
Kereta kuda yang membawa Ariana dan Kaisar James akhirnya sampai ke istana, dan memasuki gerbang istana dan terus berjalan masuk ke dan istana.
Ketika kereta itu berhenti, Kausar James turun duluan dan setelah berdiri di tanah, mengulurkan tangannya untuk membantu Ariana turun. Ariana menyambut uluran tangan Kaisar James dan memegang tangan Kaisar James kemudian turun. Pinggang Ariana dipeluk dengan erat oleh Kaisar James, dan dibawa masuk ke dalam istana. Ada beberapa pengawal istana yang sedang berjaga di posisi masing-masing sedang memandangi mereka. Kaisar James dan Ariana berjalan berpelukan, tentu saja Kaisar Jsmes yang memeluk Ariana, bukan Ariana yang memeluk Kaisar James. Di belakang mengikuti asisten rumah tangga istana, dua pelayan pribadi Ariana, dan satu penata rias.
Ariana, Kaisar James, dan asisten rumah tangga istana, pelayanan pribadi, dan penata rias sampai di depan sebuah pintu, bergegas asisten rumah tangga istana membuka pintu ruangan tersebut, dan membungkuk memberi hormat pada Kaisar James dan Ariana untuk melangkah masuk.
"Ini kamarmu Ariana, dan akan menjadi kamar kita berdua setelah kita resmi menikah," ujar Kaisar James sambil menggandeng Ariana masuk.
Ariana melihat sekeliling kamarnya, sungguh mewah sekali khas kamar tidur abad 18, sebuah ranjang berukuran besar dengan lampu kristal besar di tengah ruangan kamar dan bahkan ada perapian dan sebuah cermin besar dengan ukiran yang bagus.
"Mengapa kita harus tidur berdua?" tanya Ariana.
"Yang Mulia bisa tidur di kamar Yang Mulia," ujar Ariana.
Ariana memandang wajah Kaisar James dengan kesal karena Kaisar James dan Ariana akan satu kamar bersama setiap hari. Jika sekamar, setiap hari pastinya bertemu terus, belum nanti jika Kaisar James meminta haknya sebagai suami terus-terusan, wajah Kaisar James akan selalu terpandang mata Ariana.
"Aduh kacau," batin Ariana di dalam hatinya.
__ADS_1
"Suami istri itu harus sekamar Ariana, apa Ariana suka, jika Saya satu kamar dengan perempuan lain?" tanya Kaisar James.
"Istri Yang Mulia yang akan dinikahi setelah Saya?" tanya Ariana.
"Boleh Yang Mulia, silahkan saja," ujar Ariana yang justru senang mendengarnya.
Ariana ini sedikit aneh, bukannya cemburu malah senang jika suaminya dibagi dengan perempuan lain,' batin Kaisar James di dalam hatinya.
"Tetapi Saya hanya akan mempunyai istri satu saja, dan itu adalah kamu, Ariana," ujar Kaisar James dengan tegas
Ariana mendadak menjadi lemas mendengar perkataan Kaisar James, aduh bakal runyam ini,' batin Ariana lagi di dalam hati.
"Semuanya sudah lengkap tersedia untuk Nona Ariana, Yang Mulia," ujar asisten rumah tangga.
"Lho kok bisa secepat ini sudah tersedia?" tanya Kaisar Jemes dengan heran.
"Jenderal Ryan White yang mengantar gaun-gaun Ariana, perhiasan, aksesoris rambut, Tiara, dan bahkan sebuah gaun pengantin yang indah untuk dipakai di hari ini, di pernikahan Yang Mulia dan Nona Ariana," ujar pengurus rumah tangga istana.
__ADS_1
"Bagus sekali, Saya sangat senang semuanya sudah siap," ujar Kaisar James.
"Persiapkan dan dandani Nona Ariana dengan sangat cantik untuk pernikahannya," perintah Kaisar James kepada penata rias dan dua pelayanan Ariana.
"Siap Yang Mulia,' ujar penata rias dan dua pelayanan bersamaan.
