Permaisuri Yang Dingin Tetapi Sangat Kucintai

Permaisuri Yang Dingin Tetapi Sangat Kucintai
Part 48 Mungkin Menteri Kenzo Mau Flu


__ADS_3

"Kenzo ayo tidurnya di kamar saja," ucap Anne sambil menatap wajah Menteri Kenzo yang baru saja terbangun.


Menteri Kenzo menatap wajah Anne yang sedang menatap wajah Menteri Kenzo dalam jarak yang dekat.


"Anne, kau sudah pulang?" tanya Menteri


Kenzo sambil bangun dari kursi yang sedang diduduki oleh Menteri Kenzo.


"Sudah, maaf ketika Kenzo pulang, Saya tidak ada di kediaman," ucap Anne sambil tersenyum.


"Tadi saya pergi ke istana," ucap Anne sambil beranjak ke sisi Menteri Kenzo yang sudah berdiri dari kursi.


"Ayo kita pindah ke kamar, Kenzo," ucap Anne sambil tersenyum kepada Menteri Kenzo.


"Ayo," ucap Kenzo sambil meraih tangan Anne dan kemudian merangkul pinggang Anne dan bersama-sama Menteri Kenzo dan Anne berjalan meninggalkan ruang baca dan kemudian berjalan ke kamar Menteri Kenzo dan Anne yang tidak begitu jauh jaraknya dari ruang baca.


Sesampainya di kamar, Menteri Kenzo dan Anne kemudian masuk dan duduk di ranjang.


"Ada keperluan apa sehingga ke istana?" tanya Menteri Kenzo sambil memandangi wajah istrinya, Anne.


"Saya mengunjungi Permaisuri Ariana," ucap Anne sambil menatap Menteri Kenzo.


"Sejak kita menikah, Saya sama sekali belum pernah mengunjungi Permaisuri Ariana," ucap.Anne.


"Oh," ucap Menteri Kenzo tanpa bertanya lebih jauh lagi kepada istrinya, Anne.


"Aku hanya merasa sedikit lelah setelah sepanjang pagi sampai siang rapat di istana" ucap Menteri Kenzo sambil tersenyum.


"Aku memutuskan pulang ke rumah untuk beristirahat," ucap Menteri Kenzo.


Anne kemudian menatap lekat wajah Menteri Kenzo yang tampan. Anne berpikir di dalam hatinya untung saja Menteri Kenzo tidak banyak mengajukan pertanyaan kepada dirinya sehingga Anne tidak perlu menjelaskan lebih banyak kepada Menteri Kenzo tentang kedatangannya ke istana menemui Ariana. Anne harus melakukan sesuatu sehingga Menteri Kenzo bisa melupakan kedatangan Anne ke istana untuk menemui Permaisuri Ariana. Anne harus mengalihkan perhatian Menteri Kenzo pada saat ini sehingga hanya fokus kepada dirinya saja.


"Saya mengira Kenzo merindukan Saya sehingga cepat pulang ke rumah siang ini," ucap Anne sambil merapatkan dirinya dalam pelukan suaminya Menteri Kenzo, dan tangan Anne kemudian bergerak dengan lincah menyelusuri dada Menteri Kenzo.


"Oh, Anne," ucap Menteri Kenzo uang merasa sentuhan jari tangan Anne yang bergerak dengan lincah menyelusuri dada Menteri Kenzo.

__ADS_1


Anne dengan pintar memancing Menteri Kenzo untuk melupakan kehadiran Anne ke istana. Anne takut Menteri Kenzo mencurigai kedatangan Anne ke istana menemui Permaisuri Ariana. Kenzo mengetahui kebencian Anne kepada Permaisuri Ariana dan tentu Menteri Kenzo yang pintar akan curiga untuk apa Anne menemui Permaisuri Ariana yang jelas-jelas sangat membenci Permaisuri Ariana.


Napas Menteri Kenzo perlahan-lahan menjadi berat karena kelincahan jari jemari Anne dan sekejap saja Anne sudah dibaringkan oleh Menteri Kenzo di atas ranjang. Anne merasa melayang ketika Menteri Kenzo dan dirinya mulai memadu kasih di atas ranjang. Kelihaian Kenzo membuat Anne melayang dengan cepat ketika tubuh Anne mulai tersapu oleh gelombang yang mulai melanda tubuh Anne.


"Kenzo," ucap Anne tertahan dengan tubuh yang berada dalam pelukan Menteri Kenzo.


"Sayang," ucap Kenzo yang kemudian memeluk Anne dengan erat ketika gelombang yang sama mulai melanda tubuh Kenzo.


Anne dan Kenzo saking berpelukan ketika segalanya telah usai.


