doakan beberapa sama-sama ya Ibu," ujar Dokter Adrian.
Ibu Ariana kemudian menerangkan dirinya sangat senang Dokter Adrian mau mengajak Ariana berbicara di sela-sela kunjungan prmeriksaan Dokter Adrian kepada putrinya Ariana. Dokter Adrian mempunyai keperdulian kepada putrinya, Ariana padahal Dokter Adrian sama sekali belum pernah mengenal Ariana, tidak seperti David, mantan tunangan Ariana, yang sama sekali Bun pernah muncul untuk sekedar melihat Ariana, malah dengan santainya menikah dengan sahabat anaknya Wina, sehari setelah Ariana mengalami kecelakaan. Keperdulian sebagai sesama manusia yang pernah saling mengenal tidak pernah ditunjukkan David kepada Ariana, yang ada hanya pengkhianatan, mengkhianati putrinya, Ariana dengan menikahi Wina, sahabat dari putrinya. Hanya ada satu kata yang pantas untuk David yang diberikan oleh Ibu Helena, ibunya Ariana kepada David, manusia yang tidak punya hati. Tidak menghargai dan memperlakukan putrinya, Ariana dengan baik. Sungguh teramat menyesal Ariana bisa mengenal manusia yang berkelakuan buruk seperti David. Itulah uneg-uneg Ibu Helena, ibunya Ariana tentang David yang disampaikannya kepada Dokter Adrian.
__ADS_1