Kausar James kemudian memberi tahu Ariana bahwa mulai hari ini dan seterusnya Ariana harus berpenampilan sebagai seorang wanita dan jangan pernah menyamar lagi sebagai seorang pria. Ariana adalah seorang wanita dan sudah seharusnya tampil sebagai seorang wanita. Gaun-gaun, aksesoris rambut, perhiasan, dan kosmetik yang diperlukan untuk Ariana akan dipersiapkan lebih banyak dan lebih bagus lagi untuk Ariana. Tetapi ada satu hal yang terpenting, kecantikanmu hanya untukku Ariana, suamimu demikian Kaisar James menjelaskan kepada Ariana.
Ariana hanya bisa menghela napas mendengar perkataan Kaisar James.
Ariana kemudian dibawa ke sebuah ruangan yang terdapat di dalam kamarnya, yang ternyata kamar mandi yang berukuran luas. Terdapat bath up berukuran besar dan cermin besar yang mengelilingi dinding kamar mandi tersebut. Terdapat sebuah pintu ruangan yang juga ada di dalam kamar mandi tersebut yang rupanya adalah ruangan closed dan tempat untuk tangan. Semuanya terbuat dari marmer berwarna kuning gading.
Kedua pelayan itu bermaksud membantu Ariana untuk.membuka bajunya. Ariana mengutarakan keberatannya kepada kedua pelayan itu dan mengatakan dapat membuka bajunya sendiri dan akan mandi sendiri.
"Kalian berdua dapat menunggu di luar,' ujar Ariana kepada kedua pelayan tersebut.
"Baik, Permaisuri Ariana," ujar kedua pelayan itu bersamaan. Kedua pelayan itu kemudian keluar dan meninggalkan Ariana sendiri. Ariana melepas bajunya dan masuk ke dalam.bath up yang berisikan air hangat, dan kelopak bunga mawar merah. Ariana merasa kelelahan yang dirasa oleh badannya sehabis keluar dari hutan tempat perburuan menjadi segar. Rasa lelahnya hilang. Sungguh Ariana menyukai istana ini karena pelayan yang ditemui olehnya sangat ramah dan kamar ini sungguh luar biasa luas dengan kamar mandi yang sangat nyaman. Ariana merasa yang membuat Ariana kurang nyaman adalah Kaisar James akan segera menjadi suaminya. Ariana akan terikat dengannya seumur hidup. Ariana membenamkan dirinya ke dalam bath up dan baru muncul ke permukaan sesaat kemudian. Kaisar James pasti akan habis-habisan mengerjaiku jika aku menjadi istrinya. Wajahnya yang mirip David membuatku merasa benci. Bagaimana jika hidup dengan Kaisar James dalam satu istana, dalam satu kamar? batin Ariana lagi di dalam hatinya. Ariana sebenarnya ingin kabur melarikan diri dari pernikahannya tetapi Ariana tidak bisa karena kesuciannya telah terenggut oleh Kaisar James. Ada kekhawatiran Ariana jika peristiwa yang terjadi di dalam hutan itu menyebabkan dirinya menjadi hamil, bagaimana mungkin mau melarikan diri jika keadaannya sudah tidak suci lagi. Ariana bergegas keluar dari bath up setelah itu mengeringkan dirinya dan memakai kembali bajunya.
__ADS_1
Ariana bergegas keluar dan dua pelayan yang setia masih menunggu di depan mandi memberi hormat kepada Ariana. Mereka berjalan di belakang mengikuti Ariana yang kembali menuju kamarnya. Ariana bersiap-siap untuk dirias dan memakai gaun pengantin untuk pesta pernikahannya. Ariana mau tidak mau harus menyiapkan diri menjadi permaisuri kerajaan ini. Ariana yang telah dijebak Kaisar James sama sekali tidak mengetahui bahwa kegadisannya masih seperti sebelumnya terjaga. Andai saja Ariana mengetahui kebohongan Kausar James tentu saja Ariana sudah kabur dari istana. Kabur dari pernikahannya.
.