
Ariana akhirnya kembali tertidur dalam pelukan Kaisar James setelah Kaisar James mengelus perutnya dengan perlahan-lahan. Perut Ariana kembali kram ketika Ariana meminta Kaisar James untuk tidak tidur dekat dengan dirinya di ranjang, dengan membuat pembatas jarak dari guling. Ariana yang karena pembawaan hamil semakin teringat dengan David sehingga setiap melihat wajah Kaisar James, dan memperlihatkan penolakan terhadap Kaisar James. Tetapi setiap kali memperlihatkan sikap penolakan terhadap Kaisar James, perut Ariana kram. Ketika kram mau tidak mau Ariana meminta pelukan dari Kaisar James dan ketika perut Ariana dielus oleh Kaisar James, kram di perut Ariana hilang begitu saja. Ariana belum menyadari hal tersebut.
Kaisar James memandangi istrinya Ariana yang kembali tertidur dalam pelukannya. Rasa cinta Kaisar James semakin besar untuk Ariana, dan melihat Ariana kesakitan karena perutnya kram sungguh Kaisar James ingin menggantikan Ariana biar Kaisar James saja yang kram perutnya. Tetapi Ariana yang hamil muda bukan Kaisar James, yang pastinya sebagai suami, Kaisar James cuma bisa melihat dan membantu istrinya Ariana, meringankan apa yang dirasa Ariana di kehamilan usia muda. Ariana hamil anaknya yang akan menjadi penerus Kaisar James di masa depan. Tentu Kaisar James sangat berbahagia dengan kehamilan istrinya.
Kaisar James merasa terkadang sikap Ariana sangat dingin terhadapnya dan terkadang judes. Kaisar James menyadari Ariana tidak jatuh cinta kepadanya tetapi Ariana hanya menjalankan kewajibannya sebagai istri karena telah menikah dengannya. "Kesalahanku adalah telah menipu Ariana dengan membohonginya bahwa kami telah tidur bersama di dalam gua di saat perburuan hutan. Akibatnya Ariana mau saja diajak menikah olehku," batin Kaisar James.
Kaisar James bertekad di dalam hatinya untuk membuat Ariana jatuh cinta kepadanya. Sekeras-kerasnya hati Ariana tentu akan luluh juga. Jatuh cinta kepada suaminya, Kaisar James.
Malam semakin larut dan Kaisar James akhirnya tertidur juga dengan Ariana yang masih dalam pelukan Kaisar James.
Kaisar James terbangun ketika hari sudah pagi dan sang Permaisuri yang sangat dicintainya masih tertidur lelap dalam pelukannya. Kaisar James memandangi wajah Ariana, merasa sangat gemas melihat wajah tidur Ariana, cantik dan lucu. Kaisar James mengecup lembut bibir istrinya yang sedang tertidur.
Hari ini Kaisar James berencana membuat roti Croissant yang sangat disukai oleh Permaisuri Ariana dan Kaisar James akan memakai buah blueberry yang juga sangat disukai oleh Ariana untuk isian vla di dalam roti Croissant. Ariana pasti memakannya dengan lahap dan berbahagia. Untuk itu
Kaisar James harus terjun langsung ke dapur dan sebaiknya Kaisar James segera mandi. Kaisar James bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan mandi dengan kecepatan kilat. Setelah selesai mandi dan berpakaian Kaisar James bergegas keluar dari kamar. Tujuan utama Kaisar James adalah ke dapur istana. Kaisar James sangat bersemangat untuk menyiapkan sendiri hidangan makan pagi untuk istrinya, Ariana. Sebagai seorang Kaisar penguasa negeri, tentunya Kaisar James tidak perlu repot untuk turun tangan ke dapur tetapi hanya dengan memberi perintah apa saja segala sesuatu pasti tersedia dan siap untuk dimakan yang dimasak oleh pegawai istana di bagian dapur
__ADS_1
Pelayan-pelayan yang bertugas di dapur terkejut melihat kedatangan Kaisar James pagi-pagi di dapur.
"Selamat pagi Yang Mulia," ujar kelima pelayan yang bertugas di dapur villa tempat berlibur Kaisar James dan Ariana.
"Pagi, ajari Saya membuat Croissant isi vla blueberry," ujar Kaisar James.
