
Permaisuri Ariana tidur dengan lelap di atas ranjangnya yang empuk. Kaisar James duduk di sebuah kursi yang diletakkannya di tepi ranjang supaya bisa memperhatikan istrinya, Permaisuri Ariana sambil sesekali membaca sebuah buku.
"Sebenarnya siapa yang mempunyai dendam terhadap Permaisuri Ariana?" batin Kaisar James di dalam hatinya.
Kaisar James merasa istrinya, Permaisuri Ariana tidak mungkin mempunyai musuh. Ariana baru saja masuk ke istana setelah menikah dengannya dan dilantik sebagai Permaisuri. Sifat Ariana dikenal baik oleh Kaisar James. Ariana sangat jarang berbicara kecuali terhadap hal yang benar-benar sangat perlu dan memang memerlukan pemecahan dari Permaisuri Ariana. Jika tidak, Permaisuri Ariana tidak akan repot-repot bicara tentang hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan Permaisuri Ariana. Mempunyai konflik dengan orang lain rasanya Permaisuri Ariana belum pernah, konflik dengan penghuni istana sama sekali juga belum pernah.
"Tunggu dulu, secara langsung Permaisuri Ariana belum pernah berkonfrontasi dengan siapapun di istana, tetapi bagaimana dengan Anne?" batin Kaisar James.
Ada kemungkinan besar Anne membenci Permaisuri Ariana. Selama menjadi istrinya, Anne belum pernah disentuh oleh Kaisar James dan bahkan Kaisar James belum pernah menghabiskan satu malam pun dengan Selir Anne. Ketika Kaisar James mengetahui Ariana adalah seorang perempuan pada saat perburuan istana di hutan, Kaisar James tergila-gila kepada Ariana. Ketika Anne menertawakan Kaisar James dan Ariana di depan pejabat istana pada saat perburuan.
"Aku menceraikannya saat itu juga, mencopot gelar selirnya dihadapan para pejabat utama istana," batin Kaisar James.
"Mungkinkah Anne sakit hati dan berusaha mencelakakan Ariana?" batin Kaisar James lagi.
"Semoga penyelidikan segera menemukan hasil," batin Kaisar James.
Kaisar James memandangi Permaisuri Ariana yang sedang tertidur, baginya Permaisuri Ariana adalah satu-satunya wanita yang sangat dicintainya. Wanita yang sanggup memporak-porandakan hatinya. Siapapun yang berani mencelakakan Permaisuri Ariana akan berurusan dengannya. Permaisuri Ariana adalah kesayangannya. Terlebih lagi Permaisuri Ariana sedang hamil anaknya. Pewaris tahta kerajaan ini. Sungguh besar nyali orang yang berusaha mencelakakan Permaisuri Ariana.
Ariana membuka pelupuk matanya, dan merasa ada seseorang yang berada disampingnya. Ariana menoleh kesamping, dan hal pertama yang dilihatnya adalah suaminya, James yang sedang duduk di sebuah kursi yang diletakkan di pinggir ranjang dan James sedang memperhatikannya, dan sebuah buku diletakkan di atas pangkuan James.
"James, apakah sudah lama duduk di situ?" tanya Ariana.
"Cukup lama," ujar Kaisar James yang berjalan ke tempat tidur dan berpindah duduk ke tepi ranjang.
"Ariana sayang, apakah tadi terpeleset ketika sedang menuruni tangga?" tanya Kaisar James dengan hati-hati.
"Iya, terpeleset ketika menginjak anak tangga pertama, tangganya sangat licin dan seperti habis dilumuri dengan minyak goreng," ujar Permaisuri Ariana.
"Apakah ada yang terluka?" tanya Kaisar James.
"Tidak ada James," ujar Permaisuri Ariana
"Apakah ada yang sakit?" tanya Kaisar James.
"Tidak ada yang sakit, hanya pinggangku terasa linu dan badanku terasa lelah," ujar Permaisuri Ariana.
__ADS_1
"Tetapi setelah tidur, rasa lelahnya berkurang tetapi masih lelah," ujar Permaisuri Ariana.
Kaisar James memegangi tangan Permaisuri Ariana,
"Aku berjanji akan menemukan pelakunya," ujar Kaisar James.
"Berhati-hatilah ada yang membencimu," ujar Kaisar James.
"Terima kasih Permaisuri Ariana mengandung anakku, dan telah kuat melalui segala hal yang dirasakan seorang ibu yang sedang hamil," ujar Kaisar James dengan tatapan yang mesra.