"Aku mencintaimu Anne," ucap Menteri Kenzo sambil mencium kening Anne.


'Aku juga mencintaimu, Kenzo," ucap Anne dalam pelukan Kenzo.


"Benarkah kau mencintaiku Anne?" tanya Menteri Kenzo sambil menatap Anne yang berada dalam pelukan Menteri Kenzo.


"Iya aku mencintaimu, Kenzo," ucap Anne.


"Berjanjilah Anne untuk hidup yang baik, lupakan kebencian terhadap Kaisar James dan Permaisuri," ucap Menteri Kenzo sambil menatap Anne yang berada dalam pelukannya.


"Nanti lagi Anne, aku merasa lelah rasanya untuk bernapas tidak seperti biasanya," ucap Menteri Kenzo.


"Kenapa?" tanya Anne sambil menghentikan gerakan jari jemarinya.


"Mungkin karena terlalu capek," ucap Menteri Kenzo sambil menarik napasnya perlahan-lahan.


"Kecapekan?" tanya Anne sambil menatap wajah Menteri Kenzo.


"Iya, capek dengan rapat di istana yang berlangsung dari pagi sampai siang," ucap Menteri Kenzo.


"Kemudian capek karena kebersamaan kita tadi," ucap Menteri Kenzo sambil tersenyum.


"Aku malu Kenzo," ucap Anne dengan wajah yang tersipu-sipu.


"Jangan menggodaku dengan ucapan seakan-akan aku menghabiskan tenaga Kenzo," ucap Anne dengan wajah bersemu merah.

__ADS_1


"Rasanya susah bernapas seperti bagaimana?" tanya Anne sambil menatap Kenzo dalam-dalam.


"Seperti mau terserang flu, hidung aku terasa tersumbat," ucap Menteri Kenzo.


'Saya ambilkan teh hangat sekaligus minyak eucalyptus untuk digosok di dada supaya hidung Kenzo tidak tersumbat ya," ucap Anne yang kemudian bangun dari pelukan Kenzo dan kemudian mengambil sebuah jubah tidur yang sedang tergantung dan Anne kemudian memakai jubah tidur tersebut


"Saya keluar sebentar Kenzo," ucap Anne sambil menatap wajah suaminya, Menteri Kenzo.


"Jangan lama-lama Anne," ucap Menteri Kenzo.


"Tidak lama, hanya sebentar saja," ucap Anne.


"Hanya untuk membikin teh hangat dan mengambil botol minyak eucalyptus," ucap Anne sambil mengecup kening Menteri Kenzo dan kemudian Anne berjalan meninggalkan kamar.


Menteri Kenzo yang melihat Anne meninggalkan kamar kemudian memejamkan matanya.


"Sudah tahu aku merasa lelah hari ini, kenapa aku malah terpancing oleh Anne?" tanya Menteri Kenzo di dalam hatinya.


"Malah menghabiskan kebersamaan yang intim dengan Anne," batin Menteri Kenzo di dalam hatinya.


Menteri Kenzo kemudian berpikir mungkin perkataan yang diucapkan oleh istrinya, Anne ada benarnya. Menteri Kenzo merasa dirinya kelelahan karena rapat di istana yang berlangsung dari pagi sampai siang menguras tenaganya, ditambah lagi kebersamaan dirinya dan Anne yang sungguh menghabiskan tenaga. Menteri Kenzo juga merasa dirinya akan terserang flu sehingga hidungnya agak tersumbat.


"Semoga setelah minum teh hangat dan setelah badanku dioleskan minyak Eucalyptus, bisa membuat badanku menjadi lebih baikkan," ucap Menteri Kenzo di dalam hatinya.


Menteri Kenzo kemudian memejamkan matanya sambil menunggu istrinya, Anne datang membawa teh hangat dan minyak Eucalyptus.


Anne berjalan keluar kamar dan meninggalkan Menteri Kenzo untuk ke dapur. Anne berjalan dengan langkah yang agak tergesa-gesa menuju ke dapur.


"Aneh mengapa Kenzo merasa hidungnya tersumbat?" tanya Anne di dalam hatinya sambil terus melangkah.


'Rasanya sepanjang menikah dengan Kenzo, Kenzo belum pernah sakit," batin Anne di dalam hatinya.


"Apa tadi aku terlalu bersemangat sehingga membuat Kenzo semakin kelelahan?" tanya Anne di dalam hatinya.


"Tetapi tadi memang Kenzo terlalu bersemangat,' batin Anne di dalam hatinya dan teringat dengan kebersamaan antara Anne dan Kenzo yang intim di ranjang.

__ADS_1


"Rasanya sungguh luar biasa," batin Anne sambil melangkah masuk ke ruangan dapur.


__ADS_2