"Baik Yang Mulia,' ujar Kepala Koki yang bertugas di bagian dapur di villa.
Segera saja telur, ragi, gula, tepung terigu dan buah blueberry segar disiapkan di sebuah meja yang terbuat dari marmer. Kepala Koki mengajari Kaisar James cara membuat Croissant. Kaisar James rupanya sangat mahir untuk dalam mempelajari hal yang baru seperti membuat roti Croissant. Kausar James dengan mahir menghaluskan buah blueberry. Kepala koki yang bekerja di dapur di villa dengan cekatan membentuk roti Croissant dibantu Kaisar James, dan sebentar saja roti Croissant isi vla blueberry tersebut telah dipanggang, dan harumnya memenuhi ruangan dapur.
Kepala koki merasa sangat kagum dengan Kaisar James yang ternyata dengan cepat menguasai cara untuk membuat roti Croissant. Kaisar yang sehari-harinya sibuk dalam mengurusi pemerintahan, dan berwibawa ternyata sangat mencintai istrinya, Permaisuri Ariana. Kaisar James bahkan rela turun ke dapur dan terjun langsung membuat roti Croissant dengan tangannya sendiri.
"Permaisuri sangat menyukai roti Croissant dan juga buah blueberry," ujar Kaisar James dengan wajah berseri-seri.
"Buah blueberry rasanya manis dan ada sedikit rasa asamnya tentu Ariana menyukainya di saat hamil muda seperti ini, batin Kaisar James di dalam hatinya.
__ADS_1
"Iya Yang Mulia" ujar Kepala Koki sambil tersenyum lebar.
Roti Croissant itu akhirnya selesai dipanggang dan harumnya memenuhi seisi ruangan dapur. Kepala Koki mengeluarkan roti Croissant yang telah matang dari pemanggangan dan kemudian menyusun beberapa buah roti Croissant dalam sebuah piring datar yang diletakkan dalam sebuah nampan. Satu gelas susu hangat dan segelas air putih diletakkan di wadah tersebut. Tidak ketinggalan obat yang harus diminum Ariana pagi ini juga diletakkan di nampan tersebut. Tak ketinggalan satu wadah kecil yang terbuat dari kaca yang berisikan permen rasa mint disiapkan untuk Permaisuri Ariana.
Kaisar James berjalan dan dibelakangnya mengikuti seorang pelayan yang membawa nampan yang berisikan roti Croissant. Sesampainya di kamar, nampan tersebut diletakkan di atas sebuah meja kecil yang ada di dalam kamar dan pelayan wanita itu pamit untuk kembali bekerja di dapur.
Kaisar James memandangi Permaisuri Ariana yang masih tertidur lelap. Kaisar James mencium lembut bibir istrinya, dan membuat Ariana yang sedang lelap tertidur terbangun. Ariana yang karena pembawaan hamil, ternyata menikmati ciuman dari Kaisar James tersebut dan menyambut dengan hangat sambil mengalungkan tangannya di leher Kaisar James. Mood Ariana sungguh berubah-rubah dan pagi ini Ariana menjadi seorang istri yang sungguh agresif.
"Ariana sayang, pelan-pelan," ujar Kaisar James sambil berbisik di telinga Permaisuri Ariana.
Kaisar James hanya bisa pasrah menikmati keagresifan Ariana pagi ini. Sebisa mungkin Kaisar James menjaga dirinya dengan lembut kepada Ariana dalam kegiatan pagi ini di ranjang besar mereka yang menjadi membara karena keagresifan Ariana.
Ariana juga tidak memahami dirinya sendiri mengapa di pagi hari ini Ariana menjadi tergila-gila dengan Kaisar James dan bahkan memimpin kegiatan ranjang pagi ini.
"Ariana sayang, pelan-pelan," ujar Kaisar James yang sedang berada di bawah tubuh Ariana.
__ADS_1
Kaisar James memandangi wajah istrinya, Ariana yang sungguh menggairahkan, dan ada sedikit keheranan yang menyelip di benak Kaisar James mengapa Ariana di pagi ini sungguh berbeda dibanding biasanya, sikap Ariana sungguh hangat dan tidak dingin seperti biasanya.