"Yang Mulia mengapa berbicara seperti itu?", kenapa berterima kasih?" tanya Permaisuri Ariana
"Ini juga anakku," ujar Permaisuri Ariana.
Ariana memandang wajah Kaisar James yang sedang memegangi tangannya.
"Kenapa James sangat memperhatikanku?" tanya Permaisuri Ariana.
"Pertanyaan macam apa itu Ariana?" tanya Kaisar James sambil mengerutkan keningnya.
"Tidak setiap orang memperhatikanku James, bahkan seseorang yang katanya menyayangiku ternyata tidak benar-benar mencintaiku dan menyayangiku," ujar Permaisuri Ariana.
"Padahal aku sangat mencintainya," ujar Permaisuri Ariana.
Kecemburuan memenuhi hati Kaisar James mendengar perkataan yang baru saja diucapkan Permaisuri Ariana.
"Siapa yang kau cintai Permaisuri Ariana?" tanya Kaisar James dengan ekspresi wajah yang keras tetapi Permaisuri Ariana tidak menyadarinya
"Ada, seseorang di masa lalu tetapi orang itu mengkhianatiku dengan berselingkuh dengan temanmu sendiri," ujar Permaisuri Ariana.
"Aku tidak akan pernah mengkhianati dirimu Permaisuri," ujar Kaisar James.
"Aku sangat mencintai dirimu," ujar Kaisar James.
"Sangat, sehingga tidak mungkin aku mengkhianati dirimu, Permaisuri," ujar Kaisar James.
__ADS_1
"Katakan siapa laki-laki itu," ujar Kaisar James.
"Itu masa lalu Yang Mulia," ujar Permaisuri Ariana.
Kaisar James kontan saja berwajah masam saat mendengar perkataan Permaisuri Ariana. Kecemburuan memenuhi hati Kaisar James mendengar istrinya, Permaisuri Ariana mencintai seorang pria di masa lalunya.
"Apakah karena hal itu Permaisuri Ariana sering bersikap dingin dan bersikap ketus dengannya?" tanya Kaisar James di dalam hatinya.
"Karena pria itu?" tanya Kaisar James kembali di dalam hatinya.
"Benarkah James, kau memperhatikanku dan menyayangiku?" tanya Permaisuri Ariana.
'Tentu saja aku mencintai, memperhatikan dan menyayangi dirimu," ujar Kaisar James.
"Kau istriku dan ibu dari anakku," ujar Kaisar James dengan penuh penekanan pada kata istriku dan ibu dari anakku.
"Jangan samakan aku dengan pria itu," tegas Kaisar James.
Ada ketegangan memercik di kamar itu, kecemburuan memenuhi hati Kausar James. Mungkin jika sekarang pria yang pernah dicintai oleh Permaisuri Ariana ada dihadapannya pada saat ini, Kaisar James ingin menantangnya untuk duel satu lawan satu. Kaisar James ingin memukul wajah pria yang dahulu dicintai Permaisuri Ariana sampai babak belur.
Ternyata cemburu itu buta. Kaisar James sampai ingin menghajar pria yang bahkan belum pernah dijumpainya hanya mendengar perkataan yang diucapkan oleh Permaisuri Ariana bahwa Permaisuri Ariana dahulu pernah mencintai pria itu.
Anehnya Permaisuri Ariana ternyata berkulit badak dan sama sekali tidak menyadari perkataan yang diucapkan olehnya telah memancing kecemburuan Kaisar James. Permaisuri Ariana tidak menyadari Kaisar James sedang cemburu buta. Permaisuri Ariana ternyata berkulit badak tidak menyadari perasaan cemburu suaminya, Kaisar James. Permaisuri Ariana bahkan tidak menyadari wajah Kaisar James yang sedang cemburu menahan rasa cemburu.
Permaisuri bangun dari tempat tidur dan mendudukkan dirinya di pinggir ranjang. Permaisuri Ariana memakai sandalnya yang terletak di bawah tempat tidur dan masih tidak menyadari kecemburuan Kaisar James.
Permaisuri Ariana mau kemana?" tanya Kaisar James.
"Aku ingin ke kamar mandi James," ujar Permaisuri Ariana.
"Aku akan membantumu, Ariana Sayang," ujar Kaisar James.
Kaisar James langsung menggendong Permaisuri Ariana ala bridal style dan membawa Permaisuri Ariana masuk ke dalam kamar mandi, dan sesampainya di dalam kamar mandi menurunkan Permaisuri Ariana perlahan-lahan.
"Beritahu aku jika sudah selesai," ujar Kaisar James sambil melangkah keluar kamar mandi dan berdiri di depan pintu kamar mandi.
__ADS_1